JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp. 1,7 Triliun dengan lima perbankan pada hari Kamis (13/08) di Hotel Sari Pacific Jakarta.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang didampingi oleh Direktur Keuangan SMBR, M. Jamil bersama dengan pimpinan dari 5 (lima) perbankan yang terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi.

Adapun perbankan yang menjadi Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB) pada pemberian fasilitas kredit sindikasi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga bertindak sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan.

Selain itu, perbankan lainnya yang juga terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi ini antara lain, BPD Jawa Barat dan Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel), BPD Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan BPD Bengkulu (Bank Bengkulu).

Jangka waktu untuk pembayaran kembali kredit sindikasi tersebut adalah selama 11 (sebelas) tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan pembayaran dilakukan secara triwulan dan akan dimulai pada bulan November 2020.

Dana yang diperoleh dari kredit sindikasi ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan kembali (repackaging) fasilitas kredit yang digunakan SMBR dalam membiayai pelaksanaan pembangunan proyek Pabrik Semen Baturaja II dengan kapasitas produksi semen sebesar 1.850.000 ton/tahun yang telah beroperasi sejak 2017 lalu.{}

Sekilas Tentang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri semen dengan pusat operasional di Sumatera Selatan (Palembang, Baturaja) dan Lampung (Panjang). Komposisi kepemilikan saham SMBR hingga akhir Juni 2020 adalah 75,51% milik Pemerintah Republik Indonesia dan 24,49% milik Masyarakat.

Produk yang dihasilkan oleh pabrik milik SMBR dengan kapasitas produksi semen sebesar 3.850.000 ton/tahun, antara lain: Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II dan V, Portland Composite Cement (PCC) dan Mortar.

Ditengah pandemi Covid-19, SMBR di tahun 2020 tetap fokus untuk meningkatkan penjualan produk semennya di wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar basis dan gencar melakukan ekspansi ke wilayah pasar lainnya seperti di Pontianak, Kalimantan dan Riau. {}

Manajemen Laporkan Kinerja Penjualan Relatif Stabil Ditengah Penurunan Demand Semen Nasional Sepanjang 2019

Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN di Sumatera Selatan yang bergerak di industri semen baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Hotel Sari Pacific Jakarta, 05 Agustus 2020 yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen Perseroan, Darusman Mawardi.

Pada RUPST tersebut, telah disepakati penggunaan laba bersih SMBR tahun buku 2019 sebesar Rp.30,072 Milyar, ditetapkan dividen payout ratio sebesar 20,48 persen dengan total nilai dividen tunai sebesar Rp.6,158 Milyar. Sisa sebesar Rp.23,913 Milyar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan susunan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :

  1. Dede Parasade yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran digantikan oleh Mukhamad Saifudin
  2. Harjanto yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama digantikan oleh Franky Sibarani
  3. Dewi Yustisiana yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris independen digantikan oleh Endang Tirtana
  4. Pemberhentian Kiki Rizki Yoctavian sebagai Komisaris karena berakhirnya periode/masa jabatan

Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2019 :

Komisaris Utama                                            : Franky Sibarani

Komisaris                                                          : Oke Nurwan

Komisaris Independen                                   : Darusman Mawardi

Komisaris Independen                                   : Endang Tirtana

Direktur Utama                                               : Jobi Triananda Hasjim

Direktur Produksi & Pengembangan           : Daconi

Direktur Keuangan                                         : M. Jamil

Direktur Umum & SDM                                  : Amrullah

Direktur Pemasaran                                       : Mukhamad Saifudin

Selain menyetujui besaran pembagian dividen dan perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST juga menyetujui laporan mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2019. Pada laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan melaporkan kinerja penjualan relatif stabil ditengah penurunan permintaan semen nasional sepanjang tahun 2019. Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan sebesar 2.119.772 ton hampir sama seperti tahun 2018 di tengah kondisi industri semen yang masih oversupply dan melambatnya pertumbuhan permintaan semen di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Kinerja penjualan SMBR tersebut masih lebih baik daripada total konsumsi (demand) semen di Sumbagsel yang berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) turun hingga 9,3% disepanjang 2019 yang menjadi pasar utama SMBR” tambah Jobi.

