JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp. 1,7 Triliun dengan lima perbankan pada hari Kamis (13/08) di Hotel Sari Pacific Jakarta.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur
Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang didampingi oleh Direktur Keuangan SMBR,
M. Jamil bersama dengan pimpinan dari 5 (lima) perbankan yang terlibat dalam
pemberian fasilitas kredit sindikasi.
Adapun perbankan yang menjadi Mandated Lead
Arranger and Bookrunner (MLAB) pada pemberian fasilitas kredit sindikasi ini
adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga bertindak sebagai Agen
Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan.
Selain itu, perbankan lainnya yang juga terlibat
dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi ini antara lain, BPD Jawa Barat dan
Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel), BPD
Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan BPD Bengkulu (Bank Bengkulu).
Jangka waktu untuk pembayaran kembali kredit sindikasi
tersebut adalah selama 11 (sebelas) tahun sejak penandatanganan perjanjian
kredit, dengan pembayaran dilakukan secara triwulan dan akan dimulai pada bulan
November 2020.
Dana yang diperoleh dari kredit sindikasi ini nantinya
akan digunakan untuk pembiayaan kembali (repackaging) fasilitas kredit yang
digunakan SMBR dalam membiayai pelaksanaan pembangunan proyek Pabrik Semen
Baturaja II dengan kapasitas produksi semen sebesar 1.850.000 ton/tahun yang
telah beroperasi sejak 2017 lalu.{}
Sekilas Tentang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) merupakan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri semen dengan
pusat operasional di Sumatera Selatan (Palembang, Baturaja) dan Lampung
(Panjang). Komposisi kepemilikan saham SMBR hingga akhir Juni 2020 adalah
75,51% milik Pemerintah Republik Indonesia dan 24,49% milik Masyarakat.
Produk yang dihasilkan oleh pabrik milik SMBR
dengan kapasitas produksi semen sebesar 3.850.000 ton/tahun, antara lain:
Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II dan V, Portland Composite Cement (PCC)
dan Mortar.
Ditengah pandemi Covid-19, SMBR di tahun 2020 tetap fokus untuk meningkatkan penjualan produk semennya di wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar basis dan gencar melakukan ekspansi ke wilayah pasar lainnya seperti di Pontianak, Kalimantan dan Riau. {}
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/08/Penandatanganan-Perjanjian-Kredit-Sindikasi-SMBR-dengan-Kreditur-Sindikasi-1.jpg8961340IR SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngIR SMBR2020-08-13 10:53:452020-09-30 22:53:31Semen Baturaja Memperoleh Fasilitas Kredit Sindikasi Senilai Rp 1.7 Triliun
Manajemen Laporkan Kinerja Penjualan Relatif Stabil Ditengah Penurunan
Demand Semen Nasional Sepanjang 2019
Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah
satu perusahaan BUMN di Sumatera Selatan yang bergerak di industri semen baru
saja menggelar Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di
Hotel Sari Pacific Jakarta, 05 Agustus 2020 yang dipimpin langsung oleh
Komisaris Independen Perseroan, Darusman Mawardi.
Pada RUPST tersebut, telah disepakati penggunaan
laba bersih SMBR tahun buku 2019 sebesar Rp.30,072 Milyar, ditetapkan dividen
payout ratio sebesar 20,48 persen dengan total nilai dividen tunai sebesar
Rp.6,158 Milyar. Sisa sebesar Rp.23,913 Milyar ditetapkan sebagai cadangan
lainnya.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus
perseroan. Perubahan susunan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam
menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima
kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus
perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.
