PALEMBANG – Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memproyeksikan tahun 2021 konsumsi semen dalam negeri akan meningkat sekitar 7-8%. Begitu juga dengan ekspor clinker dan semen diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 10%. Hal ini terutama dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan meningkat 4-5%.

Volume penjualan semen domestic sepanjang 2020 tercatat sebesar 62,5 juta ton. Mengacu pada data ASI realisasi ini menurun 10,7% yoy dan merupakan pertumbuhan terendah dalam 10 tahun terakhir.

Saat virus Covid-19 merebak ke seluruh dunia termasuk Indonesia, kinerja perekonomian menjadi melemah dan pertumbuhan ekonomi pun mengalami perlambatan. Hingga akhir tahun 2020, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar -2,07%.

‘’Banyak proyek pemerintah yang ditunda karena Pandemi Covid-19. Meskipun masih ada proyek yang telah berjalan seperti proyek pembangunan jalan tol Indralaya – Prabumulih, tol Muara Enim – Lubuklinggau – Bengkulu dan proyek lainnya yang masih dilanjutkan mampu membawa pengaruh untuk konsumsi semen di wilayah Sumatera.’’ ujar Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim.

Menghadapi situasi yang penuh tantangan tersebut, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mampu melalui tahun 2020 dengan membukukan kinerja positif. Perseroan menjaga kinerja dengan berbagai inisiatif strategis yaitu efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor. Perseroan pun mendorong upaya peningkatan pendapatan melalui penjualan white clay. Hasilnya Perseroan mampu menekan harga pokok secara signifikan dan juga memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

Selain itu, Perseroan melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin dan penetapan  prioritas belanja modal sehingga berhasil membukukan Cash From Operation (CFO) Rp. 393 Milyar di akhir tahun 2020 dan mampu mencatatkan EBITDA margin sebesar 24%, jauh diatas pencapaian tahun 2019 sebesar 20%.

‘’Semen Baturaja mampu menunjukan tanggung jawabnya sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan memaksimalkan pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Tahun 2021 akan menjadi tahun yang lebih optimis dengan adanya upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor infrastruktur yang menjadi sektor utama penyerap semen.’’ pungkasnya.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Huadian Bukit Asam Power dalam pemanfaatan Limestone, Gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash. Penandatanganan nota kesepahaman dari pihak SMBR dilakukan langsung oleh Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin dan Wakil Direktur HBAP, Dody Arsadian bertempat di Kantor Pusat Pabrik Semen Baturaja Palembang, Selasa (16/03).

Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan perusahaan bersama China Huadian Hongkong Co Ltd (CHDHK) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ini dilakukan sebagai pihak terafiliasi dalam pemanfaatan Gypsum, Fly Ash, dan Bottom Ash yang berpotensi dihasilkan dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Sumsel-8 (PLTU Sumsel-8) berkapasitas 2×600 MW di Kabupaten Muara Enim.

‘’Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi dari kedua perusahaan untuk meningkatkan daya saing yang sangat diperlukan dalam menghadapi lingkungan industri yang semakin kompetitif, dengan memanfaatkan peluang penciptaan revenue stream baru maupun cost transformation. Semen Baturaja akan memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash untuk proses produksi semen yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap milik PLTU Sumsel-8.’’ Ujar Saifudin

Nota kesepahaman ini  akan berlangsung selama periode 2 (dua) tahun terhitung tanggal 02 Maret 2021 sampai dengan tanggal 01 Maret 2023. Dalam Kerjasama ini, SMBR akan menyediakan limestone (batu kapur) kepada PT HBAP untuk kebutuhan proses Flue Gas Desulfurization (FGD).

‘’PT Huadian Bukit Asam Power juga akan menyediakan Gypsum sebagai bahan baku proses produksi di Semen Baturaja. Sehingga Kerjasama ini menguntungkan bagi kedua belah pihak terutama dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan.’’ tambahnya.

Fly Ash dan Bottom Ash dapat diolah dengan baik dalam produksi semen Portland tentunya dengan peningkatan kualitas dan ketahanan. Sejak tahun 2019 pun SMBR telah melakukan sinergi BUMN dengan PUSRI untuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash.

