BATURAJA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah melakukan kegiatan reklamasi dan revegetasi dengan menggunakan sistem silvikultur sebagai dampak dari penambangan bahan baku pembuatan semen. Dengan melakukan pemanfaatan area bekas tambang, Beeyond Team SMBR melakukan inovasi ramah lingkungan yaitu pengelolaan ekosistem pada Area Lahan Bekas Tambang Quarry dengan Sistem Silvikultur Menjadi Habitat Budidaya Koloni Lebah Trigona.

Area hijau yang dihasilkan dari progam reklamasi menumbuhkan banyak jenis tanaman. Tanah seluas 30,14 Ha di lahan bekas tambang tersebut diisi dengan berbagai tanaman buah-buahan, tanaman hias berbunga, dan tanaman dengan pohon sedang hingga yang tinggi.

Jenis tanaman hias yang banyak mengandung nectar dan pollen inilah yang sangat disukai oleh koloni lebah, sehingga muncullah ide untuk pemanfaatan tanaman tersebut sebagai habitat budidaya koloni lebah Trigona.

Inovasi ini sangat mendukung visi dan misi SMBR untuk menjadi Green Cement Based Building Material Company Terdepan di Indonesia. Kegiatan seperti ini membantu SMBR untuk menciptakan Pabrik Semen yang ramah lingkungan serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

Lingkungan bekas tambang SMBR sangat mendukung untuk dilakukan kegiatan ternak lebah. Perseroan melihat adanya potensi dari inovasi ini untuk membantu proses reklamasi dan pasca tambang Mining SMBR secara umum dan secara khusus akan membantu proses reproduksi vegetative dari tumbuhan yang ditanam pada area reklamasi.

“Kami melakukan kegiatan pembenihan, penyapihan, pembibitan di lokasi Nursery Green House Division Mining. Setelah bibit siap untuk ditanam terlebih dahulu area yang akan ditanami tanaman untuk tempat berkembang biak lebah trigona dilakukan penebaran LCC (Legume Cover Crop) agar tanah lebih subur kembali.” ujar Hendri Irawan Manuhutu Vice Presiden Mining.

Selain itu, SMBR berencana akan memberdayakan peternak lebah lokal berpengalaman di wilayah Baturaja untuk mengembangkan inovasi ini. Sehingga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat lain untuk ikut melakukan budidaya lebah secara mandiri, dan dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Lebah Trigona atau sering kita sebut sebagai lebah kelulut, klancing, klenceng, lonceng, dll merupakan salah satu genus lebah tanpa sengat terbesar. Trigona menjadi jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan se-Indonesia.

Pada bulan September 2021 telah dilakukan panen pertama yang dihadiri oleh Direktur Produksi & Pengembangan dan Direktur Umum & SDM. Vice President Mining SMBR Hendry Irawan Manuhutu mengatakan jika hasil yang didapatkan pada panen pertama sangat memuaskan.

“Madu dipanen secara langsung dengan menggunakan mesin penyedot madu yang dibuat dengan memodifikasi pompa vakum aquarium sehingga bisa digunakan sebagai penyedot madu lebah trigona panen juga telah disiapkan untuk dibawa pulang para Direksi dan karyawan/ti yang hadir dengan packaging yang menarik.” ujarnya.

Saat ini luas area yang sudah dilakukan kegiatan reklamasi sekitar 30 Ha. Berdasarkan referensi sebuah hasil penelitian, untuk satu hektar lokasi hijau dapat ditempatkan sebanyak 15 kotak koloni lebah. Sehingga jika semua lahan reklamasi tersebut dapat dioptimalkan untuk produksi madu trigona, maka produksi madu bisa berpotensi mencapai 45 – 90 liter madu per bulan dengan parameter asumsi 0,1 – 0,2 liter per kotak per bulan. Namun untuk saat ini, belum semua area reklamasi bisa dioptimalkan dikarenakan masih dalam tahap penelitian dan pengamatan, total kotak yang dimiliki SMBR saat ini adalah 40 kotak koloni lebah dan Alhamdulillah saat ini produksi madu trigona telah mencapai 3 – 5 liter per 1,5 bulan.

