PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.  Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.

Peningkatan didukung oleh pembangunan infrastruktur. Terutama proyek jalan tol.

Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Tahun Buku 2018. Rapat digelar di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.

Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, mengemukakan terdapat sembilan mata acara pada RUPS kali ini, antara lain persetujuan laporan tahunan direksi mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2018, termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2018 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2018.

Selain itu, RUPST juga mengagendakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2018.

RUPST yang digelar pada bulan suci Ramadan ini juga mengagendakan pengesahan laporan tahunan. Termasuk laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2018. Rapat juga sekaligus mengagendakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2018.

“RUPST juga menetapkan penggunaan laba bersih perseroan, termasuk pembagian dividen untuk tahun buku 2018” katanya.

Selain beberapa agenda yang telah dikemukakan di atas, masih ada penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2018 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2019, penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019. Termasuk pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor terkait dengan pelaksanaan program Manajemen Stock Option Program (Mesop).

Selain itu, Jobi mengatakan masih ada agenda penting lainnya dalam RUPST pada tahun ini yaitu Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham dan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan beserta perubahan pengurus perseroan.

RUPST dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Perseroan, Harjanto, dan dilanjutkan oleh paparan kinerja perusahaan tahun 2018 oleh Direktur Utama Perseroan, Jobi Triananda Hasjim, serta pembahasan seluruh Mata Acara RUPS oleh Direktur dan Komisaris Perseroan yang hadir.

Dalam paparannya, Jobi menyampaikan jika berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI), total pertumbuhan permintaan (demand) semen untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan pada tahun 2018 mencapai 9,4 persen.

“Pertumbuhan didominasi semen curah dengan peningkatan sebesar 10,7 persen, yang didukung oleh pembangunan infrastruktur terutama proyek jalan tol,” ujarnya.

Menurut Jobi, pertumbuhan volume penjualan SMBR selama tahun 2018 mencapai 24 persen. Di tengah kondisi oversupply dan pertumbuhan demand nasional yang masih rendah (5,2 persen), SMBR mampu menunjukkan kinerja penjualan yang positif dengan berhasil melampaui pertumbuhan demand di seluruh wilayah pemasaran perseroan.

Jobi menegaskan jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya berhasil meningkatkan market share rata-rata sebesar 4 persen di seluruh wilayah pemasaran perseroan. SMBR juga tetap mendominasi di Sumatra Selatan dan Lampung. Bahkan melalui strategi perseroan yang efektif, SMBR juga berhasil meningkatkan penjualan di Jambi sebesar 47 persen. Tak berhenti di situ, perseroan juga melakukan ekspansi pasar ke Bangka Belitung sejak November 2017 yang saat ini market share sudah mencapai 5 persen.

Dengan peningkatan volume penjualan tersebut, kinerja pendapatan perseroan juga berhasil ditingkatkan sebesar 29 persen. Begitu pula dengan laba kotor sebesar Rp707 miliar atau naik 49 persen dibanding tahun lalu. Untuk Laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan tahun 2018 tergerus karena adanya biaya bunga Kredit Investasi Pabrik Baturaja II dan bunga pinjaman MTN.

SMBR berhasil meningkatkan efisiensi produksi dengan peningkatan EBITDA margin sebesar 18 persen meskipun harga bahan baku dan penolong seperti batubara dan lainnya naik.

Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 ini, SMBR menetapkan laba bersih sebesar Rp76,072 miliar dengan dividen payout ratio sebesar 25 persen dengan total nilai dividen sebesar Rp18,971 miliar. Sisa sebesar Rp57,1 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Tak kalah penting, pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 ini, juga dilakukan perubahan pengurus perseroan yang disampaikan setelah rapat berakhir dan keputusan telah diambil. Perubahan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Pada RUPST kali ini, terjadi pergantian kepengurusan. Dede Parasade, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan mendapat amanah baru sebagai Direktur Pemasaran. Sedangkan Direktur Pemasaran M. Jamil, menggantikan posisi Dede sebagai Direktur Keuangan.{}

Palembang – PT Semen Baturaja (SMBR) mencatatkan volume penjualan semen di bulan Maret 2019 sebesar 161.505 ton. Angka ini tumbuh 8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 150.071 ton.

Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim menyebutkan bahwa berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pertumbuhan volume penjualan tersebut jauh di atas rata-rata industri di wilayah Sumbagsel yang terkoreksi minus 14 persen.
Jobi menambahkan, pada Maret 2019 SMBR masih mampu meningkatkan market share nya diseluruh wilayah pemasaran SMBR sebesar 25%. “Dengan share tertinggi 68% untuk wilayah Sumsel dan 25% di wilayah Lampung yang merupakan pasar utama Perseroan” sambung Jobi. 