Terkait Kerjasama penggunaan Limestone (batu kapur), perseroan menyatakan siap mensuplai kebutuhan Limestone PT HBAP, karena SMBR memiliki kemampuan untuk menghasilkan Limestone dengan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan proses operasi PT HBAP.{}

LAMPUNG – Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) menandatangani perjanjian Kerjasama (MoU) dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengenai Kerjasama penelitian dan pengembangan serta bidang keteknikan di Universitas Lampung pada Kamis (04/03).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Produksi dan Pengembangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Daconi, ST., MM. dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung Prof. Drs. Ir. Suharno, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Prof. Suharso, S.Si., Ph. D., Vice President Research & Development Semen Baturaja M. Beni, dan jajaran  pimpinan Fakultas Teknik UNILA.

‘’Kesepakatan ini merupakan sinergi antara Semen Baturaja dan UNILA untuk bekerjasama melakukan penelitian bidang semen di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.’’ Ujar Daconi

Hal ini merupakan bentuk komitmen Semen Baturaja untuk peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia. Di persaingan global saat ini, merupakan suatu keharusan untuk menyiapkan dan meningkatkan mutu SDM.

Daconi juga memberikan kuliah umum mengenai pengenalan industri semen dan perkembangannya melalui zoom meeting webinar yang dihadiri oleh mahasiswa/i UNILA, dan universitas undangan lain. Materi yang disampaikan mengenai teknologi proses pembuatan semen, peran sarjana teknik dalam industri semen, dan berbagai jenis pengembangan produk semen dan produk turunannya.

‘’Semen Baturaja merupakan perusahaan lokal di Sumatera Selatan yang perlu saling memberikan dukungan. Semoga dengan adanya kerjasama yang dilakukan akan memberikan manfaat untuk UNILA dan Semen Baturaja.’’ tambah Suharso.

Semen Baturaja mencoba membentuk dan menyiapkan para calon sarjana teknik dari UNILA dan universitas yang ada di Lampung untuk mampu bersaing, melakukan penelitian bersama dan membentuk visi untuk mengembangkan industri semen Indonesia menuju persaingan global.{}

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah melakukan pelunasan pokok dan pembayaran bunga ke-12 atas kewajiban medium term notes (MTN) I sebesar Rp 400 Miliar. Direktur Keuangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk M Jamil mengatakan jika pembayaran MTN telah dilakukan pada tanggal 23 Februari 2021 dengan recording date 17 Februari 2021.

Pada 16 Februari 2021 lalu, Semen Baturaja mendapatkan kredit sindikasi senilai total Rp 400 Miliar dari Bank Mega, Bank Mega Syariah dan Bank Jawa Barat. Pembiayaan inilah yang digunakan sebagai pelunasan MTN I Semen Baturaja Tahun 2018.

Pembayaran surat utang tersebut lebih cepat dari waktu jatuh tempo. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menerbitkan MTN pada tahun 2018 senilai Rp 400 Miliar. Bekerjasama dengan PT Bank Negera Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku agen pemantau untuk penerbitan MTN, Semen Baturaja mendapatkan bunga cukup rendah sebesar 9% per tahun selama 3 tahun.

Kinerja Semen Baturaja dinilai membaik sejalan dengan perkembangan perekonomian Nasional. Hal ini dibuktikan dengan catatan penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan 34.000 ton semen putih (white clay) sepanjang tahun 2020.

Pada bulan Januari ini Semen Baturaja berhasil mencatatkan penjualan 155.119 ton semen , penjualan white clay tercatat 2.265 ton dan penjualan semen mortar sebesar 1,28 ton. Saat ini Semen Baturaja siap untuk mengembangkan usahanya dan siap untuk memenuhi demand semen di wilayah pasar Sumbagsel dan sekitarnya.

LUBUK LINGGAU – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk bersama dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau melakukan penandatanganan Kesepakatan Kerjasama pembangunan Distribution Center pertama di Kota Lubuklinggau (19/02).

Kesepakatan Kerjasama dengan Pemkot Lubuklinggau ini merupakan tindaklanjut dari keinginan pemerintah Lubuklinggau dalam rangka pengembangan Kawasan Perindustrian dan Perdagangan di Kota Lubuklinggau.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Umum & SDM PT Semen Baturaja (Persero) Tbk  Amrullah dan Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe. Dihadiri juga Vice President Marketing PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Tarida Tambunan, Vice President Sales PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Kartha Kurniadi, dan Kepala DPMPTSP Kota Lubuklinggau Hendra Gunawan.

