PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk supplai proyek-proyek strategis di Sumatera Selatan. Salah satunya menjadi pemasok dalam proyek strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Muara Enim Sumatera Selatan.

Pembangunan PLTU tersebut disupplai oleh Semen Baturaja dengan estimasi kebutuhan 130.000 ton semen. Proyek yang telah dimulai sejak tahun 2019 itu diperkirakan akan selesai pada tahun 2021 ini. Proyek PLTU  Sumsel 8 ini akan menjadi salah satu PLTU di Sumatera Selatan dengan kapasitas 2×620 megawatt (MW).

Selain itu, Semen Baturaja juga mencukupi kebutuhan semen dalam pembangunan Jalan Tol Ruas Indralaya – Prabumulih yang merupakan hasil perluasan ruas Palembang – Indralaya. Proyek jalan tol dengan Panjang ruas mencapai 64,7 kilometer ini merupakan koridor pendukung dari ruas JTTS utama, yakni ruas Sp. Indralaya – Muara Enim sepanjang 119 kilometer yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Tahun 2021 pemerintah telah menaikan APBN bidang Infrastruktur dengan mengejar proyek-proyek strategis yang sempat tertunda di tahun 2020 karena pandemic Covid-19. Alokasi anggaran infrastruktur sebesar Rp 417,4 T untuk melanjutkan pembangunan melalui penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan jika tahun 2021 akan fokus pada pembangunan irigasi dan infrastruktur penunjang lainnya. Anggaran tersebut diarahkan dalam bentuk infrastruktur padat karya yang mendukung Kawasan industri dan pariwisata.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan jika kegiatan konstruksi infrastruktur dan proyek strategis bidang properti mulai berjalan pada akhir kuartal I/2021. Konsumsi semen bergerak naik hampir diseluruh wilayah. Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) tercatat mengalami peningkatan sebesar 20,2% yoy pada Maret 2021.

‘’Ini menjadi perkembangan yang baik untuk industri semen. Semen Baturaja juga telah ikut serta dalam proyek pemerintah untuk menunjang capaian infrastruktur di wilayah Sumbagsel.’’ ujar Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin.

Dimulainya tahun 2021 memberikan peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan volume penjualan setelah mampu menghadapi tantangan di tahun 2020. Semen Baturaja juga ikut serta dalam proyek-proyek strategis seperti Pembangunan Supply of Ready Mixed Concrete dari Oki Pulp & Paper Mill, pembangunan proyek Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci 350 MW, dan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTM) Lebong.

Tak hanya itu, Semen Baturaja juga menyuplai proyek-proyek swasta strategis di wilayah Bandar Lampung, Jambi, Kota Lampung Selatan, Lubuklinggau dan sekitarnya seperti proyek pembangunan RSUD Sekayu, pembangunan proyek ketenagalistrikan, proyek beton tapak rel kereta musi, preservasi jalan dan jembatan dan proyek swasta lainnya di Sumbagsel.

Menyongsong kenaikan aktivitas dalam proyek-proyek strategis di Sumbagsel, Perseroan melakukan revitalisasi Pabrik Baturaja I, peningkatan quality control, mempersiapkan armada penunjang distribusi serta fasilitas penunjang distribusi lainnya, dalam rangka mendukung ketersediaan produk yang tepat kualitas serta kontinuitas supply bagi pelanggan.

Selain itu, program efisiensi biaya tetap dan penunjang serta efisiensi dalam proses produksi juga dilakukan Semen Baturaja secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

‘’Kami optimis jika target penjualan tahun 2021 dapat dicapai dengan adanya kerjasama dan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan terutama BUMN karya untuk menunjang pembangunan infrastruktur di Indonesia’’ pungkasnya.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah menyelaraskan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkesinambungan di wilayah sekitar operasional pabrik, regional Sumatera Selatan dan Lampung sebagai wujud komitmen dan kontribusi sosialnya.

Sepanjang tahun 2020, Semen Baturaja telah menyalurkan dana untuk Program TJSL sebesar Rp 3,9 miliar dan dana sejumlah Rp 6,7 miliar disalurkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dengan penyaluran terbesar pada program-program yang mendukung peningkatan Kesehatan, Pendidikan dan pelatihan serta penyaluran Dana Program Kemitraan bagi pelaku UMKM.