Perubahan Susunan Pengurus
Perseroan adalah sebagai berikut :
Dede
Parasade yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran digantikan oleh
Mukhamad Saifudin
Harjanto
yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama digantikan oleh Franky
Sibarani
Dewi
Yustisiana yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris independen digantikan
oleh Endang Tirtana
Pemberhentian
Kiki Rizki Yoctavian sebagai Komisaris karena berakhirnya periode/masa jabatan
Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru
berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2019 :
Komisaris
Utama :
Franky Sibarani
Komisaris :
Oke Nurwan
Komisaris
Independen :
Darusman Mawardi
Komisaris
Independen :
Endang Tirtana
Direktur
Utama :
Jobi Triananda Hasjim
Direktur
Produksi & Pengembangan :
Daconi
Direktur
Keuangan :
M. Jamil
Direktur
Umum & SDM :
Amrullah
Direktur Pemasaran :
Mukhamad Saifudin
Selain menyetujui besaran pembagian dividen dan
perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST juga menyetujui laporan mengenai
keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2019. Pada laporan yang disampaikan
oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan melaporkan
kinerja penjualan relatif stabil ditengah penurunan permintaan semen nasional
sepanjang tahun 2019. Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan sebesar
2.119.772 ton hampir sama seperti tahun 2018 di tengah kondisi industri semen
yang masih oversupply dan melambatnya pertumbuhan permintaan semen di Sumatera
Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Kinerja penjualan SMBR tersebut masih lebih baik
daripada total konsumsi (demand) semen di Sumbagsel yang berdasarkan data dari Asosiasi Semen
Indonesia (ASI) turun hingga 9,3% disepanjang 2019 yang menjadi pasar utama
SMBR” tambah Jobi.
Didukung dengan strategi pemasaran yang efektif,
SMBR sepanjang 2019 juga mampu meningkatkan market share di wilayah Sumbagsel
sebesar 2% menjadi 35% dari tahun sebelumnya. Dengan kontribusi market share
terbesar di Sumsel mencapai 63% dan Lampung 21%, disusul Jambi 15%, Bengkulu
10% dan Bangka Belitung 4%.
SMBR juga berhasil mencatatkan pendapatan sepanjang
tahun 2019 sebesar Rp. 2,0 Triliyun atau tumbuh 1% dibandingkan dengan
pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp. 1,996 Triliyun.
Dengan berbagai program efisiensi yang
dilaksanakan, SMBR selama tahun 2019 berhasil menurunkan COGS sebesar 12%
sehingga laba kotor SMBR pun naik 24% menjadi Rp.875 Milyar dari Rp.707 Milyar
di tahun 2019. SMBR juga berhasil mempertahankan laba usaha sebesar Rp. 234
Milyar di tahun 2019.
Namun laba bersih SMBR di tahun 2019 mengalami
penurunan menjadi Rp. 30 Milyar karena peningkatan beban keuangan karena adanya
beban biaya bunga atas kredit investasi Pabrik Baturaja II sebesar Rp.100
Milyar dan bunga pinjaman MTN sebesar Rp.25 Milyar. Current ratio dan Debt to
Equity Ratio (DER) SMBR pun masih berada di level yang aman yaitu 229% dan 60%.
RUPST ini juga menyetujui beberapa usulan lainnya
pada agenda rapat meliputi: Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan
Komisaris selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku
2019. Serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig
acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan
pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;
Pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan
bina lingkungan tahun buku 2019, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan
tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;
Penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris
perseroan tahun buku 2019 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk
tahun buku 2020;
Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.{}
Bantu Permodalan, Promosi Hingga Libatkan Mitra Binaan Dalam Supplai Bantuan Masker
PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) Baturaja menggerakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ditengah masa pandemi Covid-19 untuk dapat membantu membangkitkan aktivitas pengusaha kecil menengah.
UMKM memiliki peran penting dalam perputaran
perekonomian di Indonesia. Di masa pandemi seperti ini, banyak pelaku usaha
terkena dampak yang signifikan sehingga menurunkan pendapatan mereka.
“Semen Baturaja berusaha menggairahkan aktivitas
UMKM dan memupuk kembali semangat mereka untuk menggeliatkan perekonomian” ujar
Vice President Corporate Secretary SMBR, Basthony Santri.
Sejak tahun 1991, SMBR telah berkomitmen untuk
menyalurkan dana kemitraan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh
para pelaku usaha. Hingga saat ini, telah terdaftar lebih dari 2000 UMKM yang
telah menjadi mitra binaan Perseroan.