Perseroan optimis dapat menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan besarnya pangsa pasar di wilayah pemasaran SMBR. “Demand untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 6,9 juta ton atau tumbuh 9% dibanding tahun 2017, sehingga kami optimis target 2,75 juta ton dapat tercapai,” tutup Jobi.

Lakukan Digitalisasi Proses Bisnis Bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia.

Baturaja – Pada hari kedua di tahun baru 2019, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mulai mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terdepan berbasis System Application and Product In Data Processing (SAP).

Hal itu dikemukakan Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang akrab disapa Jobi di Baturaja, Rabu, 2 Januari 2019. Jobi mengemukakan sistem yang digunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya juga banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia.

“Jadi tidak berlebihan jika saya mengatakan SMBR siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan menuju perusahaan kelas dunia,” katanya.

Jobi mengemukakan proyek implementasi ERP berbasis SAP di SMBR bernama GADING Project, yang merupakan singkatan dari Great Achievement, Absolute Team Work & Respect, Do your Best, Integration All, Never Give Up, Go Success. ERP Berbasis SAP ini diterapkan agar manajemen data/informasi menjadi lebih terintegrasi dan teratur.

Karena itulah, Jobi menambahkan SMBR menjalin kerja sama dengan PT Telkom Indonesia sebagai salah satu bentuk Sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengimplementasikan sistem ERP berbasis SAP di SMBR.

“Kick off project ini sendiri telah dilaksanakan pada 12 Februari 2018 yang lalu, dan project ini menjadi salah satu project yg on schedule karena berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) bulan saja” katanya

Menurut Jobi, sebelumnya SMBR juga telah menerapkan sistem ERP yang juga cukup banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Namun, Jobi mengutarakan jika setelah dilakukan riset yang lebih mendalam, BUMN yang dipimpinnya memerlukan sebuah sistem ERP yang mampu mengintegrasikan proses bisnis perusahaan yang semakin kompleks.

“Sehingga perlu ditangani dengan bantuan teknologi informasi (TI) yang lebih memadai, terintegrasi dan mutakhir,” katanya.

Karena itu, manajemen SMBR menurut Jobi akhirnya memutuskan mencari solusi baru yang bisa mengintegrasikan proses bisnis dari hulu ke hilir. Jobi menegaskan jika manajemen berkeinginan memiliki sistem informasi yang bisa dipakai untuk menunjang aspek operasional, taktis bahkan strategis.

Jobi menambahkan jika sistem juga harus mampu menciptakan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan bagi mata rantai bisnis di lingkungan perusahaan. Baik bagi pemasok, pelanggan, unit-unit kerja di lingkungan SMBR, serta stakeholder lainnya.

“Untuk itulah dipilih ERP berbasis SAP yang dinilai mampu mengakomodir kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Jobi menilai ERP berbasis SAP merupakan sistem aplikasi kelas dunia yang telah memiliki standar proses bisnis “best practice” yang dapat diadopsi agar SMBR ke depannya menjadi perusahaan yang mampu bersaing di bisnis global. Selain itu, ERP berbasis SAP menurut Jobi juga memilik tata kelola yang baik.

“Sekaligus memenuhi standar kepatuhan perusahaan,” katanya

Saat ini beberapa modul SAP yang telah diterapkan meliputi Finance, Controlling, Fund Management, Budget Planning & Consolidation (Planning), Sales & Distribution, Material Management, Production Planning & Quality Management, Plant Maintenance, Human Capital Management (Payroll).{}.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada bulan Januari 2019 mencatatkan pendapatan sebesar Rp.150,2 Milyar atau tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.141,8 Milyar. meskipun volume penjualan semen perseroan sedikit terkoreksi 1% dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa terkoreksinya volume penjualan semen tersebut disebabkan karena melambatnya permintaan semen di awal tahun 2019. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) pada bulan Januari 2019, demand semen nasional turun sebesar 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Begitu pula dengan demand semen di Sumatera yang juga turun sebesar 2,7% dari tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan banyaknya proyek pembangunan infrastruktur yang belum mulai pada awal tahun.

Sementara itu terkait rencana investasi SMBR, pada pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang digelar Senin (25/02) Bupati Sarolangun, Jambi, H Cek Endra telah menerbitkan izin lokasi pembangunan Pabrik Semen Baturaja yang diserahkan secara langsung kepada Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim sebagai dukungan Pemerintah Daerah untuk percepatan proyek produsen semen pelat merah tersebut.

Jobi menambahkan bahwa dengan telah diterbitkan nya izin lokasi pembangunan pabrik tersebut sangat membantu progres percepatan pembangunan pabrik di Kabupaten Sarolangun yang menjadi salah satu proyek strategis di Provinsi Jambi.