Realisasi tahun 2020 tercapai sebesar 47% dari tahun 2019. Meskipun begitu seluruh tanggung jawab sosial perusahaan tersebut telah dilaksanakan meliputi bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, sarana dan prasarana, sarana ibadah dan pelestarian alam serta berkontribusi pada pelaku UMKM.

Semen Baturaja sendiri senantiasa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui perbaikan pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Sesuai dengan visi CSR perusahaan untuk menjadi perusahaan yang fleksibel sehingga mampu menjaga hubungan baik dengan stakeholder dan masyarakat serta menjadikan perusahaan yang berwawasan lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Selama masa pandemic Covid-19 tahun 2020, seluruh lini masyarakat dan industri terdampak mengalami penurunan perekonomian. Semen Baturaja sendiri telah menyalurkan bantuan paket sembako serta peralatan dan perlengkapan kesehatan bagi team medis dan untuk masyarakat terdampak Covid-19 guna meringankan beban dalam menghadapi pandemic ini.

Selain itu, Semen Baturaja Bersama dengan Forum TJSL Kota Palembang menyalurkan bantuan alat Kesehatan kepada Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang. Bantuan berupa 1.250 pcs masker medis, 50 pcs APD, 5000 handscoon, kacamata google, handsanitizer, masker kain dan paket sembako.

Sebagai bentuk kepedulian Perseroan terhadap para petugas kesehatan yang berjuang menaggulangi penyebaran virus Covid-19, Semen Baturaja Kembali menyalurkan sejumlah alat Kesehatan kepada satgas penanggulangan bencana Covid-19 di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).

Atas kepedulian Semen Baturaja dalam mendukung tim Medis, pada bulan Desember 2020 Semen Baturaja meraih penghargaan dari Iconomics CSR Award Tahun 2020 ‘’Inisiatif Tanggap Darurat Covid-19’’ sebagai salah satu bentuk nyata atas dukungan Kesehatan medis kategori industri semen.

Pada akhir tahun 2020, CSR Semen Baturaja meraih apresiasi melalui penghargaan dari ICONOMICS CSR AWARD 2020 sebagai perusahaan dengan Inisiatif Tanggap Darurat Covid-19 – Dukungan Kesehatan Medis dalam Sektor Semen.{}

PALEMBANG – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mengatakan jika kegiatan konstruksi infrastruktur dan proyek-proyek strategis bidang properti mulai berjalan

Memasuki tren new normal, pertumbuhan demand semen di tahun 2021 ini juga menunjukkan tren peningkatan. Selama triwulan I tahun 2021 secara nasional demand tumbuh 2,2%. Dengan capaian kinerja yang positif di tahun 2020, manajemen Perseroan memasuki tahun 2021 dengan semangat tinggi. Hal ini dapat dilihat  dari  growth volume yang mampu diraih Perseroan selama triwulan I tahun 2021 yakni sebesar 21,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan secara konsisten mengupayakan perbaikan kinerja keuangan dengan melakukan program efisiensi seperti optimalisasi penggunaan batubara low calorie, pemanfaatan limbah sebagai bahan baku substistusi, optimalisasi operasi Pabrik Baturaja II dan efisiensi biaya usaha. Selain itu perbaikan saluran dan system distribusi beserta penguatan marketing information system mampu mendorong peningkatan volume penjualan Perseroan.

Dengan inisiatif strategis yang dilakukan, Perseroan mampu memperbaiki kinerja keuangan pada Triwulan I 2021 dengan pendapatan naik 20% dibanding tahun lalu. Keberlanjutan inisiatif strategis pada efisiensi biaya juga mampu menurunkan beban pokok penjualan 21% dibanding periode yang sama tahun 2020 hingga untuk Triwulan I 2021, laba bersih Perseroan positif Rp. 17,9M. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Triwulan I 2020, dimana Perseroan mengalami kerugian.  Sedangkan untuk arus kas bersih yang Perseroan mampu stabil dengan nilai Rp. 86,4M. 

