BATURAJA – Wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebar di lebih dari 282 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini. Per tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau Semen Baturaja kembali menyalurkan sejumlah bantuan Alat Kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin (27/04). Bantuan diserahkan langsung oleh Vice President Operation I Semen Baturaja, Eko David Irawan kepada Bupati OKU, Kuryana Aziz di Rumah Kabupaten OKU.

Semen Baturaja yang ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan berupa baju APD Medis 100 pcs, Masker Medis 2500 pcs, Masker Non Medis (American Drill) 8000 pcs, Kacamata Goggle 100 pcs, Handscoon 10000 pcs, Hand Sanitizer 100 liter dan masker kain 1000 pcs.

‘’Kami bersama seluruh BUMN yang ada di Provinsi Sumsel bergotong-royong dan memberikan dukungan khususnya kepada pemerintah dalam berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona utamanya di Wilayah OKU’’ ujar Eko David Irawan.

Selain dari CSR perusahaan, bantuan alat kesehatan yang telah diserahkan tersebut juga berasal dari Serikat Karyawan Semen Baturaja (SKSB) dan Baitul Maal Karyawan Semen Baturaja.

“Sebagai bentuk kepedulian Karyawan/ti Semen Baturaja yang telah berdonasi untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19” tambahnya.

Lebih lanjut Eko David berharap bantuan yang diberikan dapat segera didistribusikan, utamanya kepada tenaga medis maupun masyarakat di Kabupaten OKU.

Sebelumnya, Semen Baturaja yang juga tergabung dalam Satgas Bencana BUMN Wilayah Sumsel  bersama 46 BUMN telah menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 berupa alat kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel.

Selain memberikan bantuan peralatan kesehatan, Semen Baturaja juga turut berkontribusi secara langsung dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Bahkan kami menurunkan tim dari Semen Baturaja untuk membantu melakukan tracing dan penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah ODP & PDP Covid-19 di Kab. OKU” pungkas Eko David.

Terapkan Berbagai Tindakan Pencegahan Sesuai Dengan Protokol dari Pemerintah Pusat

PALEMBANG – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal  05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat dan 16 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol dari pemerintah pusat, seperti :

  1. Melakukan sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.
  2. Melakukan Sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk, poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR.
  3. Menerbitkan SOP Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19 bagi Karyawan/ti SMBR dan Keluarganya.
  4. Mewajibkan pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization chamber bagi Karyawan/ti dan Tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik SMBR.
  5. Menyediakan peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti hand sanitizer untuk setiap Karyawan/ti dan ditempatkan di area publik, menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site bagi Karyawan/ti yang sakit.
  6. Melakukan sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.
  7. Menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari 50 tahun dan Ibu hamil. Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih rentan terhadap Covid-19.
  8. Menerapkan kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta.
  9. Mengoptimalkan penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.
  10. Membatasi pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR.
  11. Penerimaan dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam bentuk softcopy melalui email.

SMBR juga tergabung dan berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Sebagai contoh, SMBR bersama dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Selain itu, saat ini kami juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan” pungkasnya.

Langkah dan kebijakan yang telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19  bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Sehingga kami pastikan kegiatan operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.

Kendati kegiatan operasional perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.

“Kami proyeksikan adanya penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak Covid-19” ujarnya

Hingga Februari saja, penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.

Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.{}

PALEMBANG – Semen Baturaja menyatakan siap untuk mensuplai 50.000 ton White Clay kepada PT Pusri Palembang di tahun 2020 dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli White Clay pada hari Selasa (21/01).

Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditandatangani pada 2019 lalu.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro di Auditorium Musi Gedung Diklat PT Pusri Palembang.

White Clay yang akan disuplai ke Pusri berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Jobi berkeyakinan kerjasama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan khususnya bagi Pusri karena dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan.



PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) s.d bulan Oktober 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,698 juta ton atau telah mencapai 73% dari target di tahun 2019, namun volume penjualan semen tersebut turun sebesar 3% yoy.

Penurunan volume penjualan tersebut dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah memasuki Triwulan IV/2019, meskipun permintaan semen nasional pada bulan Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu merubah kondisi permintaan semen nasional sepanjang 2019 yang masih terkoreksi 1,2% yoy.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan permintaan semen di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis wilayah pemasaran Semen Baturaja yang terkoreksi hingga 11,7% yoy.

Namun Perseroan berhasil menjaga market share SMBR di wilayah Sumbagsel hingga bulan Oktober 2019 yang mencapai 34% atau naik 3% yoy.

“Market share tertinggi berada di Sumatera Selatan yaitu sebesar 64% atau naik 10% yoy.” ujar Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim.

Pendapatan Perseroan pun sampai dengan Oktober 2019 tetap tumbuh 2% yoy menjadi Rp.1,582 Trilyun dari Rp.1,552 Trilyun.

