PALEMBANG – Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja Bapak Daconi berkesempatan menjadi pembicara pada Industrial Talk bertajuk “Pengenalan Industri Semen dan Perkembangannya” yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya lewat Zoom Meeting.

Beliau didampingi oleh Vice President Operation I Eko David Irawan, VP Operation II Adi Oktaviandi, Vice President Mining Hendri Irawan M dan Vice President Research & Development M Beni beserta jajarannya.

Industrial Talk yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Subriyer Nasyi, diikuti ratusan Mahasiswa/i dari berbagai Prodi di Fakultas Teknik.

Bapak Daconi berkesempatan untuk menyampaikan materi mengenai pengenalan sekilas tentang Semen Baturaja, beserta produk yang dihasilkan. Serta memberikan pengetahuan baru bagi para Mahasiswa mengenai berbagai skill yang dibutuhkan di dalam industri semen saat ini.

Industrial Talk pun ditutup dengan pesan dari Bapak Daconi untuk para Mahasiswa yang mengikuti jalannya acara agar para Mahasiswa terus tekun dalam melakukan sesuatu dalam bidang apapun. Karena ketekunan menjadi kunci bagi seseorang mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

PALEMBANG – Direktur Umum & SDM Semen Baturaja menjadi Narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIX Tahun 2020 yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (01/09) di Aula Putri Kembang Dadar.

Pelatihan dengan tema “Isu Strategis Kepimpinan Kewirausahaan (Role Model), dihadiri 60 Peserta yang terdiri dari Penjabat Eselon II dan Penjabat yang dipersiapkan untuk menduduki Penjabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota baik di Provinsi Sumsel maupun dari luar Provinsi Sumsel.

Pelatihan ini digelar sebagai upaya untuk memenuhi Standar Kompetensi Manajerial yang harus dimiliki pemangku Jabatan Pimpinan Pratama di Pemerintahan.

Bapak Amrullah berbagi ilmu dan banyak bercerita mengenai pola Kepemimpinan dan dinamika yang dihadapi selama pengalamannya berkarir di Semen Baturaja dan tergabung pada berbagai organisasi.

PALEMBANG – Direktur Umum & SDM Semen Baturaja, Amrullah menjadi salah satu panelis pada Talkshow Perumahan dalam rangka perayaan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2020 yang diadakan pada Jumat (28/08) di Hotel Arya Duta Palembang.

Talkshow yang mengambil tema “Wujudkan Rumah Pertama Bagi MBR & Reformasi Perumahan Nasional”membahas upaya pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk menyediakan rumah bersubsidi dengan harga yang terjangkau, berkualitas dan layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dengan menghadirkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumatera Selatan, Basyarudin Akhmad dan Direktur Pelaksana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Adang Sutara sebagai keynote speech beserta beberapa panelis antara lain Ketua Tim Fasilitasi Program Rumah BP2BT J Rianthony Nata Kusuma, Direktur PT Nusantara Bangun Rumah Hartama B.I Barus, serta perwakilan dari Bank Mandiri dan Bank BTN.

Pada acara tersebut sekaligus juga diumumkan para pemenang Lomba Desain Rumah dan Lomba Fotografi yang diadakan oleh Disperkim Sumsel.

Strategi Tersebut Disampaikan Pada Public Expose Live 2020 yang Diselenggarakan oleh IDX Bekerjasama dengan OJK, KPEI & KSEI

Manajemen Terus Mendorong Penjualan Mortar dan Mengembangkan Fasilitas Produksi White Clay

JAKARTA – Semen Baturaja menjadi Emiten pertama pada Public Expose Live Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) pada Senin (24/08) yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Presentasi mengenai capaian perusahaan sepanjang Semester I/2020 dan rencana di Semester II/2020 disampaikan langsung oleh Direktur Utama, Jobi Triananda Hasjim didampingi Direktur Keuangan, M. Jamil dan Vice President Corporate Secretary, Basthony Santri.

Ditengah penurunan demand semen nasional sepanjang Semester I/2020, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di industri semen telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target di Semester II/2020.

Melihat capaian SMBR di Semester I/2020 tidak begitu menggembirakan, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan bahwa Perseroan akan fokus meningkatkan kinerja penjualan agar dapat mencapai target di Semester II/2020.

Salah satu langkah strategis yang telah dipersiapkan SMBR adalah dengan meningkatkan penjualan varian produk terbarunya seperti Mortar dan White Clay.