‘’Semen Baturaja menjadi inisiator pembangunan gudang semen atau kita sebut Distribution Center di Kota Lubuklinggau. Ini merupakan dukungan untuk kelancaran pasokan semen disini.’’ Ujar Amrullah

Pembangunan Distribution Center ini akan menjadi yang pertama di Kota Lubuklinggau. Distribution center ini akan menjadi titik strategis rantai pasok pemenuhan kebutuhan semen untuk wilayah Sumatera Selatan Bagian Barat (Lubuklinggau, Muratara, dst), Curup, Bengkulu dan Sarolangun.

Dengan adanya penandatanganan kesepakatan Kerjasama tersebut mengawali proyek pembangunan Distribution Center di Kota Lubuklinggau. Semen Baturaja berharap melalui pembangunan ini, pasokan semen di Kota Lubuklinggau akan terjaga dengan baik.

JAKARTA – Pada Selasa (16/02) PT Semen Baturaja (Persero) Tbk kembali melakukan penandatangan perubahan I Perjanjian Kredit dan Perjanjian Line Facility untuk pemenuhan kredit sindikasi di Gedung Graha BNI, Jakarta.

Penandatanganan ini merupakan Langkah pemenuhan total kredit sindikasi untuk Semen Baturaja dengan nilai sebesar Rp 1,7 Triliun. Minggu lalu Semen Baturaja bersama dengan Bank Sumsel Babel menandatangani fasilitas kredit senilai Rp. 80 Milyar dalam rangka memenuhi tranche 1 kredit sindikasi dengan total nilai Rp 1,3 Triliun. Dilanjutkan pada hari ini, beberapa perbankan memberikan fasilitas kredit kepada Semen Baturaja senilai Rp 400 Miliar.

‘’Sebelumnya kita sudah pernah melakukan penandatanganan kredit sindikasi tranche 1 pada Agustus 2020 sebesar Rp 1,22 Triliun. Pada tanggal 9 Februari 2021 lalu kita juga mendapatkan tambahan Rp 80 Miliar dan menutup tranche 1 dengan total Rp 1,3 Triliun.’’ Ujar Jobi Triananda Hasjim.

PT Bank Mega Tbk memberikan kredit senilai Rp 100 Miliar, PT Bank Mega Syariah senilai Rp 200 Miliar dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) menambah kredit senilai Rp 100 Miliar. Sehingga 3 bank tersebut menjadi perbankan yang memenuhi tranche 2 kredit sindikasi ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai mandated lead arranger (MLA) berhasil memberikan kredit sindikasi penuh kepada Semen Baturaja.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim, Kepala Bagian Bank Mega Widjaja Hendra, Kepala Bagian Bisnis Bank Mega Syariah Denny S. Karim, dan Pemimpin Divisi Korporasi & Komersial BJB Dicky Syahbandinata.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Komisaris Utama Semen Baturaja Franciscus M A Sibarani,  Direktur Keuangan Semen Baturaja M. Jamil, Pemimpin Divisi BNI Rudy Sihombing, Pemimpin Divisi Kredit BSB, Direktur Pemasaran Bank Maluku Malut Jetty Likur, dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Agusalim.

Kredit sindikasi ini akan memberikan relaksasi terhadap cash flow Semen Baturaja sehingga dapat lebih siap untuk pengembangan perusahaan berikutnya.

‘’Kami berterima kasih kepada para kreditur yang telah bekerjasama sehingga kredit sindikasi ini dapat terlaksana. Semen Baturaja optimis untuk meningkatkan penjualan di tahun 2021 ini sejalan dengan kenaikan demand semen.’’ Tambahnya.

Sinergi antara Semen Baturaja dengan BNI ini membuktikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara harus saling membantu untuk kemajuan perusahaan. Perbankan yang telah memberikan kredit sindikasi juga memberikan kepercayaan kepada Semen Baturaja untuk mengembangkan usahanya.

Perbankan melihat prospek industri semen ke depannya akan semakin membaik dengan meningkatnya proyek pembangunan oleh pemerintah. Harapannya tak hanya di industri infrastruktur, namun seluruh perkonomian di Indonesia akan mengalami perkembangan sehingga perekonomian akan tumbuh dan Indonesia kembali bangkit.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah melakukan penandatanganan penambahan perjanjian  kredit sindikasi bersama dengan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) pada Selasa (09/02) di Gedung Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Palembang.

Kerjasama ini merupakan wujud sinergi antar kedua perusahan yang berdomisili di Sumatera Selatan dalam rangka meningkatkan partisipasi untuk pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Sumatera Selatan.