Didukung dengan strategi pemasaran yang efektif, SMBR sepanjang 2019 juga mampu meningkatkan market share di wilayah Sumbagsel sebesar 2% menjadi 35% dari tahun sebelumnya. Dengan kontribusi market share terbesar di Sumsel mencapai 63% dan Lampung 21%, disusul Jambi 15%, Bengkulu 10% dan Bangka Belitung 4%.

SMBR juga berhasil mencatatkan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp. 2,0 Triliyun atau tumbuh 1% dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp. 1,996 Triliyun.

Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan, SMBR selama tahun 2019 berhasil menurunkan COGS sebesar 12% sehingga laba kotor SMBR pun naik 24% menjadi Rp.875 Milyar dari Rp.707 Milyar di tahun 2019. SMBR juga berhasil mempertahankan laba usaha sebesar Rp. 234 Milyar di tahun 2019.

Namun laba bersih SMBR di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi Rp. 30 Milyar karena peningkatan beban keuangan karena adanya beban biaya bunga atas kredit investasi Pabrik Baturaja II sebesar Rp.100 Milyar dan bunga pinjaman MTN sebesar Rp.25 Milyar. Current ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) SMBR pun masih berada di level yang aman yaitu 229% dan 60%.

RUPST ini juga menyetujui beberapa usulan lainnya pada agenda rapat meliputi: Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2019. Serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2019, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2019 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2020;

Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.{}

Bantu Permodalan, Promosi Hingga Libatkan Mitra Binaan Dalam Supplai Bantuan Masker

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) Baturaja menggerakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ditengah masa pandemi Covid-19 untuk dapat membantu membangkitkan aktivitas pengusaha kecil menengah.

UMKM memiliki peran penting dalam perputaran perekonomian di Indonesia. Di masa pandemi seperti ini, banyak pelaku usaha terkena dampak yang signifikan sehingga menurunkan pendapatan mereka.

“Semen Baturaja berusaha menggairahkan aktivitas UMKM dan memupuk kembali semangat mereka untuk menggeliatkan perekonomian” ujar Vice President Corporate Secretary SMBR, Basthony Santri.

Sejak tahun 1991, SMBR telah berkomitmen untuk menyalurkan dana kemitraan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh para pelaku usaha. Hingga saat ini, telah terdaftar lebih dari 2000 UMKM yang telah menjadi mitra binaan Perseroan.

Tak hanya membantu dalam permodalan usaha saja, Semen Baturaja juga secara rutin mengadakan berbagai program pelatihan manajemen, keterampilan, dan promosi serta aktif mensosialisasikan agar UMKM lebih mampu menyesuaikan diri dan responsif dalam melihat peluang bisnis selama pandemi Covid-19.

“Melalui RKB Baturaja kita bantu para pelaku usaha belajar membuat masker, karena produk inilah yang dibutuhkan masyarakat saat ini” Katanya

SMBR pun turut melibatkan UMKM yang menjadi mitra binaannya untuk memproduksi masker kain (non medis) yang merupakan salah satu bantuan dari Perseroan kepada sejumlah Satgas di masing-masing daerah seperti Kota Palembang, Kota Baturaja, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya yang diberikan kepada para UMKM adalah dengan menggelar berbagai pelatihan melalui video conference sesuai protokol kesehatan Covid-19. Materi pelatihan yang diberikan pun sangat sesuai dengan situasi saat ini, seperti Branding Selama Masa Pandemik, Strategi Konten Marketing dan Copy Writing dan Pencatatan Keuangan Digital.