‘’ Wilayah Sumatera memiliki pertumbuhan semen positif dengan demand yang meningkat setiap bulannya. Semen Baturaja sebagai pabrik semen di Sumatera terus berusaha untuk  menjaga pertumbuhan penjualannya untuk memenuhi demand di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.’’ Ujar Direktur Pemasaran Semen Baturaja Mukhamad Saifudin.

Perseroan optimis jika tahun 2021 ini mampu mencapai target penjualan. Dengan adanya proyek strategis dan proyek konstruksi infrastruktur yang mulai berjalan, Semen Baturaja siap menyediakan produk semen berkualitas untuk Indonesia Maju.{}

PALEMBANG Tepat hari ini (01/05) PT Semen Baturaja (Persero) Tbk secara resmi membuka kemudahan transaksi pembelian semen melalui platform e-commerce Tokopedia.

Tak dapat dipungkiri jika gaya belanja masyarakat Indonesia mulai beralih dari transaksi konvensional menjadi transaksi secara online. Kemudahan yang didapatkan dari pemesanan secara online melalui mobile phone membuat masyarakat dapat duduk manis dan menunggu barang pesanannya tiba ditempat.

Kemajuan tekhnologi memicu masyarakat untuk melakukan belanja online. Oleh karena itu Semen Baturaja membuka official store di e-commerce Tokopedia untuk mempermudah masyarakat dalam pembelian produk Semen Baturaja.

‘’Kami berikan kemudahan untuk para konsumen berbelanja produk Semen Baturaja. Pesan lewat E-commerce dan kami kirimkan Semen ke tempat konsumen. Bahkan kami berikan gratis biaya kirim dan biaya bongkar semen.’’ Ujar Vice President Marketing Tarida Tambunan.

Saat ini Semen Baturaja fokus pada penjualan semen Zak Portland Composite Cement (PCC) 50 kg yang direkomendasikan untuk keperluan bangunan konstruksi pada umumnya. PCC memiliki keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta plaster yang lebih rapat dan halus. Semen tipe PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan kekuatan tekan yang baik.

Semen Baturaja sendiri telah mulai Go Digital sejak diimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terdepan berbasis System Application and Product In Data Processing (SAP) tahun 2019 lalu. Sistem tersebut telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka dan Semen Baturaja siap menghadapi revolusi industry 4.0.

Selain itu, Semen Baturaja juga sedang mempersiapkan Aplikasi Bangun Sumatera. Aplikasi marketplace bahan bangunan dengan beragam fitur ini telah persiapkan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen Semen Baturaja. Tahun ini diharapkan aplikasi tersebut telah rampung dan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.

‘’Diharapkan pada September 2021 kami bisa launching Aplikasi Bangun Sumatera. Aplikasi ini akan sangat membantu dalam pengerjaan konstruksi dan memudahkan bagi masyarakat yang ingin merenovasi, atau bangun rumah hanya melalui smartphone.’’ pungkasnya.

Tantangan Revolusi Industry 4.0 ini membuat Semen Baturaja harus sigap dalam menghadapi pertumbuhan teknologi yang mengaburkan garis antara bidang fisik, digital dan biologis. Miliaran orang terhubung dengan perangkat seluler dengan kekuatan pemrosesan yang lebih cepat dan tidak terbatas. Semen Baturaja siap mengembangkan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan penjualan ditengah tantangan tersebut dan optimis mampu catatkan kinerja positif di tahun 2021.{}

PALEMBANG – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memproyeksikan tahun 2021 konsumsi semen dalam negeri akan meningkat sekitar 7-8%. Begitu juga dengan ekspor clinker dan semen diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 10%. Hal ini terutama dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan meningkat 4-5%.

Volume penjualan semen domestic sepanjang 2020 tercatat sebesar 62,5 juta ton. Mengacu pada data ASI realisasi ini menurun 10,7% yoy dan merupakan pertumbuhan terendah dalam 10 tahun terakhir.