“Semester II/2020 ini Mortar dengan brand Baturaja Mortar diluncurkan dan akan dijual secara masal setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan market trial di wilayah Bandar Lampung” ujar Jobi.

Baturaja Mortar hadir dengan 5 (lima) varian yaitu Mortar Acian, Pasangan Bata Ringan, Perekat Keramik, Pasangan Bata & Plesteran dan Acian Putih. SMBR telah menyiapkan dua unit produksi dengan kapasitas 1,5 dan 6 ton per hari (tpd) yang berlokasi di Pabrik Panjang, Lampung untuk mensuplai Mortar.

Selain itu guna mendukung penjualan produk White Clay yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja SMBR, Perseroan juga telah mengembangkan fasilitas produksi White Clay agar dapat memenuhi target 50.000 ton sesuai dengan kontrak penjualan White Clay yang ditandatangani oleh SMBR dengan Pusri yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia.

Sepanjang Semester I/2020 realisasi penjualan White Clay mencapai 15.828 ton atau lebih tinggi 7% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.

“Perseroan optimis target penjualan White Clay di 2020 akan tercapai seiring dengan kesiapan fasilitas produksi” tambah Jobi.

SMBR melalui anak usaha Baturaja Multi Usaha (BMU) juga telah merambah bisnis Bata Ringan sambil mempersiapkan produk turunan lainnya seperti Fibre Cement Board (FCB) dan Beton Porous yang saat ini masih dalam tahap pengujian.

Selain mengembangkan berbagai varian produknya, SMBR juga tetap fokus meningkatkan penjualan semen terutama di pasar basis yaitu Sumbagsel. SMBR pun telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mengejar target di Semester II/2020 seperti melakukan ekspansi pasar di luar Sumbagsel. Pengiriman perdana semen ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak 2.250 ton hingga Juli 2020 menjadi entry point Perseroan untuk memasuki pasar Kalimantan. Bahkan SMBR pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk segera memasuki pasar di Provinsi Riau.

Manajemen SMBR pun telah mengambil langkah efisiensi bahan baku dan energi, memperkuat arus kas dengan melakukan repackaging kredit investasi dan menunda sejumlah anggaran belanja modal agar kinerja Perseroan di 2020 dapat ditingkatkan.

Sepanjang Semester I/2020, SMBR telah mencatatkan volume penjualan semen sebesar 746.612 ton atau mencapai 84% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pencapaian volume penjualan ini sudah cukup baik apabila melihat dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya demand semen secara signifikan di hampir seluruh wilayah Perseroan.

Manajemen pun semakin optimis kinerja SMBR di Semester II/2020 dapat ditingkatkan seiring dengan diluncurkannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Pemerintah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di sektor properti yang menjadi penyerap utama industri semen.{}

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp. 1,7 Triliun dengan lima perbankan pada hari Kamis (13/08) di Hotel Sari Pacific Jakarta.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang didampingi oleh Direktur Keuangan SMBR, M. Jamil bersama dengan pimpinan dari 5 (lima) perbankan yang terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi.

Adapun perbankan yang menjadi Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB) pada pemberian fasilitas kredit sindikasi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga bertindak sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan.

Selain itu, perbankan lainnya yang juga terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi ini antara lain, BPD Jawa Barat dan Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel), BPD Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan BPD Bengkulu (Bank Bengkulu).

Jangka waktu untuk pembayaran kembali kredit sindikasi tersebut adalah selama 11 (sebelas) tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan pembayaran dilakukan secara triwulan dan akan dimulai pada bulan November 2020.

Dana yang diperoleh dari kredit sindikasi ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan kembali (repackaging) fasilitas kredit yang digunakan SMBR dalam membiayai pelaksanaan pembangunan proyek Pabrik Semen Baturaja II dengan kapasitas produksi semen sebesar 1.850.000 ton/tahun yang telah beroperasi sejak 2017 lalu.{}

Sekilas Tentang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri semen dengan pusat operasional di Sumatera Selatan (Palembang, Baturaja) dan Lampung (Panjang). Komposisi kepemilikan saham SMBR hingga akhir Juni 2020 adalah 75,51% milik Pemerintah Republik Indonesia dan 24,49% milik Masyarakat.

Produk yang dihasilkan oleh pabrik milik SMBR dengan kapasitas produksi semen sebesar 3.850.000 ton/tahun, antara lain: Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II dan V, Portland Composite Cement (PCC) dan Mortar.