SMBR melalui RKB Baturaja juga bekerjasama dengan Tim Gapura Digital Google Indonesia membuka kelas Focus Group Discussion (FGD) bagi UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja. Agar para pelaku UMKM secara aktif dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di tengah Pandemi Covid-19 serta memberikan pendapat dan saran atas kendala yang dihadapi pelaku UMKM lainnya dengan dibantu fasilitator yang akan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi

Di tahun 2020 ini pun, SMBR melalui RKB Baturaja menggandeng OKU GO Indonesia sebagai salah satu mitra dalam pemasaran produk UMKM binaannya.

OKU GO Indonesia merupakan aplikasi karya putra-putri asli Sumatera Selatan yang memiliki fitur jasa ojek online, pemasanan makanan dan minuman yang siap diantarkan ke tujuan. Ditengah Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga Physical Distancing, produk UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja semakin mudah dipasarkan dan mampu menjangkau wilayah yang lebih luas.

Berbagai upaya untuk mendorong para pelaku UMKM agar terus produktif telah dilakukan SMBR secara komprehensif baik dari sisi permodalan, produksi bahkan pemasaran produknya guna menyukseskan program

“Dengan harapan seluruh kegiatan UMKM dapat berjalan dan perekonomian Indonesia pulih kembali’’ Pungkasnya.{}

Optimis rebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja melakukan pengiriman perdana produk semennya ke Pontianak. Produk semen SMBR diangkut dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang menuju Pontianak pada Rabu, 10 Juni 2020.

Direktur Pemasaran SMBR, Dede Parasade, mengemukakan pengiriman produk semennya ke Pontianak kali ini merupakan tindak lanjut dari market trial yang telah dilakukan Perseroan sejak 2019 lalu. Pada pengiriman perdana ini telah diangkut sebanyak 750 ton semen.

Dede menjelaskan bahwa di bulan Juni ini akan dilakukan 2 kali pengiriman dengan kapasitas total sebanyak 2.750 ton.

“Apabila pengiriman perdana ini berhasil dengan baik, SMBR telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan distributor lokal” katanya.

Pengiriman perdana produk semen SMBR ini bekerjasama dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo II (Persero) yang berperan sebagai perusahaan bongkar muat yang ditunjuk SMBR untuk jasa handling.

Dede mengemukakan bahwa SMBR melakukan ekspansi ke pasar semen di Pontianak sebagai salah satu langkah strategis Perseroan untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang ada. Selain itu, kata Dede, Perseroan menilai pasar semen di Kalimantan khususnya di Pontianak masih sangat prospektif untuk dikembangkan walaupun industri semen nasional oversupply.

“Kami optimis mampu merebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020” ujarnya.

Dede menjelaskan bahwa selain fokus pada penjualan semen di pasar Sumbagsel, SMBR kedepannya akan terus gencar menggarap wilayah pasar baru walaupun kondisi industri semen nasional saat ini masih oversupply dan pertumbuhannya cenderung negatif karena terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan masuknya produk semen SMBR di Pontianak, kami ingin membuktikan bahwa SMBR juga mampu merambah pasar baru di luar Sumatera” tambahnya.

Selain Pontianak, SMBR pun sudah menyiapkan sejumlah wilayah pasar baru di luar Sumatera yang siap digarap untuk pemasaran produk semennya guna mencapai target Perseroan di 2020.

“Bahkan saat ini, kami sudah mulai melirik peluang di pasar ekspor semen dan klinker” tutup Dede.{}

PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) kembali menyalurkan sejumlah bantuan alat kesehatan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang, pada Rabu (13/05) sebagai salah satu bentuk kesiagaan perusahaan atas dikeluarkannya Surat Keputusan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan RI.

Disusul oleh adanya laporan peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Selatan per tanggal 14 Mei 2020 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan yang telah mencapai 441 orang.

“Dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, garda terdepan tersebut harus memiliki pertahanan yang kuat.” Ujar Fuad Azizi selaku Senior Manager Corporate Social Responsibility yang mewakili Manajemen SMBR ketika menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Bantuan alat kesehatan yang disalurkan berupa Masker Medis sebanyak 1.250 pcs, Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 Pcs, Handscoon sebanyak 5000 pcs, Kacamata Googles sebanyak 50 Pcs, Hand Sanitizer 50 Liter, dan Masker Kain 2.000 pcs. Selain itu pada kesempatan yang sama, SMBR juga memberikan sebanyak 438 Paket Sembako.