Pembangunan pabrik SMBR di Sarolangun ini akan berdampak luas pada peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan pendapatan daerah dan ditambah dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja serta menunjang kebutuhan semen bagi proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

Pada tahun 2019, SMBR akan terus berusaha menjaga pertumbuhan volume penjualan diatas 20% yang pada tahun ini ditargetkan mencapai 2,75 juta ton atau tumbuh 26% dibanding tahun 2018 sebesar 2,18 juta ton.

Seiring dengan berjalannya Pemilu di tahun 2019, SMBR optimis dapat menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan besarnya kue market share di wilayah Perseroan. “Demand untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 6,9 juta ton (tumbuh 9% dibanding tahun 2017) sehingga kami optimis target 2,75 juta ton dapat tercapai” kata Jobi, Direktur Utama SMBR.

SMBR optimis prospek permintaan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan akan terus meningkat seiring dengan beroperasinya jalan tol trans Sumatera dari Bakauheni sampai Palembang yang dijadwalkan akan beroperasi April 2019.

“kita mengharapkan multiplier effect dari pembangunan infrastruktur pemerintah yang diharapkan akan memunculkan sentra ekonomi baru di sepanjang jalan tol tersebut yang nantinya akan mendongkrak konsumsi semen. Kita juga masih menantikan proyek jalan tol berikutnya seperti Palembang-Bengkulu dan Palembang-Jambi” kata Jobi.

Dari sisi operasional, SMBR saat ini memiliki dua pabrik di Baturaja dengan kapasitas produksi 3,85 juta ton/tahun. Pemenuhan kebutuhan armada angkutan semen juga sudah terpenuhi pada November tahun lalu yang menambah optimisme manajemen untuk mencapai target tahun ini.

Dari sisi kinerja keuangan, SMBR menargetkan pertumbuhan laba bersih setelah sebelumnya laba bersih mengalami konsolidasi pada tiga tahun terakhir. “untuk bottom line, tahun ini merupakan momentum bagi SMBR untuk rebound setelah tahun-tahun sebelumnya laba bersih tertekan sehubungan dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II” tutup Jobi.

Selama tahun 2018, SMBR telah membukukan volume penjualan sebesar 2.178.188 ton atau tumbuh sebesar 24% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1.762.137 ton. Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa pertumbuhan volume penjualan SMBR jauh diatas industri yang hanya tumbuh sekitar 5% tahun ini. “pertumbuhan volume penjualan SMBR tahun ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri” Kata Jobi, (Senin 7/1).

Pada bulan Desember 2018, volume penjualan semen SMBR tercatat sebesar 220.737 ton, naik 22% dibandingkan bulan Desember tahun lalu, hingga sampai dengan 12 bulan terakhir volume penjualan SMBR mampu tumbuh double digit.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), sampai dengan November 2018, market share SMBR mengalami peningkatan di seluruh wilayah pemasaran Perseroan dan masih menjadi pemimpin pangsa pasar di Sumsel dan Lampung dengan persentase masing-masing 54% dan 26%. Untuk di daerah pemasaran lainnya juga mengalami peningkatan market share seperti di Jambi yang sudah mencapai 14%, Bengkulu sebesar 8% dan Bangka Belitung sebesar 5%. “Pertumbuhan volume penjualan tersebut berhasil melampaui pertumbuhan demand di seluruh wilayah pemasaran Perseroan”, terangnya

Jakarta, 27 Agustus 2018

SMBR membukukan penjualan semen bulan Juli 2018 sebanyak 189.701 ton atau tumbuh 82% dibanding tahun lalu sebesar 104.314 ton. Penjualan semen secara nasional pada bulan Juli mengalami peningkatan sebesar 12% dibanding tahun lalu karena juli tahun lalu terdapat hari raya Idul Fitri sehingga kenaikan pada bulan Juli tahun ini merupakan refleksi dari normalisasi penjualan dari bulan sebelumnya yang terkendala banyaknya hari libur. Jika ditotal penjualan bulan Juni dan Juli tahun ini, penjualan semen SMBR tumbuh 43% menjadi 293.176 ton dibanding penjualan bulan juni dan juli tahun lalu sebesar 204.335 ton sementara penjualan semen secara nasional (Juni dan Juli tahun ini) hanya naik 3,16% menjadi 9.666.289 ton.