“Budidaya Lebah Trigona ini menjadi Role Mode Ekonomi Hijau (Green Economy) yang diterapkan pada area bekas tambang yang tidak ekonomis lagi menjadi penghasil madu dengan nilai ekonomi tinggi. Semoga dengan berjalannya program ini mampu memberdayakan ekonomi pasca tambang dan memberikan manfaat kesehatan dengan mengonsumsi madu trigona.” imbuhnya. {}

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021 di Wisma Antara, Jakarta Pusat pada Jumat (25/03) dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Perseroan, Franky Sibarani.

Sebagai salah satu perusahaan BUMN di Sumatera Selatan yang bergerak di industri semen, SMBR mencatatkan kinerja positif pada tahun 2021 dengan mengantongi laba bersih Perseroan sebesar Rp 51,8 miliar. Laba bersih tahun 2021 ditetapkan sebagai cadangan lainnya yang digunakan untuk investasi perusahaan sesuai dengan pertimbangan kondisi perekonomian Indonesia, kebutuhan dana untuk investasi pengembangan dan untuk menjaga likuiditas Perseroan dalam kondisi baik.

RUPST kali ini juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan susunan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :

  1. Jobi Triananda Hasjim yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama digantikan oleh Daconi.
  2. Daconi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Produksi & Pengembangan digantikan oleh Suherman Yahya.
  3. M. Jamil yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko digantikan oleh Tubagus Muhammad Dharury.
  4. Amrullah yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Umum & SDM digantikan oleh Gatot Mardiana.
  5. Pemberhentian Endang Tirtana sebagai Komisaris Independen.
  6. Pengangkatan kembali Oke Nurwan sebagai Komisaris

Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2021 :

Komisaris Utama                                            : Franky Sibarani

Komisaris                                                          : Oke Nurwan

Komisaris Independen                    : Darusman Mawardi

Komisaris Independen                    : Chowadja Sanova

Direktur Utama                               : Daconi

Direktur Produksi & Pengembangan         : Suherman Yahya

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko                               : Tubagus Muhammad Dharury

Direktur Umum & SDM                 : Gatot Mardiana

Direktur Pemasaran                                      : Mukhamad Saifudin

Para pemegang saham menghadiri acara RUPST secara luring maupun daring sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Kali ini, pemegang saham memberikan persetujuan untuk 7 (tujuh) mata acara. Mata acara yang pertama mengenai persetujuan laporan tahunan direksi, laporan pelaksanaan tugas pengawasan dewan komisaris, dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2021. Sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja yang telah dijalankan selama tahun buku 2021.

Pada laporan yang disampaikan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko M. Jamil, melaporkan jika perseroan berhasil melalui situasi sulit di masa Pandemi Covid-19 dengan membukukan volume penjualan sebesar 1,9 juta ton atau meningkat 1% dari tahun 2020. Perseroan juga mampu mempertahankan pangsa pasar di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yakni 31%. Selain itu peningkatan pangsa pasar terjadi di wilayah Lampung yang mencapai 29% atau naik 1% (yoy).

Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan mampu memaksimalkan penjualan dengan capaian 1,8 triliun atau meningkat 2% dari realisasi tahun 2020. Sehingga kinerja laba bersih Perseroan tumbuh 372% menjadi Rp 51,8 miliar tahun 2021.

“Meskipun industri semen masih mengalami kondisi over supply, namun kinerja positif Perseroan tak luput dari inisiatif strategis yang kami terapkan di perusahaan untuk terus melakukan efisiensi melalui program SMBRGO45 dan meningkatkan produktivitas melalui SMBRGO3T.” tambah Jamil.