Tak hanya membantu dalam permodalan usaha saja,
Semen Baturaja juga secara rutin mengadakan berbagai program pelatihan
manajemen, keterampilan, dan promosi serta aktif mensosialisasikan agar UMKM
lebih mampu menyesuaikan diri dan responsif dalam melihat peluang bisnis selama
pandemi Covid-19.
“Melalui RKB Baturaja kita bantu para pelaku usaha
belajar membuat masker, karena produk inilah yang dibutuhkan masyarakat saat
ini” Katanya
SMBR pun turut melibatkan UMKM yang menjadi mitra
binaannya untuk memproduksi masker kain (non medis) yang merupakan salah satu
bantuan dari Perseroan kepada sejumlah Satgas di masing-masing daerah seperti
Kota Palembang, Kota Baturaja, dan Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu, bentuk dukungan lainnya yang diberikan
kepada para UMKM adalah dengan menggelar berbagai pelatihan melalui video
conference sesuai protokol kesehatan Covid-19. Materi pelatihan yang diberikan
pun sangat sesuai dengan situasi saat ini, seperti Branding Selama Masa
Pandemik, Strategi Konten Marketing dan Copy Writing dan Pencatatan Keuangan
Digital.
SMBR melalui RKB Baturaja juga bekerjasama dengan
Tim Gapura Digital Google Indonesia membuka kelas Focus Group Discussion (FGD)
bagi UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja. Agar para pelaku UMKM secara
aktif dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di tengah Pandemi
Covid-19 serta memberikan pendapat dan saran atas kendala yang dihadapi pelaku
UMKM lainnya dengan dibantu fasilitator yang akan memberikan solusi atas
kendala yang dihadapi
Di tahun 2020 ini pun, SMBR melalui RKB Baturaja
menggandeng OKU GO Indonesia sebagai salah satu mitra dalam pemasaran produk
UMKM binaannya.
OKU GO Indonesia merupakan aplikasi karya
putra-putri asli Sumatera Selatan yang memiliki fitur jasa ojek online, pemasanan
makanan dan minuman yang siap diantarkan ke tujuan. Ditengah Pandemi Covid-19
yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga Physical Distancing, produk UMKM
yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja semakin mudah dipasarkan dan mampu
menjangkau wilayah yang lebih luas.
Berbagai upaya untuk mendorong para pelaku UMKM
agar terus produktif telah dilakukan SMBR secara komprehensif baik dari sisi
permodalan, produksi bahkan pemasaran produknya guna menyukseskan program
“Dengan harapan seluruh kegiatan UMKM dapat berjalan dan perekonomian Indonesia pulih kembali’’ Pungkasnya.{}
Optimis rebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020
PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja melakukan pengiriman perdana produk semennya ke Pontianak. Produk semen SMBR diangkut dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang menuju Pontianak pada Rabu, 10 Juni 2020.
Direktur Pemasaran SMBR, Dede Parasade, mengemukakan pengiriman produk
semennya ke Pontianak kali ini merupakan tindak lanjut dari market trial yang
telah dilakukan Perseroan sejak 2019 lalu. Pada pengiriman perdana ini telah
diangkut sebanyak 750 ton semen.
Dede menjelaskan bahwa di bulan Juni ini akan dilakukan 2 kali
pengiriman dengan kapasitas total sebanyak 2.750 ton.
“Apabila pengiriman perdana ini berhasil dengan baik, SMBR telah
menyiapkan kontrak jangka panjang dengan distributor lokal” katanya.
Pengiriman perdana produk semen SMBR ini bekerjasama dengan PT
Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo II (Persero)
yang berperan sebagai perusahaan bongkar muat yang ditunjuk SMBR untuk jasa
handling.
Dede mengemukakan bahwa SMBR melakukan ekspansi ke pasar semen di
Pontianak sebagai salah satu langkah strategis Perseroan untuk meningkatkan
utilisasi pabrik yang ada. Selain itu, kata Dede, Perseroan menilai pasar semen
di Kalimantan khususnya di Pontianak masih sangat prospektif untuk dikembangkan
walaupun industri semen nasional oversupply.