Saat virus Covid-19 merebak ke seluruh dunia termasuk Indonesia, kinerja perekonomian menjadi melemah dan pertumbuhan ekonomi pun mengalami perlambatan. Hingga akhir tahun 2020, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar -2,07%.

‘’Banyak proyek pemerintah yang ditunda karena Pandemi Covid-19. Meskipun masih ada proyek yang telah berjalan seperti proyek pembangunan jalan tol Indralaya – Prabumulih, tol Muara Enim – Lubuklinggau – Bengkulu dan proyek lainnya yang masih dilanjutkan mampu membawa pengaruh untuk konsumsi semen di wilayah Sumatera.’’ ujar Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim.

Menghadapi situasi yang penuh tantangan tersebut, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mampu melalui tahun 2020 dengan membukukan kinerja positif. Perseroan menjaga kinerja dengan berbagai inisiatif strategis yaitu efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor. Perseroan pun mendorong upaya peningkatan pendapatan melalui penjualan white clay. Hasilnya Perseroan mampu menekan harga pokok secara signifikan dan juga memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

Selain itu, Perseroan melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin dan penetapan  prioritas belanja modal sehingga berhasil membukukan Cash From Operation (CFO) Rp. 393 Milyar di akhir tahun 2020 dan mampu mencatatkan EBITDA margin sebesar 24%, jauh diatas pencapaian tahun 2019 sebesar 20%.

‘’Semen Baturaja mampu menunjukan tanggung jawabnya sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan memaksimalkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih optimis dengan adanya upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor infrastruktur yang menjadi sektor utama penyerap semen.’’ pungkasnya.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Huadian Bukit Asam Power dalam pemanfaatan Limestone, Gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash. Penandatanganan nota kesepahaman dari pihak SMBR dilakukan langsung oleh Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin dan Wakil Direktur HBAP, Dody Arsadian bertempat di Kantor Pusat Pabrik Semen Baturaja Palembang, Selasa (16/03).

Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan perusahaan bersama China Huadian Hongkong Co Ltd (CHDHK) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ini dilakukan sebagai pihak terafiliasi dalam pemanfaatan Gypsum, Fly Ash, dan Bottom Ash yang berpotensi dihasilkan dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Sumsel-8 (PLTU Sumsel-8) berkapasitas 2×600 MW di Kabupaten Muara Enim.

‘’Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi dari kedua perusahaan untuk meningkatkan daya saing yang sangat diperlukan dalam menghadapi lingkungan industri yang semakin kompetitif, dengan memanfaatkan peluang penciptaan revenue stream baru maupun cost transformation. Semen Baturaja akan memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash untuk proses produksi semen yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap milik PLTU Sumsel-8.’’ Ujar Saifudin

Nota kesepahaman ini  akan berlangsung selama periode 2 (dua) tahun terhitung tanggal 02 Maret 2021 sampai dengan tanggal 01 Maret 2023. Dalam Kerjasama ini, SMBR akan menyediakan limestone (batu kapur) kepada PT HBAP untuk kebutuhan proses Flue Gas Desulfurization (FGD).

‘’PT Huadian Bukit Asam Power juga akan menyediakan Gypsum sebagai bahan baku proses produksi di Semen Baturaja. Sehingga Kerjasama ini menguntungkan bagi kedua belah pihak terutama dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan.’’ tambahnya.

Fly Ash dan Bottom Ash dapat diolah dengan baik dalam produksi semen Portland tentunya dengan peningkatan kualitas dan ketahanan. Sejak tahun 2019 pun SMBR telah melakukan sinergi BUMN dengan PUSRI untuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash.

Terkait Kerjasama penggunaan Limestone (batu kapur), perseroan menyatakan siap mensuplai kebutuhan Limestone PT HBAP, karena SMBR memiliki kemampuan untuk menghasilkan Limestone dengan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan proses operasi PT HBAP.{}

LAMPUNG – Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) menandatangani perjanjian Kerjasama (MoU) dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengenai Kerjasama penelitian dan pengembangan serta bidang keteknikan di Universitas Lampung pada Kamis (04/03).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Produksi dan Pengembangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Daconi, ST., MM. dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung Prof. Drs. Ir. Suharno, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Prof. Suharso, S.Si., Ph. D., Vice President Research & Development Semen Baturaja M. Beni, dan jajaran  pimpinan Fakultas Teknik UNILA.