Ditengah pandemi Covid-19, SMBR di tahun 2020 tetap fokus untuk meningkatkan penjualan produk semennya di wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar basis dan gencar melakukan ekspansi ke wilayah pasar lainnya seperti di Pontianak, Kalimantan dan Riau. {}

Bantu Permodalan, Promosi Hingga Libatkan Mitra Binaan Dalam Supplai Bantuan Masker

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) Baturaja menggerakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ditengah masa pandemi Covid-19 untuk dapat membantu membangkitkan aktivitas pengusaha kecil menengah.

UMKM memiliki peran penting dalam perputaran perekonomian di Indonesia. Di masa pandemi seperti ini, banyak pelaku usaha terkena dampak yang signifikan sehingga menurunkan pendapatan mereka.

“Semen Baturaja berusaha menggairahkan aktivitas UMKM dan memupuk kembali semangat mereka untuk menggeliatkan perekonomian” ujar Vice President Corporate Secretary SMBR, Basthony Santri.

Sejak tahun 1991, SMBR telah berkomitmen untuk menyalurkan dana kemitraan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh para pelaku usaha. Hingga saat ini, telah terdaftar lebih dari 2000 UMKM yang telah menjadi mitra binaan Perseroan.

Tak hanya membantu dalam permodalan usaha saja, Semen Baturaja juga secara rutin mengadakan berbagai program pelatihan manajemen, keterampilan, dan promosi serta aktif mensosialisasikan agar UMKM lebih mampu menyesuaikan diri dan responsif dalam melihat peluang bisnis selama pandemi Covid-19.

“Melalui RKB Baturaja kita bantu para pelaku usaha belajar membuat masker, karena produk inilah yang dibutuhkan masyarakat saat ini” Katanya

SMBR pun turut melibatkan UMKM yang menjadi mitra binaannya untuk memproduksi masker kain (non medis) yang merupakan salah satu bantuan dari Perseroan kepada sejumlah Satgas di masing-masing daerah seperti Kota Palembang, Kota Baturaja, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya yang diberikan kepada para UMKM adalah dengan menggelar berbagai pelatihan melalui video conference sesuai protokol kesehatan Covid-19. Materi pelatihan yang diberikan pun sangat sesuai dengan situasi saat ini, seperti Branding Selama Masa Pandemik, Strategi Konten Marketing dan Copy Writing dan Pencatatan Keuangan Digital.

SMBR melalui RKB Baturaja juga bekerjasama dengan Tim Gapura Digital Google Indonesia membuka kelas Focus Group Discussion (FGD) bagi UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja. Agar para pelaku UMKM secara aktif dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di tengah Pandemi Covid-19 serta memberikan pendapat dan saran atas kendala yang dihadapi pelaku UMKM lainnya dengan dibantu fasilitator yang akan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi

Di tahun 2020 ini pun, SMBR melalui RKB Baturaja menggandeng OKU GO Indonesia sebagai salah satu mitra dalam pemasaran produk UMKM binaannya.

OKU GO Indonesia merupakan aplikasi karya putra-putri asli Sumatera Selatan yang memiliki fitur jasa ojek online, pemasanan makanan dan minuman yang siap diantarkan ke tujuan. Ditengah Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga Physical Distancing, produk UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja semakin mudah dipasarkan dan mampu menjangkau wilayah yang lebih luas.

Berbagai upaya untuk mendorong para pelaku UMKM agar terus produktif telah dilakukan SMBR secara komprehensif baik dari sisi permodalan, produksi bahkan pemasaran produknya guna menyukseskan program

“Dengan harapan seluruh kegiatan UMKM dapat berjalan dan perekonomian Indonesia pulih kembali’’ Pungkasnya.{}

Semen Baturaja berhasil mempertahankan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI untuk produk-produk antara lain Ordinary Portland Cement (OPC) Type I, Type II, Type V dan Portland Cement Composite (PCC).

Pemberian Sertifikat Produk dilaksanakan pada Kegiatan Audit Survailen pada tanggal 17-24 Februari 2020 di tiga Site oleh Lembaga Sertifikasi Produk Baristand Industri Palembang (LSPro BIPA) yang merupakan lembaga sertifikasi produk yang independen dan kompeten yang beroperasi secara profesional di bawah pengawasan berbagai pihak di antaranya Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, Komite Akreditasi Nasional, Asosiasi Industri, Perguruan Tinggi dan Pemerintah.

Hal ini sebagai perwujudan dari Misi SMBR untuk menyediakan produk yang berkualitas, ramah lingkungan dan pasokan yang berkesinambungan sehingga membuktikan bahwa SMBR selalu berkomitmen untuk selalu memberikan produk-produk terbaik untuk konsumennya.