“Kami optimis mampu merebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak
sepanjang 2020” ujarnya.
Dede menjelaskan bahwa selain fokus pada penjualan semen di pasar
Sumbagsel, SMBR kedepannya akan terus gencar menggarap wilayah pasar baru
walaupun kondisi industri semen nasional saat ini masih oversupply dan
pertumbuhannya cenderung negatif karena terdampak pandemi Covid-19.
“Dengan masuknya produk semen SMBR di Pontianak, kami ingin membuktikan
bahwa SMBR juga mampu merambah pasar baru di luar Sumatera” tambahnya.
Selain Pontianak, SMBR pun sudah menyiapkan sejumlah wilayah pasar baru
di luar Sumatera yang siap digarap untuk pemasaran produk semennya guna
mencapai target Perseroan di 2020.
“Bahkan saat ini, kami sudah mulai melirik peluang di pasar ekspor semen dan klinker” tutup Dede.{}
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/06/Semen-Baturaja-Mulai-Pasarkan-Produk-Semennya-di-Pontianak-3.jpg13652048IR SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngIR SMBR2020-06-10 13:34:552020-06-12 14:29:39Semen Baturaja Mulai Pasarkan Produk Semennya di Pontianak
PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) kembali menyalurkan sejumlah bantuan alat kesehatan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang, pada Rabu (13/05) sebagai salah satu bentuk kesiagaan perusahaan atas dikeluarkannya Surat Keputusan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan RI.
Disusul oleh adanya laporan peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di
Sumatera Selatan per tanggal 14 Mei 2020 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Sumatera Selatan yang telah mencapai 441 orang.
“Dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, garda terdepan
tersebut harus memiliki pertahanan yang kuat.” Ujar Fuad Azizi selaku Senior
Manager Corporate Social Responsibility yang mewakili Manajemen SMBR ketika
menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa di Rumah
Dinas Walikota Palembang.
Bantuan alat kesehatan yang disalurkan berupa Masker Medis sebanyak 1.250
pcs, Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 Pcs, Handscoon sebanyak 5000 pcs,
Kacamata Googles sebanyak 50 Pcs, Hand Sanitizer 50 Liter, dan Masker Kain
2.000 pcs. Selain itu pada kesempatan yang sama, SMBR juga memberikan sebanyak
438 Paket Sembako.
“Kami juga berbagi paket sembako gratis kepada personil yang tergabung
dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang. Semoga
bantuan yang kami berikan bermanfaat” tambah Fuad.Sebelumnya, SMBR yang juga
ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan
bantuan alat kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah
Ogan Komering Ulu (OKU).
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/05/SMBR-Salurkan-Bantuan-Alat-Kesehatan-Melalui-Tim-Gugus-Tugas-Percepatan-Penanganan-Covid-19-Kota-Palembang-1.jpg8721319IR SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngIR SMBR2020-05-14 09:45:392020-06-11 10:40:08SMBR Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang
BATURAJA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, PT Semen
Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR kembali menunjukan kepeduliannya kepada warga
di sekitar Pabrik Baturaja.
Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui pembagian bantuan paket sembako yang
selama ini telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
Pada tahun ini, Semen Baturaja membagikan sebanyak 18.450 paket sembako
gratis yang didistribusikan ke Enam Kelurahan dan Dua Desa yang berada di
sekitar Pabrik Baturaja.
Pembagian paket sembako gratis yang berupa bahan pangan pokok dan makanan
instan ini telah dilakukan secara bertahap mulai Rabu (13/05) meliputi Kelurahan
Air Gading, Sukajadi, Talang Jawa, Tanjung Agung, Batu Kuning, Saung Naga dan
Desa Pusar serta Desa Laya yang memang berbatasan langsung dengan Pabrik
Semen Baturaja.
Masing – masing paket sembako gratis tersebut dibagikan melalui Kantor
Kelurahan dan Desa setempat. Selanjutnya Manajemen Semen
Baturaja menyerahkan kepada pihak
Kelurahan dan Desa mengenai teknis penyaluran dan distribusi paket sembako gratis
tersebut kepada warga yang membutuhkan
di masing-masing wilayah mengingat adanya larangan pemerintah untuk melakukan
kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.
Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi
Triananda Hasjim mengatakan bahwa kegiatan pembagian paket sembako gratis ini
merupakan salah satu rangkaian program CSR perusahaan yang telah dianggarkan sebagai
bentuk kepedulian kepada lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitar
pabrik yang ditujukan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi
Covid-19.“Bantuan ini pun diberikan
bertepatan dengan momen Bulan Suci Ramadhan, semoga dapat membantu meringankan
kebutuhan pangan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa, sehingga membawa
keberkahan bagi seluruh insan di Semen Baturaja” pungkasnya.
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/05/SMBR-Salurkan-18.450-Paket-Sembako-Gratis-Untuk-Warga-Ring-1-Sekitar-Pabrik-Baturaja-1.jpg7811080IR SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngIR SMBR2020-05-13 08:44:382020-06-11 10:42:44Sambut Bulan Suci Ramadhan, Semen Baturaja Salurkan 18.450 Paket Sembako Gratis untuk Warga di Sekitar Pabrik Baturaja
BATURAJA – Wabah virus Corona (Covid-19)
telah menyebar di lebih dari 282
kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada
penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini. Per
tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, PT Semen
Baturaja (Persero) Tbk atau Semen Baturaja
kembali menyalurkan sejumlah bantuan Alat Kesehatan
kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin (27/04). Bantuan
diserahkan langsung oleh Vice President
Operation I Semen Baturaja, Eko David Irawan kepada Bupati OKU, Kuryana Aziz di Rumah Kabupaten OKU.
Semen Baturaja yang ditunjuk
sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan berupa baju APD Medis 100 pcs,
Masker Medis 2500 pcs, Masker Non Medis (American Drill) 8000 pcs,
Kacamata Goggle 100 pcs, Handscoon 10000 pcs, Hand Sanitizer 100 liter dan masker kain 1000 pcs.
‘’Kami bersama
seluruh BUMN yang ada di Provinsi Sumsel bergotong-royong dan memberikan dukungan khususnya kepada pemerintah dalam
berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona utamanya di Wilayah OKU’’ ujar Eko David Irawan.
Selain dari CSR perusahaan, bantuan alat kesehatan yang telah diserahkan
tersebut juga berasal dari Serikat
Karyawan Semen Baturaja (SKSB) dan Baitul Maal Karyawan Semen Baturaja.
“Sebagai bentuk kepedulian Karyawan/ti Semen Baturaja yang telah
berdonasi untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19” tambahnya.
Lebih lanjut Eko David berharap bantuan yang diberikan dapat segera
didistribusikan, utamanya kepada tenaga medis maupun masyarakat di Kabupaten
OKU.
Sebelumnya, Semen Baturaja yang juga tergabung dalam Satgas Bencana BUMN
Wilayah Sumsel bersama 46 BUMN telah
menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 berupa alat kesehatan kepada
Pemerintah Provinsi Sumsel.
Selain memberikan bantuan peralatan kesehatan, Semen Baturaja juga turut berkontribusi secara langsung dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 dengan
melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU
yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.
“Bahkan kami menurunkan tim dari Semen Baturaja untuk membantu melakukan tracing dan penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah ODP & PDP Covid-19 di Kab. OKU” pungkas Eko David.
https://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2020/04/SMBR-Peduli-Pandemik-Covid-19-7.jpg9001193IR SMBRhttps://semenbaturaja.co.id/wp-content/uploads/2026/01/LOGO-SMBR-BARU-Persero.pngIR SMBR2020-04-28 11:19:442020-04-28 11:24:19Semen Baturaja Peduli Pandemik Covid-19, Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Melalui Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah OKU
Terapkan Berbagai Tindakan Pencegahan Sesuai Dengan Protokol dari Pemerintah Pusat
PALEMBANG – Penyebaran
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal 05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan
pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat
dan 16 orang diantaranya
dinyatakan positif Covid-19.
