BATURAJA – Wabah virus Corona (Covid-19)
telah menyebar di lebih dari 282
kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada
penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini. Per
tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, PT Semen
Baturaja (Persero) Tbk atau Semen Baturaja
kembali menyalurkan sejumlah bantuan Alat Kesehatan
kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin (27/04). Bantuan
diserahkan langsung oleh Vice President
Operation I Semen Baturaja, Eko David Irawan kepada Bupati OKU, Kuryana Aziz di Rumah Kabupaten OKU.
Semen Baturaja yang ditunjuk
sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan berupa baju APD Medis 100 pcs,
Masker Medis 2500 pcs, Masker Non Medis (American Drill) 8000 pcs,
Kacamata Goggle 100 pcs, Handscoon 10000 pcs, Hand Sanitizer 100 liter dan masker kain 1000 pcs.
‘’Kami bersama
seluruh BUMN yang ada di Provinsi Sumsel bergotong-royong dan memberikan dukungan khususnya kepada pemerintah dalam
berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona utamanya di Wilayah OKU’’ ujar Eko David Irawan.
Selain dari CSR perusahaan, bantuan alat kesehatan yang telah diserahkan
tersebut juga berasal dari Serikat
Karyawan Semen Baturaja (SKSB) dan Baitul Maal Karyawan Semen Baturaja.
“Sebagai bentuk kepedulian Karyawan/ti Semen Baturaja yang telah
berdonasi untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19” tambahnya.
Lebih lanjut Eko David berharap bantuan yang diberikan dapat segera
didistribusikan, utamanya kepada tenaga medis maupun masyarakat di Kabupaten
OKU.
Sebelumnya, Semen Baturaja yang juga tergabung dalam Satgas Bencana BUMN
Wilayah Sumsel bersama 46 BUMN telah
menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 berupa alat kesehatan kepada
Pemerintah Provinsi Sumsel.
Selain memberikan bantuan peralatan kesehatan, Semen Baturaja juga turut berkontribusi secara langsung dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 dengan
melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU
yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.
“Bahkan kami menurunkan tim dari Semen Baturaja untuk membantu melakukan tracing dan penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah ODP & PDP Covid-19 di Kab. OKU” pungkas Eko David.
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/04/SMBR-Peduli-Pandemik-Covid-19-7.jpg9001193Admin SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngAdmin SMBR2020-04-28 11:19:442020-04-28 11:24:19Semen Baturaja Peduli Pandemik Covid-19, Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Melalui Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah OKU
Terapkan Berbagai Tindakan Pencegahan Sesuai Dengan Protokol dari Pemerintah Pusat
PALEMBANG – Penyebaran
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal 05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan
pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat
dan 16 orang diantaranya
dinyatakan positif Covid-19.
Pemerintah terus menghimbau
masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19
dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan
kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan
kebijakan pembatasan sosial berskala besar.
PT Semen Baturaja (Persero)
Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah
melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan
protokol dari pemerintah pusat, seperti :
Melakukan
sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti
SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen
RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.
Melakukan
Sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti
SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk,
poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR.
Menerbitkan
SOP Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19 bagi Karyawan/ti SMBR dan
Keluarganya.
Mewajibkan
pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization
chamber bagi Karyawan/ti dan Tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik
SMBR.
Menyediakan
peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti
hand sanitizer untuk setiap Karyawan/ti dan ditempatkan di area publik,
menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site
bagi Karyawan/ti yang sakit.
Melakukan
sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.
Menerapkan
kebijakan Work From Home (WFH) bagi Karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari
50 tahun dan Ibu hamil. Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih
rentan terhadap Covid-19.
Menerapkan
kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi
berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam
pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta.
Mengoptimalkan
penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat
koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.
Membatasi
pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR.
Penerimaan
dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam
bentuk softcopy melalui email.
SMBR juga tergabung dan
berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi
Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah
penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.
Sebagai contoh, SMBR bersama
dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada
berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26
Maret lalu.
“Selain itu, saat ini kami
juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan
seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang
membutuhkan” pungkasnya.
Langkah dan kebijakan yang
telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19 bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti
dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja
dengan aman dan nyaman.
“Sehingga kami pastikan kegiatan
operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan
adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.
Kendati kegiatan operasional
perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai
merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.
“Kami proyeksikan adanya
penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak
Covid-19” ujarnya
Hingga Februari saja,
penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan
semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi
pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor
properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.
Dalam upaya menahan penurunan
permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah
mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi
produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta
menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di
pasar basis SMBR.
SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.{}
PALEMBANG – Semen Baturaja menyatakan siap untuk mensuplai 50.000 ton White Clay kepada PT Pusri Palembang di tahun 2020 dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli White Clay pada hari Selasa (21/01).
Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditandatangani pada 2019 lalu.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro di Auditorium Musi Gedung Diklat PT Pusri Palembang.
White Clay yang akan disuplai ke Pusri berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Jobi berkeyakinan kerjasama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan khususnya bagi Pusri karena dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan.
PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) s.d bulan
Oktober 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,698 juta ton
atau telah mencapai 73% dari target di tahun 2019, namun volume penjualan semen
tersebut turun sebesar 3% yoy.
Penurunan volume penjualan tersebut
dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah
memasuki Triwulan IV/2019, meskipun permintaan semen nasional pada bulan
Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu merubah
kondisi permintaan semen nasional sepanjang 2019 yang masih terkoreksi 1,2%
yoy.
Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan
permintaan semen di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis wilayah pemasaran
Semen Baturaja yang terkoreksi hingga 11,7% yoy.
Namun Perseroan berhasil menjaga market share
SMBR di wilayah Sumbagsel hingga bulan Oktober 2019 yang mencapai 34% atau naik
3% yoy.
“Market share tertinggi berada di Sumatera
Selatan yaitu sebesar 64% atau naik 10% yoy.” ujar Direktur Utama SMBR Jobi
Triananda Hasjim.
Pendapatan Perseroan pun sampai dengan Oktober
2019 tetap tumbuh 2% yoy menjadi Rp.1,582 Trilyun dari Rp.1,552 Trilyun.
Jobi juga menyatakan akan terus mengoptimalkan
penjualan semen domestik melalui peningkatan fasilitas distribution centre
untuk mengejar target di sisa 2 (dua) bulan terakhir.
“Saat ini kami sedang membangun dermaga jetty
untuk memudahkan distribusi dari dan ke wilayah Palembang dan Jambi” tambah
Jobi.Selain itu, Perseroan
juga tetap fokus mengembangkan bisnis hulu dan hilir serta melakukan berbagai
efisiensi biaya produksi untuk mengoptimalkan pendapatan di 2019.{}
PALEMBANG – Pada hari Senin (02/12) bertempat di Kantor Pusat PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah berlangsung kunjungan reses anggota DPRD Kota Palembang Dapil VI dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat untuk manajemen SMBR.
Kunjungan Reses dipimpin langsung oleh Dr H Fauzi Achmad SH MH bersama anggota, Siti Suhaifa (
PKB), Sukri Zen (Gerindra), M. Firmansyah SE, MM (PDIP), Fahri Ardianto (Golkar), Ali Subri (Nasdem), Fauzi Ahmad (PAN), Zainal Abidin (Demokrat) dan Ilyas Hasbullah (Demokrat)
Kunjungan para anggota DPRD
Kota palembang ini guna meningkatkan kerjasama serta mengajukan beberapa
usulan kepada pihak SMBR untuk
ditindaklanjuti.
“Tujuan kami kesini selain
bersilaturahmi juga mengajukan beberapa usulan untuk ditindaklanjuti seperti
pembangunan jalan” kata Ketua Reses Dapil VI sekaligus anggota DPRD Kota
Palembang Dr H Fauzi Achmad SH MH saat kunjungan ke SMBR.
Ia melanjutkan sejauh ini pihak SMBR sudah melaksanakan pembangunan
jalan dan fasilitas umum lainnya di
lingkungan sekitarnya dengan sangat baik.
Senada dengan yang disampaikan pimpinan Reses tersebut, Camat
Kertapati Dwi Yudiansyah S.STP
juga mengatakan bahwa sejauh
ini pihak SMBR sudah banyak
membantu masyarakat sekitarnya. Dari
perbaikan infrastruktur, sarana kesehatan dan berbagai bantuan lainnya. Ia juga
berharap agar SMBR semakin
maju.
Basthony Santri selaku Vice President Corporate Secretary SMBR mengatakan bahwa
perusahaan telah menyalurkan bantuan CSR kepada warga ring 1 di masing-masing
lokasi Pabrik (Palembang, Baturaja & Lampung) yang dibagi dalam 7 bidang
yaitu bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan,
sarana ibadah, sarana dan prasarana, pelestarian alam serta pengentasan
kemiskinan. Bantuan CSR yang
diberikan sesuai dengan Peraturan
Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 Tentang Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan BUMN yaitu penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan
maksimum sebesar 4% untuk dialokasikan pada program CSR.