“Kami juga berbagi paket sembako gratis kepada personil yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang. Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat” tambah Fuad.Sebelumnya, SMBR yang juga ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).

BATURAJA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR kembali menunjukan kepeduliannya kepada warga di sekitar Pabrik Baturaja. Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui pembagian bantuan paket sembako yang selama ini telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.

Pada tahun ini, Semen Baturaja membagikan sebanyak 18.450 paket sembako gratis yang didistribusikan ke Enam Kelurahan dan Dua Desa yang berada di sekitar Pabrik Baturaja.

Pembagian paket sembako gratis yang berupa bahan pangan pokok dan makanan instan ini telah dilakukan secara bertahap mulai Rabu (13/05) meliputi Kelurahan Air Gading, Sukajadi, Talang Jawa, Tanjung Agung, Batu Kuning, Saung Naga dan Desa Pusar serta Desa Laya yang memang berbatasan langsung dengan Pabrik Semen Baturaja.

Masing – masing paket sembako gratis tersebut dibagikan melalui Kantor Kelurahan dan Desa setempat. Selanjutnya Manajemen Semen Baturaja menyerahkan kepada pihak Kelurahan dan Desa mengenai teknis penyaluran dan distribusi paket sembako gratis tersebut kepada warga yang membutuhkan di masing-masing wilayah mengingat adanya larangan pemerintah untuk melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.

Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa kegiatan pembagian paket sembako gratis ini merupakan salah satu rangkaian program CSR perusahaan yang telah dianggarkan sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitar pabrik yang ditujukan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.“Bantuan ini pun diberikan bertepatan dengan momen Bulan Suci Ramadhan, semoga dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa, sehingga membawa keberkahan bagi seluruh insan di Semen Baturaja” pungkasnya.

BATURAJA – Wabah virus Corona (Covid-19) telah menyebar di lebih dari 282 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah, meskipun sudah ada penurunan kurva kasus positif dan naiknya kasus sembuh akibat Covid-19 ini. Per tanggal 26 April 2020, tercatat sebanyak 129 kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau Semen Baturaja kembali menyalurkan sejumlah bantuan Alat Kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin (27/04). Bantuan diserahkan langsung oleh Vice President Operation I Semen Baturaja, Eko David Irawan kepada Bupati OKU, Kuryana Aziz di Rumah Kabupaten OKU.

Semen Baturaja yang ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan berupa baju APD Medis 100 pcs, Masker Medis 2500 pcs, Masker Non Medis (American Drill) 8000 pcs, Kacamata Goggle 100 pcs, Handscoon 10000 pcs, Hand Sanitizer 100 liter dan masker kain 1000 pcs.

‘’Kami bersama seluruh BUMN yang ada di Provinsi Sumsel bergotong-royong dan memberikan dukungan khususnya kepada pemerintah dalam berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona utamanya di Wilayah OKU’’ ujar Eko David Irawan.

Selain dari CSR perusahaan, bantuan alat kesehatan yang telah diserahkan tersebut juga berasal dari Serikat Karyawan Semen Baturaja (SKSB) dan Baitul Maal Karyawan Semen Baturaja.

“Sebagai bentuk kepedulian Karyawan/ti Semen Baturaja yang telah berdonasi untuk membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19” tambahnya.

Lebih lanjut Eko David berharap bantuan yang diberikan dapat segera didistribusikan, utamanya kepada tenaga medis maupun masyarakat di Kabupaten OKU.

Sebelumnya, Semen Baturaja yang juga tergabung dalam Satgas Bencana BUMN Wilayah Sumsel  bersama 46 BUMN telah menyalurkan bantuan penanggulangan Covid-19 berupa alat kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel.