Pemerintah terus menghimbau
masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19
dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan
kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan
kebijakan pembatasan sosial berskala besar.
PT Semen Baturaja (Persero)
Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah
melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan
protokol dari pemerintah pusat, seperti :
Melakukan
sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti
SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen
RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.
Melakukan
Sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti
SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk,
poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR.
Menerbitkan
SOP Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19 bagi Karyawan/ti SMBR dan
Keluarganya.
Mewajibkan
pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization
chamber bagi Karyawan/ti dan Tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik
SMBR.
Menyediakan
peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti
hand sanitizer untuk setiap Karyawan/ti dan ditempatkan di area publik,
menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site
bagi Karyawan/ti yang sakit.
Melakukan
sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.
Menerapkan
kebijakan Work From Home (WFH) bagi Karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari
50 tahun dan Ibu hamil. Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih
rentan terhadap Covid-19.
Menerapkan
kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi
berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam
pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta.
Mengoptimalkan
penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat
koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.
Membatasi
pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR.
Penerimaan
dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam
bentuk softcopy melalui email.
SMBR juga tergabung dan
berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi
Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah
penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.
Sebagai contoh, SMBR bersama
dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada
berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26
Maret lalu.
“Selain itu, saat ini kami
juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan
seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang
membutuhkan” pungkasnya.
Langkah dan kebijakan yang
telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19 bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti
dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja
dengan aman dan nyaman.
“Sehingga kami pastikan kegiatan
operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan
adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.
Kendati kegiatan operasional
perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai
merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.
“Kami proyeksikan adanya
penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak
Covid-19” ujarnya
Hingga Februari saja,
penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan
semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi
pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor
properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.
Dalam upaya menahan penurunan
permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah
mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi
produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta
menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di
pasar basis SMBR.
SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.{}
PALEMBANG – Semen Baturaja menyatakan siap untuk mensuplai 50.000 ton White Clay kepada PT Pusri Palembang di tahun 2020 dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli White Clay pada hari Selasa (21/01).
Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditandatangani pada 2019 lalu.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro di Auditorium Musi Gedung Diklat PT Pusri Palembang.
White Clay yang akan disuplai ke Pusri berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Jobi berkeyakinan kerjasama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan khususnya bagi Pusri karena dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan.
PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) s.d bulan
Oktober 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,698 juta ton
atau telah mencapai 73% dari target di tahun 2019, namun volume penjualan semen
tersebut turun sebesar 3% yoy.
Penurunan volume penjualan tersebut
dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah
memasuki Triwulan IV/2019, meskipun permintaan semen nasional pada bulan
Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu merubah
kondisi permintaan semen nasional sepanjang 2019 yang masih terkoreksi 1,2%
yoy.
Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan
permintaan semen di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis wilayah pemasaran
Semen Baturaja yang terkoreksi hingga 11,7% yoy.
Namun Perseroan berhasil menjaga market share
SMBR di wilayah Sumbagsel hingga bulan Oktober 2019 yang mencapai 34% atau naik
3% yoy.
“Market share tertinggi berada di Sumatera
Selatan yaitu sebesar 64% atau naik 10% yoy.” ujar Direktur Utama SMBR Jobi
Triananda Hasjim.
Pendapatan Perseroan pun sampai dengan Oktober
2019 tetap tumbuh 2% yoy menjadi Rp.1,582 Trilyun dari Rp.1,552 Trilyun.
Jobi juga menyatakan akan terus mengoptimalkan
penjualan semen domestik melalui peningkatan fasilitas distribution centre
untuk mengejar target di sisa 2 (dua) bulan terakhir.
“Saat ini kami sedang membangun dermaga jetty
untuk memudahkan distribusi dari dan ke wilayah Palembang dan Jambi” tambah
Jobi.Selain itu, Perseroan
juga tetap fokus mengembangkan bisnis hulu dan hilir serta melakukan berbagai
efisiensi biaya produksi untuk mengoptimalkan pendapatan di 2019.{}