SMBRGO45 adalah inisiatif strategis perusahaan melalui pelaksanaan program efisiensi biaya produksi antara lain peningkatan penggunaan batubara dari sumber paling ekonomis, menjaga kelancaran operasi dengan program Predictive Maintenance dan Preventive Maintenance, optimalisasi produksi semen, optimalisasi penggunaan limbah B3 sebagai bahan baku dan energi, dan optimalisasi metode blasting berbanding metode surface mining.

Dalam meningkatkan produktivitas karyawan, Perseroan menerapkan strategis SMBRGO3T melalui program restrukturisasi organisasi. Dengan adanya perubahan organisasi akan mengoptimalkan kinerja karyawan sesuai dengan bidangnya.

Acara RUPST berjalan dengan lancar, adapun mata acara lainnya yang disetujui dalam RUPST meliputi : Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil Tahun 2021, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2021;

Penetapan penggunaan Laba Bersih Perseroan yang ditetapkan untuk cadangan investasi perusahaan, dilanjutkan dengan mata acara penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2021 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2022;

Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2022 dan terakhir Ratifikasi Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia. {}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah melaksanakan Asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dengan hasil skor penilaian 3,0 berdasarkan expose hasil verifikasi INDI 4.0 pada tanggal 10 Desember 2021 oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T). Skor tersebut menunjukan SMBR berada pada level Kesiapan Matang.

Asesmen tersebut dalam rangka mengukur tingkat kesiapan perusahaan guna bertransformasi menuju industri 4.0 sesuai dengan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian tentang Pelaksanaan Asesmen Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk BUMN.

SMBR saat ini sedang mempersiapkan pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini merupakan salah satu upaya Perseroan dalam mempersiapkan perusahaan untuk bertransformasi menuju industri 4.0 dan merupakan bentuk dukungan terhadap Program Making BUMN 4.0 sebagai bagian dari Program Making Indonesia 4.0.

Pada tahun 2021, SMBR telah mengimplementasikan Intelligence Process Control System pada proses pyroprocessing (pembakaran) dan direncanakan untuk dilanjutkan pada proses penggilingan. Selain itu, pada tahun 2022, SMBR juga merencanakan akan mengimplementasikan Predictive Maintenance berbasis AI untuk peralatan-peralatan utama pabrik.

“Pengembangan Predictive Maintenance berbasis AI ditargetkan siap untuk diaplikasikan pada Desember 2022.” ujar Direktur Produksi dan Pengembangan SMBR Daconi.

Saat ini SMBR telah membentuk tim Transformasi Industri 4.0 yang bertujuan untuk mempersiapkan SMBR dalam bertransformasi menuju industri 4.0 dengan target skor 3,5 pada tahun 2024.

Perseroan mendukung program transformasi industri 4.0 ini karena seiring dengan perkembangan zaman, maka Perseroan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Melalui implementasi industri 4.0 ini, Perseroan akan dapat memperbaiki kualitas produk, meningkatkan produktifitas, dan proses produksi yang lebih efisien sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan lebih lanjut dapat menjadi penunjang kemajuan perekonomian Indonesia.

“Kami berusaha untuk membangun sistem operasi pabrik yang cerdas dan efisien untuk menghasilkan produk semen yang berkualitas.” tambahnya.

Tak hanya itu, dengan implementasi proses industri 4.0 lewat pengembangan teknologi berbasis AI ini akan memperkuat sistem operasional IT maupun keamanan siber, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, dengan tetap mengedepankan pelayanan prima dalam menjamin kepuasan pelanggan.{}

Palembang – Dalam upaya menjaga situasi keamanan yang kondusif dalam kegiatan operasional dan Objek Vital Nasional perusahaan, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menandatangani nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan pada Rabu (09/03) di Mapolda Sumsel.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Toni Harmanto.

Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat utama di jajaran Mapolda Sumsel, PJU Polda Sumsel, sedangkan untuk perwakilan manajemen SMBR dihadiri oleh Direktur Umum dan SDM Amrullah, Vice President Corporate Secretary Doddy Irawan, Vice President HR & GA Fitria Margaretha beserta jajaran lainnya.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama ini dan bantuan pengamanan dari Polda Sumsel dapat meningkatkan sinergi dalam hal pengamanan objek vital yang ada di SMBR.” ujar Jobi

Melalui kerjasama ini diharapkan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dapat memastikan berjalannya kegiatan pengamanan, antisipasi terhadap potensi gangguan dan penegakan hukum terkait kegiatan operasional SMBR di wilayah Sumatera Selatan.

SMBR sendiri telah terdaftar sebagai objek vital nasional sektor industri sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian RI Nomor 466/M-IND/Kep/8/2014 sehingga kawasan industri perseroan layak untuk mendapatkan perlindungan keamanan.

“Dengan adanya kerjasama ini akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia serta memberikan rasa aman bagi stakeholder dan karyawan.” pungkasnya.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) kembali mencetak kinerja positif pada tahun 2021 di mana SMBR tercatat mampu menembus kenaikan laba bersih sebesar 372% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ditengah over supply industri semen nasional dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung serta tekanan kenaikan komoditas batubara, Perseroan bekerja keras dengan melakukan berbagai inisiatif strategis untuk memberikan kinerja terbaiknya pada tahun 2021.

“Membaiknya ekonomi nasional pada tahun 2021, yang ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,69% dan pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 2,81% telah mendorong adanya peningkatan permintaan semen di Sumatera yang merupakan wilayah pasar SMBR sebesar 2,5% sepanjang 2021” ujar M. Jamil Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMBR.

SMBR membukukan peningkatan volume penjualan sebesar 1%, dan pendapatan senilai Rp1,75 triliun atau naik sebesar 2% dari pendapatan tahun 2020.

Perseroan pun berhasil menekan cost per ton pada tahun 2021 sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan program cost leadership yang dilaksanakan Perseroan pada tahun 2021 merupakan salah satu kunci utama suksesnya Perseroan meningkatkan EBITDA sebesar 7% dengan nilai Rp 446 Miliar dari tahun sebelumnya.

“Strategi cost leadership memberikan dampak positif bagi Perseroan. Kami telah berhasil menjalankan cost leadership ini dengan melakukan efisiensi dan optimalisasi pabrik untuk menghasilkan produk dengan cost yang efisien.” tambahnya.

Beban keuangan SMBR menurun menjadi Rp 180,4 Miliar. Hal ini menyebabkan laba bersih perusahaan melonjak dan mencatatkan laba bersih senilai Rp 51,82 Miliar menembus 372% (yoy) dibanding tahun 2020.{}

PALEMBANG – Dalam upaya memutus rantai Covid-19 melalui Program Vaksinasi Nasional, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMB) bersinergitas dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar “Keroyok Vaksinasi Covid-19”. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Pusat Semen Baturaja di Kertapati, Kota Palembang, yang sebelumnya berlangsung selama 5 Hari dari tanggal 15 – 17 Desember 2021 dan selanjutnya dilanjutkan pada tanggal 20 – 21 Desember 2021 lalu diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 karena tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan Vaksinasi Covid-19.

Adapun jenis vaksin yang disuntikan yakni Pfizer, AstaZeneca dan Sinovac. Sasaran Vaksinasi ini adalah Masyarakat umum kategori lansia, remaja dan anak berusia 12 tahun ke atas. Dosis yang disediakan sebanyak 5000 dosis vaksin. Kegiatan ini juga diperuntungkan bagi Peserta Vaskin Kedua.

Kegiatan vaksini ini dihadiri secara langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H dan Direktur Umum & SDM SMBR Amrullah.

Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan Kerjasama antara SMBR dengan Polda Sumsel, sebagai bentuk kepedulian terhadap Kesehatan masyarakat serta dukungan program pemerintah dalam upaya memberikan kekebalan tubuh dan meningkatkan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok)untuk memutus Penularan Covid-19.

Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto mengapreasiasi SMBR yang telah mendukung menyediakan sarana dan prasana dalam kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Semen Baturaja yang telah menyukseskan percepatan Herd Immunity melalui Vaksinasi,” Ujar Toni, Selasa (21/12).

Sebelumnya SMBR telah menggelar Program Vaksinasi untuk Karyawan/ti dan Masyarakat Umum di Baturaja dan Palembang dari hasil Kerjasama pihak Dinas Kesehatan, Polda dan Polres setempat. Hal ini merupakan wujud kontribusi SMBR sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membantu Masyarakat sekitar terutama yang berada di ring 1.

“Perseroan selalu support program pemerintah dalam pengecahan Penularan Covid -19 di Indonesia karena itu sudah menjadi tugas sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara.  ” jelas Amrullah.

Pada kesempatan yang sama, SMBR juga membagikan paket sembako sebanyak 2000 paket kepada Masyarakat yang telah mengikuti Vaskinasi. Hal ini merupakan wujud kontribusi SMBR sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membantu Masyarakat sekitar terutama yang berada di ring 1.

Selama masa pandemi Covid-19, SMBR telah menerapkan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menerapkan protokol kesehatan 5M, mewajibkan pengukuran suhu tubuh saat memasuki kantor dan Kewajiban memakai Aplikasi Peduli Lindungi di lingkungan perusahaan bagi internal maupun eksternal, dan melakukan screening test melalui aplikasi SMBR Survey.{}

PALEMBANG – BATURAJA – PANJANG, Tepat di tanggal 14 November 2021 PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) memperingati hari ulang tahunnya, dimana tahun ini SMBR genap berusia 47 tahun. Sejak berdiri sampai dengan usianya saat ini, Semen Baturaja telah banyak menghadapi tantangan dan berbagai dinamika bisnis. Namun berkat dukungan dari semua pihak, SMBR mampu melewati dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut.

Salah satu perubahan yang paling kita rasakan selama dua tahun terakhir ini adalah bagaimana kita tetap dapat menjalankan proses bisnis di tengah kondisi Pandemi yang masih berlangsung. SMBR memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cukup baik di semua lini, dari sisi produksi kita telah berhasil menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan, di sisi penjualan kita telah berkolaborasi dengan Tokopedia untuk penjualan secara online dan beberapa waktu yang lalu kita juga telah melakukan softlaunching aplikasi Build Id yaitu sebuah aplikasi yang kita yakini akan mampu menjadi solusi penyedia bahan bangunan bagi konsumen dan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Serta pemanfaatan teknologi digital lainnya diunit-unit supporting.

Untuk capaian kinerja SMBR sampai dengan kuartal ketiga tahun 2021. Dari sisi pendapatan, SMBR mengalami kenaikan sebesar 5,5%, jika dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2020. Pada tahun ini terjadi kenaikan harga batubara yang cukup signifikan. Harga Batubara Acuan (HBA) bulan September 2021 mengalami kenaikan 97,8% atau hampir dua kali lipat terhadap harga bulan Januari 2021, dimana hal ini sangat mempengaruhi biaya produksi. Perusahaan dituntut untuk melakukan efisiensi disegala bidang agar tetap bersaing. Kita berharap SMBR bisa menutup tahun 2021 dengan kinerja positif dan tumbuh dari tahun sebelumnya.

Pada kesempatan ini jajaran Manajemen mengajak seluruh insan Semen Baturaja untuk terus bekerja lebih keras, lebih cerdas dan tetap mengedepankan
cost efficiency di semua lini, sehingga target-target yang telah dicanangkan dapat tercapai.

Tak lupa pada momen Ulang Tahun SMBR ke-47 ini terdapat 136 orang penerima Tanda Jasa dan Penghargaan Setya Karya atas masa kerjanya selama 35, 25, 20 dan 10 tahun. Di site Palembang terdapat 49 orang, Baturaja 81 orang dan Panjang 6 orang.

