Volume penjualan semen tahun 2013 mencapai 1.262.386 ton atau tumbuh 2% dari realisasi 2012 sebesar 1.233.933 ton dan menghasilkan revenue sebesar Rp.1.169 triliun atau tumbuh 6,5% dari tahun 2012 sebesar Rp.1.098 triliun.

Pertumbuhan permintaan semen tahun 2013 secara nasional hanya sebesar 5,6%, lebih rendah dibandingkan tahun 2012 sebesar 14,5%. Sedangkan di wilayah Sumatera Bagian Selatan yang merupakan wilayah pasar PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pertumbuhan permintaan semen turun sebesar -1,1% dibanding 2012 tumbuh 8,6%. Turunnya pertumbuhan permintaan semen dalam tahun 2013 lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi melambat, pengetatan kebijakan kredit, kenaikan suku bunga pinjaman dan turunnya harga beberapa komoditi seperti Karet, Sawit yang merupakan sumber pendapatan sebagian masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan, sehingga mempengaruhi permintaan semen di sektor retail, sementara permintaan semen di sektor proyek mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibanding tahun sebelumnya.

Ditengah kondisi ekonomi yang menurun yang diikuti dengan rendahnya pertumbuhan permintaan semen di wilayah pasar PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada tahun 2013, Perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan hingga mencapai 1.262.386 ton atau tumbuh 2% dari tahun sebelumnya. Peningkatan volume penjualan pada tahun 2013 terjadi pada bulan September, Oktober, November dan Desember masing-masing tumbuh sebesar 25%, 60%, 24%, 17% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya sebagai hasil dari peningkatan produksi yang diperoleh dari beroperasinya Cement Mill baru. Disamping itu Perseroan juga berhasil meningkatkan harga jual sebesar 4% sehingga revenue tahun 2013 tumbuh sebesar 6,5% dari Rp.1.098 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp.1.169 triliun pada tahun 2013

Peta2