Perusahaan juga setiap tahunnya
secara rutin telah memenuhi kewajiban untuk membayarkan retribusi dan pajak
sesuai ketentuan dan aturan berlaku, yang meliputi pajak air permukaan, PBB,
pajak kendaraan bermotor, pajak kebersihan dan retribusi perairan pelabuhan
kepada masing-masing instansi di pemerintah kota Palembang.
”Untuk usulan yang dikemukakan pada saat kunjungan reses DPRD Kota Palembang Dapil VI telah kami terima dan seterusnya akan kami evaluasi dan kami sampaikan ke Manajemen SMBR.
Tandatangani Nota Kesepahaman dengan
Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumsel
PALEMBANG – PT. Semen Baturaja (Persero)
Tbk (SMBR) akan menyuplai kebutuhan semen untuk pembangunan rumah swadaya di
Sumatera Selatan.
Kerja sama antara SMBR dengan Forum CSR
Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang
ditandatangani langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim
dengan Ketua Forum CSR Kesos Sumsel, July Rianthony disaksikan oleh Gubernur
Sumsel, Herman Deru.
Penandatanganan dilakukan di Ballroom
Hotel Aryaduta Palembang pada Selasa 21 Oktober 2019. Nota kesepahaman bersama
tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditandatangani.
Jobi mengatakan dengan adanya nota
kesepahaman ini, SMBR akan menjadi pemasok tunggal kebutuhan semen baik zak
maupun curah pada pembangunan dan pembuatan batako untuk pembangunan rumah
swadaya yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020.
Rencananya program pembangunan rumah
swadaya yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR RI dan Forum CSR Kesos Sumsel ini
akan membangun sebanyak 1172 (seribu seratus tujuh puluh dua) unit rumah untuk
kota Palembang dan 800 (delapan ratus) unit untuk wilayah kabupaten Banyuasin.
Jobi mengutarakan kerjasama dengan Forum
CSR Kesos Sumsel ini menjadi momentum yang sangat baik bagi SMBR untuk
memperkuat brand image sebagai produsen semen kebanggaan masyarakat Sumatera
Selatan.
“Kami selalu berusaha untuk
berkontribusi pada berbagai proyek pembangunan di Sumsel, agar setiap orang
merasakan keberadaan Semen Baturaja” tambah Jobi.
Produk semen milik SMBR pun sudah teruji
digunakan untuk berbagai kebutuhan proyek pembangunan infrastruktur milik
pemerintah dan swasta di Sumsel seperti LRT, jalan tol, jembatan bahkan
pembangunan pelabuhan.
“Keunggulan inilah yang terus kami
pertahankan, agar SMBR terus menjadi primadona di Sumatera Selatan” pungkasnya.
Forum CSR Kesos Sumsel sendiri dibentuk untuk mengkoordinasikan, menginisiasi, memfasilitasi dan mensinergikan potensi pelaku usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengoptimalkan implementasi tanggungjawab sosial di dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial.{}
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2019/10/IMG_4602.jpg40006000Admin SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngAdmin SMBR2019-10-22 11:18:182019-10-28 11:20:12Semen Baturaja Siap Suplai Semen Untuk Pembangunan Rumah Swadaya
PALEMBANG – Ditengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan,
permintaan semen di wilayah Sumbagsel justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang
cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di
wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja
(SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. Semen Baturaja berhasil
mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019,
atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.
“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan
Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen
di Triwulan III/2019 mulai membaik” ujar Jobi.
Pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi
berada di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan
Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019
mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.
Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu menggerek
market share SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70% atau naik 5% dari
bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.
Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil
menggerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi
Rp.209,4 Milyar dari Rp.189,9 Milyar dibandingkan bulan Juli 2019.
Melihat kondisi
permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai
menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Direktur Utama SMBR Jobi
Triananda Hasjim semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target
penjualan semen
pada tahun 2019.
“Seiring
dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan
infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan
alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas
akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya” tambah Jobi.
Selain itu, Perseroan juga akan tetap fokus mengembangkan sektor retail
sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di
tingkat retail dan consumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik
melalui cement making center. {}
PALEMBANG
– Sepanjang Semester I/2019, Semen Baturaja
(SMBR) berhasil
mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530
ton menjadi 883.622 ton atau naik 2%
dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan
semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%. Bahkan wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar utama perseroan juga terkoreksi sebesar 13,4% dibandingkan
tahun 2018.
Perseroan juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa
pasar
di wilayah Sumbagsel yang
merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.