Jajaran direksi dan segenap keluarga besar SMBR mengucapkan selamat kepada karyawan/ti yang mendapatkan Tanda Jasa dan Penghargaan Setya Karya pada momen ulang tahun ini, semoga kinerja dan kontribusi karyawan/ti selama bergabung di SMBR dapat menjadi amal ibadah serta mendapatkan pahala dan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Semoga Penghargaan dan Tanda Jasa yang telah diberikan, dapat menjadi motivasi bagi seluruh karyawan/ti untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi dalam mendukung peningkatan kinerja Perusahaan.

PALEMBANG – Pandemi Covid-19 belum berakhir, sepanjang Semester I/2021 PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) berhasil membukukan kinerja cemerlang baik dari kinerja operasional maupun kinerja keuangan. Volume penjualan semen pada Semester I/2021 tercatat naik 14% sebesar 850.484 ton. Sehingga secara positif mampu meningkatkan pendapatan perseroan sebesar Rp 763,63 miliar atau naik 14% (YoY). Penjualan semen di Semester I/2021 masih didominasi oleh semen bag/zak kepada pihak ketiga sebesar Rp 654,81 miliar.

Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan bahwa capaian kinerja positif ini merupakan hasil kerja keras dan usaha dari seluruh lini di perusahaan.

“Manajemen memastikan agar aktivitas produksi dan penjualan mampu berjalan dengan baik dengan tidak mengurangi kewaspadaan kita terhadap penyebaran virus Covid-19. Ini merupakan hasil kerja keras bersama.” ujar Jobi.

Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan kegiatan investasi dan prioritas pembangunan infrastruktur sebagai katalis positif bagi perusahaan semen di wilayah Sumatera. Sehingga industri semen tidak mengalami dampak signifikan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Pemberlakuan PPKM tidak menyebabkan demand semen di wilayah Indonesia mengalami penurunan, didorong oleh adanya pertumbuhan ekonomi di tahun 2021.” tambahnya

Kinerja SMBR pun menunjukan pemulihan sepanjang Semester I/2021 dengan membukukan laba bersih positif senilai Rp 2,65 miliar. SMBR berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 7% dari semula Rp 436,73 miliar menjadi Rp 407,45 miliar. Kemudian beban usaha juga menurun 5% dari semula Rp 268,8 miliar menjadi Rp 255,6 miliar.

Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp 5,75 triliun dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 5,73 triliun, SMBR mencatatkan liabilitas sebesar Rp 2,35 triliun dan ekuitas Rp 3,40 triliun. EBITDA tercatat mampu mencapai Rp 196 miliar atau tumbuh sebesar 227% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seluruh kinerja positif yang diperoleh merupakan keberhasilan dari inisiatif strategi SMBR dalam melakukan efisiensi biaya produksi & biaya usaha.

Manajemen semakin optimis kinerja SMBR di Semester II/2021 mampu mencapai target dengan adanya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan juga industri semen merupakan salah satu sektor strategis yang masih harus berjalan ditengah pandemi untuk menopang pembangunan infrastruktur di Indonesia.{}

BATURAJA – Kodim 0403 OKU bekerjasama dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menggelar “Serbuan Vaksin” yang dilaksanakan di Wisma Ganesha Pabrik Baturaja pada Rabu (04/07).

Sasaran vaksinasi ini adalah masyarakat di wilayah teritori Kodim 0403 yang meliputi 3 Kabupaten di OKU Raya. Semen Baturaja sendiri juga mendapat bagian untuk vaksinasi kepada karyawan/ti. Sebanyak 600 vaksin telah disalurkan dengan dibantu oleh Dinas Kesehatan OKU dalam pelaksanaan vaksinasinya. Acaranya pun berlangsung dengan kondusif dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Plh Bupati OKU Drs. H. Edward Candra, M.H., Dandim 0403 OKU Letkol Arh Tan Kurniawan, S.A.P., M.I.Pol., Kapolres Kabupaten OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga, S.I.K., M.H., Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja Daconi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Andi Prapto, S.KM., M.M.