‘’Kesepakatan ini merupakan sinergi antara Semen Baturaja dan UNILA untuk bekerjasama melakukan penelitian bidang semen di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.’’ Ujar Daconi

Hal ini merupakan bentuk komitmen Semen Baturaja untuk peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia. Di persaingan global saat ini, merupakan suatu keharusan untuk menyiapkan dan meningkatkan mutu SDM.

Daconi juga memberikan kuliah umum mengenai pengenalan industri semen dan perkembangannya melalui zoom meeting webinar yang dihadiri oleh mahasiswa/i UNILA, dan universitas undangan lain. Materi yang disampaikan mengenai teknologi proses pembuatan semen, peran sarjana teknik dalam industri semen, dan berbagai jenis pengembangan produk semen dan produk turunannya.

‘’Semen Baturaja merupakan perusahaan lokal di Sumatera Selatan yang perlu saling memberikan dukungan. Semoga dengan adanya kerjasama yang dilakukan akan memberikan manfaat untuk UNILA dan Semen Baturaja.’’ tambah Suharso.

Semen Baturaja mencoba membentuk dan menyiapkan para calon sarjana teknik dari UNILA dan universitas yang ada di Lampung untuk mampu bersaing, melakukan penelitian bersama dan membentuk visi untuk mengembangkan industri semen Indonesia menuju persaingan global.{}

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah melakukan pelunasan pokok dan pembayaran bunga ke-12 atas kewajiban medium term notes (MTN) I sebesar Rp 400 Miliar. Direktur Keuangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk M Jamil mengatakan jika pembayaran MTN telah dilakukan pada tanggal 23 Februari 2021 dengan recording date 17 Februari 2021.

Pada 16 Februari 2021 lalu, Semen Baturaja mendapatkan kredit sindikasi senilai total Rp 400 Miliar dari Bank Mega, Bank Mega Syariah dan Bank Jawa Barat. Pembiayaan inilah yang digunakan sebagai pelunasan MTN I Semen Baturaja Tahun 2018.

Pembayaran surat utang tersebut lebih cepat dari waktu jatuh tempo. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menerbitkan MTN pada tahun 2018 senilai Rp 400 Miliar. Bekerjasama dengan PT Bank Negera Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku agen pemantau untuk penerbitan MTN, Semen Baturaja mendapatkan bunga cukup rendah sebesar 9% per tahun selama 3 tahun.

Kinerja Semen Baturaja dinilai membaik sejalan dengan perkembangan perekonomian Nasional. Hal ini dibuktikan dengan catatan penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan 34.000 ton semen putih (white clay) sepanjang tahun 2020.

Pada bulan Januari ini Semen Baturaja berhasil mencatatkan penjualan 155.119 ton semen , penjualan white clay tercatat 2.265 ton dan penjualan semen mortar sebesar 1,28 ton. Saat ini Semen Baturaja siap untuk mengembangkan usahanya dan siap untuk memenuhi demand semen di wilayah pasar Sumbagsel dan sekitarnya.

LUBUK LINGGAU – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk bersama dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau melakukan penandatanganan Kesepakatan Kerjasama pembangunan Distribution Center pertama di Kota Lubuklinggau (19/02).

Kesepakatan Kerjasama dengan Pemkot Lubuklinggau ini merupakan tindaklanjut dari keinginan pemerintah Lubuklinggau dalam rangka pengembangan Kawasan Perindustrian dan Perdagangan di Kota Lubuklinggau.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Umum & SDM PT Semen Baturaja (Persero) Tbk  Amrullah dan Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe. Dihadiri juga Vice President Marketing PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Tarida Tambunan, Vice President Sales PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Kartha Kurniadi, dan Kepala DPMPTSP Kota Lubuklinggau Hendra Gunawan.