Jobi juga menyatakan akan terus mengoptimalkan penjualan semen domestik melalui peningkatan fasilitas distribution centre untuk mengejar target di sisa 2 (dua) bulan terakhir.

“Saat ini kami sedang membangun dermaga jetty untuk memudahkan distribusi dari dan ke wilayah Palembang dan Jambi” tambah Jobi.Selain itu, Perseroan juga tetap fokus mengembangkan bisnis hulu dan hilir serta melakukan berbagai efisiensi biaya produksi untuk mengoptimalkan pendapatan di 2019.{}

PALEMBANG – Pada hari Senin (02/12) bertempat di Kantor Pusat PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah berlangsung kunjungan reses anggota DPRD Kota Palembang Dapil VI dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat untuk manajemen SMBR.

Kunjungan Reses dipimpin langsung oleh Dr H Fauzi Achmad SH MH bersama anggota, Siti Suhaifa ( PKB), Sukri Zen (Gerindra), M. Firmansyah SE, MM (PDIP), Fahri Ardianto (Golkar), Ali Subri (Nasdem), Fauzi Ahmad (PAN), Zainal Abidin (Demokrat) dan Ilyas Hasbullah (Demokrat)

Kunjungan para anggota DPRD Kota palembang ini guna meningkatkan kerjasama serta mengajukan beberapa usulan kepada pihak SMBR untuk ditindaklanjuti.

“Tujuan kami kesini selain bersilaturahmi juga mengajukan beberapa usulan untuk ditindaklanjuti seperti pembangunan jalan” kata Ketua Reses Dapil VI sekaligus anggota DPRD Kota Palembang Dr H Fauzi Achmad SH MH saat kunjungan ke SMBR.

Ia melanjutkan sejauh ini pihak SMBR sudah melaksanakan pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya di lingkungan sekitarnya dengan sangat baik.

Senada dengan yang disampaikan pimpinan Reses tersebut, Camat Kertapati Dwi Yudiansyah S.STP juga mengatakan bahwa sejauh ini pihak SMBR sudah banyak membantu masyarakat sekitarnya. Dari perbaikan infrastruktur, sarana kesehatan dan berbagai bantuan lainnya. Ia juga berharap agar SMBR semakin maju.

Basthony Santri selaku Vice President Corporate Secretary SMBR mengatakan bahwa perusahaan telah menyalurkan bantuan CSR kepada warga ring 1 di masing-masing lokasi Pabrik (Palembang, Baturaja & Lampung) yang dibagi dalam 7 bidang yaitu bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah, sarana dan prasarana, pelestarian alam serta pengentasan kemiskinan. Bantuan CSR yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 Tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN yaitu penyisihan laba bersih setelah pajak yang ditetapkan maksimum sebesar 4% untuk dialokasikan pada program CSR.

Perusahaan juga setiap tahunnya secara rutin telah memenuhi kewajiban untuk membayarkan retribusi dan pajak sesuai ketentuan dan aturan berlaku, yang meliputi pajak air permukaan, PBB, pajak kendaraan bermotor, pajak kebersihan dan retribusi perairan pelabuhan kepada masing-masing instansi di pemerintah kota Palembang.

”Untuk usulan yang dikemukakan pada saat kunjungan reses DPRD Kota Palembang Dapil VI telah kami terima dan seterusnya akan kami evaluasi dan kami sampaikan ke Manajemen SMBR.

Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumsel

PALEMBANG – PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) akan menyuplai kebutuhan semen untuk pembangunan rumah swadaya di Sumatera Selatan.

Kerja sama antara SMBR dengan Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim dengan Ketua Forum CSR Kesos Sumsel, July Rianthony disaksikan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Penandatanganan dilakukan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Selasa 21 Oktober 2019. Nota kesepahaman bersama tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditandatangani.

Jobi mengatakan dengan adanya nota kesepahaman ini, SMBR akan menjadi pemasok tunggal kebutuhan semen baik zak maupun curah pada pembangunan dan pembuatan batako untuk pembangunan rumah swadaya yang rencananya akan dimulai pada tahun 2020.

Rencananya program pembangunan rumah swadaya yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR RI dan Forum CSR Kesos Sumsel ini akan membangun sebanyak 1172 (seribu seratus tujuh puluh dua) unit rumah untuk kota Palembang dan 800 (delapan ratus) unit untuk wilayah kabupaten Banyuasin.

Jobi mengutarakan kerjasama dengan Forum CSR Kesos Sumsel ini menjadi momentum yang sangat baik bagi SMBR untuk memperkuat brand image sebagai produsen semen kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

“Kami selalu berusaha untuk berkontribusi pada berbagai proyek pembangunan di Sumsel, agar setiap orang merasakan keberadaan Semen Baturaja” tambah Jobi.