”Kami senang dapat membantu dan melindungi masyarakat. Sudah menjadi bagian dari tugas kami untuk selalu memberikan perlindungan dan keselamatan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.” ujar Tan Kurniawan.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen dan kepedulian Kodim 0403 OKU dalam melindungi kesehatan keselamatan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillaah saya sudah divaksin hari ini yg diselenggarakan di Semen Baturaja, saya merasakan setelah vaksin aman dan baik-baik saja. Harapan untuk masyarakat agar melaksanakan vaksinasi untuk kesehatan dan kebaikan kita bersama.” ujar Bapak Nadi salah satu warga yang turut hadir mengikuti vaksinasi.

Rencananya dalam waktu dekat, Kodim 0403 OKU akan Kembali menyelenggarakan program vaksinasi pada bulan Juli ini yang akan dilaksanakan di Kodim 0403 OKU untuk masyarakat sekitar yang belum mendapatkan jatah vaksin.

Tak hanya di Baturaja, sebagai salah satu perusahaan pelayanan publik, Semen Baturaja sendiri juga telah melaksanakan program vaksinasi di Kantor Pusat Palembang bagi karyawan/ti dan Anak Perusahaan pada Senin (05/07) lalu. Pelaksanaan vaksinasi di Palembang berlangsung selama 4 hari bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Vaksinasi yang dilaksanakan ini merupakan salah satu upaya SMBR dalam membentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok) di lingkungan perusahaan. Banyaknya kasus Klaster Kantor yang dapat menjadi tempat penyebaran kasus Covid-19, melalui vaksinasi mampu mencegah terpaparnya karyawan/ti dari Covid-19 dan menghentikan penyebaran virusnya.

‘’Seluruh insan Semen Baturaja dan anak perusahaan merupakan bagian dari pelayanan publik. Manajemen membantu melalui fasilitas vaksinasi yang bisa didapatkan oleh mereka sebagai salah satu perisai agar dapat bekerja tanpa kekhawatiran. Namun, semua itu harus disertai dengan tertib akan protokol kesehatan.’’ Tambah Daconi.

Manajemen memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya untuk para tenaga kesehatan, Kodim 0403, dan Dinas Kesehatan yang telah bekerja secara maksimal demi berjalannya program vaksinasi tersebut. Selain itu, manajemen juga mengapresiasi para karyawan/ti yang tetap bekerja secara optimal dalam masa pandemi Covid-19.

Selama masa pandemic Covid-19, SMBR telah menerapkan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menerapkan protokol kesehatan 5M, mewajibkan pengukuran suhu tubuh, menyediakan alat penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan, mengoptimalkan penggunaan fasilitas video conference, membatasi pihak eksternal atau tamu yang berkunjung ke SMBR dan melakukan tracing harian melalui aplikasi SMBR Survey.{}

Manajemen Laporkan Kinerja Positif Selama Masa Pandemi Covid-19

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis 27 Mei 2021.

Para pemegang saham menghadiri acara RUPST secara langsung maupun daring karena protocol kesehatan yang membatasi adanya peserta RUPST yang hadir di tempat. Dipimpin langsung oleh Komisaris Utama SMBR Franky Sibarani acara RUPST berjalan dengan lancar.

Pada RUPST kali ini, pemegang saham secara bulat memberikan persetujuan untuk 8 mata acara, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan audit SMBR tahun buku 2020, termasuk pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2020 hingga perubahan anggaran dasar perseroan.