‘’Semen Baturaja menjadi inisiator pembangunan gudang semen atau kita sebut Distribution Center di Kota Lubuklinggau. Ini merupakan dukungan untuk kelancaran pasokan semen disini.’’ Ujar Amrullah

Pembangunan Distribution Center ini akan menjadi yang pertama di Kota Lubuklinggau. Distribution center ini akan menjadi titik strategis rantai pasok pemenuhan kebutuhan semen untuk wilayah Sumatera Selatan Bagian Barat (Lubuklinggau, Muratara, dst), Curup, Bengkulu dan Sarolangun.

Dengan adanya penandatanganan kesepakatan Kerjasama tersebut mengawali proyek pembangunan Distribution Center di Kota Lubuklinggau. Semen Baturaja berharap melalui pembangunan ini, pasokan semen di Kota Lubuklinggau akan terjaga dengan baik.

JAKARTA – Pada Selasa (16/02) PT Semen Baturaja (Persero) Tbk kembali melakukan penandatangan perubahan I Perjanjian Kredit dan Perjanjian Line Facility untuk pemenuhan kredit sindikasi di Gedung Graha BNI, Jakarta.

Penandatanganan ini merupakan Langkah pemenuhan total kredit sindikasi untuk Semen Baturaja dengan nilai sebesar Rp 1,7 Triliun. Minggu lalu Semen Baturaja bersama dengan Bank Sumsel Babel menandatangani fasilitas kredit senilai Rp. 80 Milyar dalam rangka memenuhi tranche 1 kredit sindikasi dengan total nilai Rp 1,3 Triliun. Dilanjutkan pada hari ini, beberapa perbankan memberikan fasilitas kredit kepada Semen Baturaja senilai Rp 400 Miliar.

‘’Sebelumnya kita sudah pernah melakukan penandatanganan kredit sindikasi tranche 1 pada Agustus 2020 sebesar Rp 1,22 Triliun. Pada tanggal 9 Februari 2021 lalu kita juga mendapatkan tambahan Rp 80 Miliar dan menutup tranche 1 dengan total Rp 1,3 Triliun.’’ Ujar Jobi Triananda Hasjim.

PT Bank Mega Tbk memberikan kredit senilai Rp 100 Miliar, PT Bank Mega Syariah senilai Rp 200 Miliar dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) menambah kredit senilai Rp 100 Miliar. Sehingga 3 bank tersebut menjadi perbankan yang memenuhi tranche 2 kredit sindikasi ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai mandated lead arranger (MLA) berhasil memberikan kredit sindikasi penuh kepada Semen Baturaja.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim, Kepala Bagian Bank Mega Widjaja Hendra, Kepala Bagian Bisnis Bank Mega Syariah Denny S. Karim, dan Pemimpin Divisi Korporasi & Komersial BJB Dicky Syahbandinata.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Komisaris Utama Semen Baturaja Franciscus M A Sibarani,  Direktur Keuangan Semen Baturaja M. Jamil, Pemimpin Divisi BNI Rudy Sihombing, Pemimpin Divisi Kredit BSB, Direktur Pemasaran Bank Maluku Malut Jetty Likur, dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Agusalim.

Kredit sindikasi ini akan memberikan relaksasi terhadap cash flow Semen Baturaja sehingga dapat lebih siap untuk pengembangan perusahaan berikutnya.

‘’Kami berterima kasih kepada para kreditur yang telah bekerjasama sehingga kredit sindikasi ini dapat terlaksana. Semen Baturaja optimis untuk meningkatkan penjualan di tahun 2021 ini sejalan dengan kenaikan demand semen.’’ Tambahnya.

Sinergi antara Semen Baturaja dengan BNI ini membuktikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara harus saling membantu untuk kemajuan perusahaan. Perbankan yang telah memberikan kredit sindikasi juga memberikan kepercayaan kepada Semen Baturaja untuk mengembangkan usahanya.

Perbankan melihat prospek industri semen ke depannya akan semakin membaik dengan meningkatnya proyek pembangunan oleh pemerintah. Harapannya tak hanya di industri infrastruktur, namun seluruh perkonomian di Indonesia akan mengalami perkembangan sehingga perekonomian akan tumbuh dan Indonesia kembali bangkit.