Secara kumulatif, sampai dengan bulan Juli tahun ini penjualan semen SMBR telah mencapai 1.058.231 ton atau tumbuh 36% secara tahunan. Market share Perseroan mengalami peningkatan di seluruh wilayah pemasaran seperti di Sumatera Selatan sebesar 53,3% dari sebelumnya 48,9%. Di Lampung, Perseroan telah menjadi market leader untuk yang pertama kali dalam lima tahun terakhir dengan market share sebesar 24,4% sementara market share di Jambi melonjak dua kali lipat menjadi 12,1% dibanding tahun lalu sebesar 6,9%. Bengkulu juga mengalami peningkatan market share menjadi 6,1% dari sebelumnya 4,5%. SMBR sejak akhir tahun lalu juga sudah memasuki area pemasaran baru di Bangka Belitung dan saat ini market share telah mencapai 5,6%. ”Pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Juli tahun ini (36%) adalah yang terbaik diantara cement listed company yang lain” kata Rahmad Pribadi, Direktur Utama Perseroan. Pertumbuhan volume penjualan SMBR akan terus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah armada truk dan tambahan kuota pengiriman semen dengan kereta api dengan dibukanya rute Baturaja-Panjang untuk mendukung penjualan di provinsi Lampung di Semester dua tahun ini.

Kinerja Semester I 2018

Selama enam bulan pertama tahun ini, SMBR berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp.783,5 miliar, tumbuh 25% dibanding tahun lalu sebesar Rp.627,4 miliar. Di tengah kondisi harga batubara yang terus meningkat, Perseroan mampu melakukan efisiensi melalui program cost leadership initiative seperti menurunkan factor clinker dan optimalisasi Pabrik Baturaja II yang lebih hemat energy yang membuat COGS/ton semen Perseroan turun 6% dibanding tahun lalu.

Efisiensi  yang dilakukan Perseroan di semester satu tahun ini berdampak pada membaiknya marjin keuntungan dan menjadi yang tertinggi di industry. Laba kotor Perseroan tumbuh 25,2% menjadi Rp.237,5 miliar dengan Gross Profit Margin sebesar 30,3% sementara rata-rata GPM industry sebesar 28,3%. Pada EBITDA, Perseroan membukukan kenaikan sebesar 38,4% menjadi Rp.173,9 miliar dengan EBITDA Margin sebesar 22,2% sementara rata-rata EBITDA Margin industry sebesar 16,6%.

SMBR saat ini memiliki kapasitas produksi semen sebesar 3,85 juta ton/tahun setelah beroperasinya Pabrik Baturaja II yang memiliki kapasitas produksi semen sebesar 1,85 juta ton/tahun pada September tahun lalu. Dengan adanya pabrik baru maka Perseroan menargetkan untuk terus meningkatkan volume penjualan untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang ditargetkan tahun ini dapat mencapai 60-65% dari total kapasitas produksi semen Perseroan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk RM. Rum Hendarmin, saat menerima Piagam pada Anugerah Perusahaan TBK Indonesia IV Tahun 2017

Singapura – Bertempat di Hall Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura pada hari Rabu (23/08) telah diselenggarakan acara Anugerah Perusahaan TBK Indonesia IV Tahun 2017 dari Economic Review yang bekerja sama dengan Perbanas Institute, IPMI International Business School, Indonesia-Asia Institute dan Ideku Group.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Bapak Rum Hendarmin. Pada kesempatan ini PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mendapatkan penghargaan Peringkat III Perusahaan TBK Indonesia Terbaik 2017 untuk Sektor Industri Dasar & Kimia, Kelompok usaha Semen.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh CEO & Executive Director IPMI International Business School Bpk. Jimmy M. Gani kepada Sekretaris Perusahaan SMBR Bpk. Rum Hendarmin pada acara Conference & Award bertema “Peluang & Tantangan Perusahaan Indonesia & Singapora” dalam rangka menyambut 50 tahun Indonesia-Singapora.

 

Dekan IPMI International Business School Bpk. Roy Sembel sekaligus Ketuan Dewan Juri Anugerah Perusahaan Terbuka Indonesia IV 2017, menyatakan apresiasinya terhadap perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia dan mengharapkan apa yang telah menjadi prestasi membanggakan yang telah didapat terus dipertahankan dikancah nasional maupun di kancah global.

“Apa yang dewan juri lakukan tidak lah mudah, juri-juri harus mengolah yang sifatnya kuantitatif dan kualitatif. Harapan kami dari 535 emiten, yang tersaring dan yang akhirnya terpilih menjadi peraih penghargaan disini akan menjadi role model.

Sehingga perusahaan mana pun akan sadar betul pentingnya sense of competitiveness. Sense of competitiveness diharapkan akan dapat dibawa dalam pengembangan usaha perusahaan dan menjadi kekuatan bagi perusahaan agar dapat membawa perushaannya sukses tak hanya di level nasional namun juga di level global.

Karena tak dapat dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia ditompang pula oleh perkembangan perusahaan publik yang kita sebut dengan Perusahaan Tbk”. (Humas SMBR)