Dalam RUPST juga telah disetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan ini merupakan usulan dari pemegang saham Seri A Dwiwarna dengan kesepakatan sesuai kebutuhan perseroan kedepannya. Perseroan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus perseroan dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Terdapat perubahan susunan pengurus Perseroan dengan penambahan pengangkatan Komisaris Independen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Chowadja Sanova. Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2020 :

Komisaris Utama                                            : Franky Sibarani

Komisaris                                                        : Oke Nurwan

Komisaris Independen                                   : Darusman Mawardi

Komisaris Independen                                   : Endang Tirtana

Komisaris Independen                                   : Chowadja Sanova

Direktur Utama                                              : Jobi Triananda Hasjim

Direktur Produksi & Pengembangan             : Daconi

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko       : M. Jamil

Direktur Umum & SDM                                  : Amrullah

Direktur Pemasaran                                       : Mukhamad Saifudin

Pada RUPST tersebut juga menyetujui laporan mengenai kinerja perusahaan selama tahun buku 2020. Laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan mampu membukukan kinerja positif dengan memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

‘’Kinerja positif ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh manajemen untuk mendorong upaya peningkatan pendapatan. Dengan efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor mampu menekan harga pokok secara signifikan.’’ ujarnya.

Perseroan mendorong upaya peningkatan pendapatan dengan mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan penjualan non semen lainnya seperti white clay, semen mortar, beton porous, dan lainnya. Penyumbang penjualan terbesar masih diperoleh dari penjualan semen bungkus yang tersebar pada para distributor wilayah-wilayah pemasaran Semen Baturaja.

Inisiatif strategi yang telah dilakukan ini dibawa kembali perseroan di tahun 2021, dan mampu mencatatkan kenaikan pendapatan pada Triwulan I 2021 sebesar 20% yoy dengan perolehan Rp 394 M. Keberlanjutan pada efisiensi biaya juga mampu menurunkan beban pokok penjualan 21% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 hingga Triwulan I 2021, laba bersih Perseroan positif Rp 17,9 M.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di wilayah Sumatera, SMBR mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi demand di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Wilayah Sumatera memiliki pertumbuhan semen positif dengan demand yang meningkatkan volume penjualan pada Triwulan I 2021 sebesar 22% menjadi 452.931 ton.

Melalui berbagai strategi yang dilakukan guna meningkatkan kinerja perseroan antara lain, kebijakan kualitas produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kebijakan kontinuitas suplai seperti kesiapan armada angkutan hingga buffer stock di wilyah-wilayah penjualan strategis dan penjualan produk turunan seperti white clay, semen mortar, beton porous dan lainnya.

Perseroan optimis jika target penjualan tahun 2021 ini dapat tercapai dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan meningkat 4-5%.

‘’Pemerintah telah memulai proyek-proyek strategisnya dan Semen Baturaja telah ikut serta dalam proyek strategis pemerintahan yang memberikan peluang bagi perseroan untuk meningkatkan volume penjualan dan mengatasi over supply semen.’’ tambah Jobi.

RUPST ini juga menyetujui beberapa usulan lainnya pada agenda rapat meliputi penetapan tantiem untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tahun buku 2020 dan penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2021.

Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun buku 2021 dan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2021 dengan ruang lingkup pekerjaan termasuk laporan evaluasi kinerja perusahaan, laporan evaluasi KPI dan laporan kepatuhan terhadap perundang-undangan dan pengendalian intern.

Terakhir pengukuhan pemberlakuan 5 (lima) Peraturan Menteri (Permen) BUMN tentang kontrak manajemen dan kontrak manajemen tahunan Direksi BUMN, Permen BUMN mengenai pedoman pengusulan, pelaporan, pemantauan, dan perubahan penggunaan tambahan penyertaan modal negara kepada BUMN dan perseroan terbatas, Permen BUMN tentang pedoman tata cara penghapusbukukan dan pemindahtanganan aktiva tetap BUMN, Permen BUMN mengenai Program TJSL BUMN dan terakhir Permen BUMN mengenai pedoman Kerjasama BUMN.{}