Ayo selalu gunakan Semen Baturaja, semen kebanggaan wong kito yang telah terbukti berkualitas dan terjamin mutunya!

PALEMBANG – Bersiap memasuki Fase The New Normal, Semen Baturaja mengadakan Rapid Test Covid-19 untuk seluruh karyawan/ti. Rapid Test untuk Site Palembang, Kantor Perwakilan Jakarta, dan Jambi diadakan pada 9-10 Juni 2020 lalu, Kemudian dilanjutkan Site Baturaja pada 16-17 Juni 2020 dan Site Lampung pada 19 Juni 2020.

Pada pelaksanaan Rapid Test ini, Semen Baturaja bekerja sama dengan RS Pertamina Medika atau Rumah Sakit BUMN di masing-masing daerah.

Pelaksanaan Rapid Test bertujuan untuk mengantisipasi risiko dan potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan SMBR, mengingat dalam waktu dekat, Pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN telah menghimbau agar setiap Perusahaan BUMN menyiapkan sejumlah skenario memasuki Fase The New Normal agar operasional perusahaan dapat berjalan kembali seperti biasanya.

Oleh karena itu, Semen Baturaja telah memperketat Protokol Kesehatan pada setiap aktivitas perusahaan guna memberikan perlindungan bagi karyawan/ti, pelanggan, pemasok, mitra bisnis & stakeholder dalam memasuki Fase The New Normal ini.

Optimis rebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja melakukan pengiriman perdana produk semennya ke Pontianak. Produk semen SMBR diangkut dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang menuju Pontianak pada Rabu, 10 Juni 2020.

Direktur Pemasaran SMBR, Dede Parasade, mengemukakan pengiriman produk semennya ke Pontianak kali ini merupakan tindak lanjut dari market trial yang telah dilakukan Perseroan sejak 2019 lalu. Pada pengiriman perdana ini telah diangkut sebanyak 750 ton semen.

Dede menjelaskan bahwa di bulan Juni ini akan dilakukan 2 kali pengiriman dengan kapasitas total sebanyak 2.750 ton.

“Apabila pengiriman perdana ini berhasil dengan baik, SMBR telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan distributor lokal” katanya.

Pengiriman perdana produk semen SMBR ini bekerjasama dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo II (Persero) yang berperan sebagai perusahaan bongkar muat yang ditunjuk SMBR untuk jasa handling.

Dede mengemukakan bahwa SMBR melakukan ekspansi ke pasar semen di Pontianak sebagai salah satu langkah strategis Perseroan untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang ada. Selain itu, kata Dede, Perseroan menilai pasar semen di Kalimantan khususnya di Pontianak masih sangat prospektif untuk dikembangkan walaupun industri semen nasional oversupply.

“Kami optimis mampu merebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020” ujarnya.

Dede menjelaskan bahwa selain fokus pada penjualan semen di pasar Sumbagsel, SMBR kedepannya akan terus gencar menggarap wilayah pasar baru walaupun kondisi industri semen nasional saat ini masih oversupply dan pertumbuhannya cenderung negatif karena terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan masuknya produk semen SMBR di Pontianak, kami ingin membuktikan bahwa SMBR juga mampu merambah pasar baru di luar Sumatera” tambahnya.

Selain Pontianak, SMBR pun sudah menyiapkan sejumlah wilayah pasar baru di luar Sumatera yang siap digarap untuk pemasaran produk semennya guna mencapai target Perseroan di 2020.

“Bahkan saat ini, kami sudah mulai melirik peluang di pasar ekspor semen dan klinker” tutup Dede.{}

BATURAJA – Dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 , Semen Baturaja melalui Program CSR (Corporate Social Responbility) melakukan penyemprotan disinfektan untuk Kelurahan dan Desa yang berada di area ring 1 Pabrik Baturaja.

Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian Semen Baturaja dalam mendukung upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran wabah Covid-19 khususnya di Kabupaten OKU.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di 8 titik yang terdiri dari 2 Desa dan 6 Kelurahan yaitu Desa Laya, Desa Pusar, Kelurahan Sukajadi, Batu Kuning, Saung Naga, Tanjung Agung, Air Gading dan Talang Jawa.

Penyemprotan disinfektan ini telah dilakukan sejak 28 Mei hingga 3 Juni 2020. Penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai fasilitas umum seperti Kantor Lurah, Polsek, Camat, Tempat Ibadah dan Sekolah.