“Bahkan pangsa pasar SMBR terbesar berada di
Sumatera Selatan saat ini mencapai
64% atau naik 11% dari tahun sebelumnya, sementara di Lampung telah mencapai 24% dan Jambi
mencapai 15%”
ujar Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama SMBR.
Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan
semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%.
Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong
oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.
Pada Semester I/2019, kinerja pendapatan Perseroan berhasil tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari
Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Begitu pula laba kotor
Perseroan yang tumbuh 41% menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5
Milyar di tahun 2018 karena berbagai pogram
efisiensi yang dilaksanakan sepanjang Semester I/2019 sehingga Perseroan mampu
menurunkan
beban pokok penjualan sebesar 9%.
Laba
usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar
di tahun 2018. Namun laba bersih
Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun
2018 karena meningkatnya beban keuangan
dan pajak penghasilan.
Pada Semester II/2019 Perseroan akan terus melakukan
berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR sepanjang tahun 2019 dengan
konsisten menerapkan ‘Inisiatif Tiga Gajah” yang
merupakan langkah strategis manajemen untuk melakukan efisiensi biaya melalui cement
making centre dan penggunaan batubara kalori rendah, peningkatan penjualan dan pangsa pasar dengan memperkuat saluran
distribusi dan perluasan area pasar, serta perbaikan proses bisnis, kebijakan
dan sistem untuk percepatan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk
meningkatkan daya saing dan kinerja Perseroan kedepannya.
Saat ini
Perseroan juga sedang mengembangkan berbagai lini bisnis baru untuk memperluas
area pasar meliputi diversifikasi jenis produk semen yang ditawarkan dan mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir melalui produk turunan
semen hingga bisnis non semen lainnya, baik berupa semen mortar, pembuatan bata
ringan dan batching plant. {}
PALEMBANG – Sepanjang
Semester I/2019, permintaan semen nasional masih menunjukkan penurunan sebesar
2,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Bahkan untuk wilayah Sumbagsel
yang menjadi basis utama pasar SMBR, permintaan semen mengalami penurunan
sebesar 13,4% dibandingkan 2018.
Meskipun kondisi demand mengalami koreksi negatif yang
cukup besar, Perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan pada Semester
I/2019 menjadi sebesar
883.622 ton atau meningkat 2% dari 863.984 ton dari periode
sebelumnya, serta market
share Perseroan di wilayah Sumbagsel meningkat sebesar 5% menjadi 35% dari
periode sebelumnya.
“Saat ini market share
SMBR terbesar berada di Sumsel yang saat ini mencapai 63% dan Lampung yang mencapai 24%” tambah Jobi.
Dengan peningkatan
kinerja penjualan SMBR di Semester I/2019 dan melihat potensi pertumbuhan di
Semester II/2019, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim optimis bahwa
perseroan yang dipimpinnya mampu meningkatkan penjualan semen pada tahun 2019 dengan cukup signifikan dibandingkan
pencapaian tahun 2018.
“Kami optimis permintaan
semen akan terus meningkat di Semester II/2019, tentunya didukung dengan
dimulainya proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah
sebelumnya sempat tertunda di Semester I karena hari raya lebaran dan pemilu
2019” ujar Jobi.
Begitu pula dengan
kinerja keuangan SMBR, Pendapatan perseroan pada Semester I/2019 pun tumbuh 6%
menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Dengan berbagai
program efisiensi yang dilaksanakan Perseroan sepanjang Semester I/2019, Perseroan berhasil
menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9% sehingga laba kotor Perseroan pun
naik menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018.
Laba usaha perseroan pun
berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun
laba bersih
Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di
tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha berupa beban keuangan dan pajak
penghasilan badan.
Kedepannya perseroan akan
terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR di Semester
II/2019 dengan meningkatkan penjualan dan program efisiensi biaya produksi dan
biaya usaha, diantaranya melalui penurunan biaya energi dengan menggunakan nilai kalori batubara
yang lebih optimal dan penurunan indeks penggunaan bahan baku utama.{}
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2019/09/IMG_4942.jpg18562784Admin SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngAdmin SMBR2019-09-12 11:15:532019-09-12 11:15:54Penjualan SMBR Tumbuh di Semester I/2019
PALEMBANG – PT Semen Baturaja
(Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019.
Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai
sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun
sebelumnya. Direktur Utama SMBR, Jobi
Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR
tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh
sebesar 14%.
Jobi menambahkan, pada Februari
2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih
mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR.
“Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai
pasar utama” sambung Jobi.
Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR
akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun
ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan
akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai
proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.