Selain memberikan bantuan peralatan kesehatan, Semen Baturaja juga turut berkontribusi secara langsung dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Bahkan kami menurunkan tim dari Semen Baturaja untuk membantu melakukan tracing dan penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah ODP & PDP Covid-19 di Kab. OKU” pungkas Eko David.

Terapkan Berbagai Tindakan Pencegahan Sesuai Dengan Protokol dari Pemerintah Pusat

PALEMBANG – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal  05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat dan 16 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol dari pemerintah pusat, seperti :

  1. Melakukan sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.
  2. Melakukan Sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk, poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR.
  3. Menerbitkan SOP Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19 bagi Karyawan/ti SMBR dan Keluarganya.
  4. Mewajibkan pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization chamber bagi Karyawan/ti dan Tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik SMBR.
  5. Menyediakan peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti hand sanitizer untuk setiap Karyawan/ti dan ditempatkan di area publik, menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site bagi Karyawan/ti yang sakit.
  6. Melakukan sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.
  7. Menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari 50 tahun dan Ibu hamil. Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih rentan terhadap Covid-19.
  8. Menerapkan kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta.
  9. Mengoptimalkan penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.
  10. Membatasi pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR.
  11. Penerimaan dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam bentuk softcopy melalui email.

SMBR juga tergabung dan berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Sebagai contoh, SMBR bersama dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Selain itu, saat ini kami juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan” pungkasnya.

Langkah dan kebijakan yang telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19  bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Sehingga kami pastikan kegiatan operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.

Kendati kegiatan operasional perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.

“Kami proyeksikan adanya penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak Covid-19” ujarnya

Hingga Februari saja, penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.

Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.{}

PALEMBANG – Semen Baturaja menyatakan siap untuk mensuplai 50.000 ton White Clay kepada PT Pusri Palembang di tahun 2020 dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli White Clay pada hari Selasa (21/01).

Sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman sinergi antar BUMN yang telah ditandatangani pada 2019 lalu.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro di Auditorium Musi Gedung Diklat PT Pusri Palembang.

White Clay yang akan disuplai ke Pusri berasal dari tambang dan pabrik milik SMBR serta telah melalui proses produksi dan quality control. Jobi berkeyakinan kerjasama ini akan lebih menguntungkan kedua perseroan khususnya bagi Pusri karena dari segi biaya transportasi akan lebih efisien karena lokasinya yang berdekatan.



PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) s.d bulan Oktober 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,698 juta ton atau telah mencapai 73% dari target di tahun 2019, namun volume penjualan semen tersebut turun sebesar 3% yoy.

Penurunan volume penjualan tersebut dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah memasuki Triwulan IV/2019, meskipun permintaan semen nasional pada bulan Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu merubah kondisi permintaan semen nasional sepanjang 2019 yang masih terkoreksi 1,2% yoy.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan permintaan semen di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis wilayah pemasaran Semen Baturaja yang terkoreksi hingga 11,7% yoy.

Namun Perseroan berhasil menjaga market share SMBR di wilayah Sumbagsel hingga bulan Oktober 2019 yang mencapai 34% atau naik 3% yoy.

“Market share tertinggi berada di Sumatera Selatan yaitu sebesar 64% atau naik 10% yoy.” ujar Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim.

Pendapatan Perseroan pun sampai dengan Oktober 2019 tetap tumbuh 2% yoy menjadi Rp.1,582 Trilyun dari Rp.1,552 Trilyun.

Jobi juga menyatakan akan terus mengoptimalkan penjualan semen domestik melalui peningkatan fasilitas distribution centre untuk mengejar target di sisa 2 (dua) bulan terakhir.

“Saat ini kami sedang membangun dermaga jetty untuk memudahkan distribusi dari dan ke wilayah Palembang dan Jambi” tambah Jobi.Selain itu, Perseroan juga tetap fokus mengembangkan bisnis hulu dan hilir serta melakukan berbagai efisiensi biaya produksi untuk mengoptimalkan pendapatan di 2019.{}