Produk semen milik SMBR pun sudah teruji digunakan untuk berbagai kebutuhan proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah dan swasta di Sumsel seperti LRT, jalan tol, jembatan bahkan pembangunan pelabuhan.

“Keunggulan inilah yang terus kami pertahankan, agar SMBR terus menjadi primadona di Sumatera Selatan” pungkasnya.

Forum CSR Kesos Sumsel sendiri dibentuk untuk mengkoordinasikan, menginisiasi, memfasilitasi dan mensinergikan potensi pelaku usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengoptimalkan implementasi tanggungjawab sosial di dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai upaya percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesejahteraan sosial.{}

PALEMBANG – Ditengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan, permintaan semen di wilayah Sumbagsel justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja (SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. Semen Baturaja berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019, atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.

“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen di Triwulan III/2019 mulai membaik” ujar Jobi.

Pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi berada di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019 mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu menggerek market share SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70% atau naik 5% dari bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.

Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil menggerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi Rp.209,4 Milyar dari Rp.189,9 Milyar dibandingkan bulan Juli 2019.

Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019.

“Seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya” tambah Jobi.

Selain itu, Perseroan juga akan tetap fokus mengembangkan sektor retail sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di tingkat retail dan consumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, Semen Baturaja (SMBR) berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530 ton menjadi 883.622 ton atau naik 2% dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%. Bahkan wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar utama perseroan juga terkoreksi sebesar 13,4% dibandingkan tahun 2018.

Perseroan juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Bahkan pangsa pasar SMBR terbesar berada di Sumatera Selatan saat ini mencapai 64% atau naik 11% dari tahun sebelumnya, sementara di Lampung telah mencapai 24% dan Jambi mencapai 15%” ujar Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama SMBR.

Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%. Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada Semester I/2019, kinerja pendapatan Perseroan berhasil tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Begitu pula laba kotor Perseroan yang tumbuh 41% menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018 karena berbagai pogram efisiensi yang dilaksanakan sepanjang Semester I/2019 sehingga Perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9%.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya  beban keuangan dan pajak penghasilan.

Pada Semester II/2019 Perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR sepanjang tahun 2019 dengan konsisten menerapkan ‘Inisiatif Tiga Gajah” yang merupakan langkah strategis manajemen untuk melakukan efisiensi biaya melalui cement making centre dan penggunaan batubara kalori rendah, peningkatan penjualan dan pangsa pasar dengan memperkuat saluran distribusi dan perluasan area pasar, serta perbaikan proses bisnis, kebijakan dan sistem untuk percepatan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja Perseroan kedepannya.

Saat ini Perseroan juga sedang mengembangkan berbagai lini bisnis baru untuk memperluas area pasar meliputi diversifikasi jenis produk semen yang ditawarkan dan mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir melalui produk turunan semen hingga bisnis non semen lainnya, baik berupa semen mortar, pembuatan bata ringan dan batching plant. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, permintaan semen nasional masih menunjukkan penurunan sebesar 2,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Bahkan untuk wilayah Sumbagsel yang menjadi basis utama pasar SMBR, permintaan semen mengalami penurunan sebesar 13,4% dibandingkan 2018.

Meskipun kondisi demand mengalami koreksi negatif yang cukup besar, Perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan pada Semester I/2019 menjadi sebesar 883.622 ton atau meningkat 2% dari 863.984 ton dari periode sebelumnya, serta market share Perseroan di wilayah Sumbagsel meningkat sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Saat ini market share SMBR terbesar berada di Sumsel yang saat ini mencapai 63% dan Lampung yang mencapai 24%” tambah Jobi.

Dengan peningkatan kinerja penjualan SMBR di Semester I/2019 dan melihat potensi pertumbuhan di Semester II/2019, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim optimis bahwa perseroan yang dipimpinnya mampu meningkatkan penjualan semen pada tahun 2019 dengan cukup signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2018.

“Kami optimis permintaan semen akan terus meningkat di Semester II/2019, tentunya didukung dengan dimulainya proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah sebelumnya sempat tertunda di Semester I karena hari raya lebaran dan pemilu 2019” ujar Jobi.

Begitu pula dengan kinerja keuangan SMBR, Pendapatan perseroan pada Semester I/2019 pun tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan Perseroan sepanjang Semester I/2019, Perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9% sehingga laba kotor Perseroan pun naik menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha berupa beban keuangan dan pajak penghasilan badan.

Kedepannya perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR di Semester II/2019 dengan meningkatkan penjualan dan program efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, diantaranya melalui penurunan biaya energi dengan menggunakan nilai kalori batubara yang lebih optimal dan penurunan indeks penggunaan bahan baku utama.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.  Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.