Semen Baturaja mendapatkan dukungan tambahan kredit dari Bank Sumsel Babel senilai Rp 80 Miliar. Dengan begitu hingga saat ini Semen Baturaja telah mendapatkan kredit sindikasi sebesar Rp 1,3 Triliun yang diperoleh dari beberapa bank yang telah berpartisipasi dalam kredit sindikasi pada tahun 2020.

‘’Bank Sumsel Babel telah berkomitmen untuk melakukan penambahan porsi pemberian fasilitas kredit sindikasi kepada SMBR. Sehingga total kredit Bank Sumsel Babel berikan sebesar Rp 150 Milyar. ‘’ Ujar Jobi Triananda Hasjim

Penandatanganan yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim bersama Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin ini dilaksanakan sesuai dengan protocol kesehatan yang berlaku.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Keuangan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk M Jamil, Komisaris Utama Bank Sumsel Babel Eddy Junaidi, Komisaris Independen Bank Sumsel Babel Noversa, dan Kepala Divisi Sindikasi & Solusi Korporasi Bank BNI Rommel TP Sitompul.

Tahun 2021 dinilai menjadi titik balik untuk menaikan perekonomian Nasional. Salah satunya meningkatnya anggaran pemerintah di bidang infrastruktur sebesar Rp 417,4 T atau naik 48% dari tahun sebelumnya.

‘’Bank Sumsel Babel sangat menyambut baik atas pembiayaan kembali (Repackaging) ini dengan harapan dapat membantu Semen Baturaja untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Sehingga secara tidak langsung akan membantu perekonomian di Sumatera Selatan.’’ ujar Achmad Syamsudin.

Semen Baturaja juga optimis jika tahun ini akan lebih banyak proyek strategis yang mampu menaikan volume penjualan semen. Awal tahun 2021 Semen Baturaja telah ikut berpartisipasi dalam proyek di wilayah Sumatera Selatan seperti kontribusi dalam pembangunan Ruas Jalan Tol Palembang-Betung, Ruas pembangunan Prabumulih-Muara Enim, Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau dan proyek strategis lainnya.

Tak hanya itu, di Lampung dan Jambi pun Semen Baturaja telah memulai pembangunan Bendungan Way Sekampung, PLTG Kerinci, PLTG Lebong-Bengkulu, Bendungan Margatiga, dan lain-lain. Masih banyak proyek infrastruktur pemerintah yang bisa menjadi peluang Semen Baturaja untuk berkontribusi dalam meningkatkan penjualan dan memperbaiki perekonomian Nasional.

‘’Tahun ini diperkirakan konsumsi semen dalam negeri akan naik sekitar 7-8% dikarenakan naiknya anggaran infrastruktur. Kami melihat banyak peluang proyek strategis di wilayah marketshare. Semen Baturaja siap meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi demand semen di wilayah Indonesia khususnya wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, hingga ke Bangka Belitung’’ pungkas Jobi.

BATURAJA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk melakukan pembentukan Indonesia Cement Research Institute (ICRI) bersama Semen Indonesia Group (SIG) pada hari Kamis (26/11) secara virtual.

Sinergi antar BUMN melalui pembentukan ICRI yang dilakukan antara Semen Baturaja dan SIG ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Penelitian di Bidang Semen.

Acara yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri oleh Direktur Produksi & Pengembangan SMBR Daconi, Direktur Engineering & Project SIG Tri Abdisatrijo, Direktur SDM & Hukum SIG Tina T Kemala Intan dan Direktur Produksi SIG Benny Wendry.

Indonesia Cement Research Institute (ICRI) ini dibentuk sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam dunia usaha. Kebutuhan riset ini diharapkan dapat memberikan dampak kontribusi yang luas.

Pembentukan ICRI ini juga merupakan salah satu bentuk strategi perseroan sesuai dengan 5 (lima) prioritas Kementerian BUMN dan inisiatif strategi SMBR 2020-2024.

‘’Mulai hari ini Semen Baturaja dan SIG akan berjalan beriringan dalam kegiatan riset strategis untuk menciptakan produk yang inovatif, berteknologi tinggi dan ramah lingkungan, serta untuk meningkatkan efisiensi operasi dan cost leadership Klaster Semen.’’ Ujar Daconi

Hasil yang akan dicapai melalui ICRI ini diharapkan akan membawa klaster Semen di Indonesia mampu menciptakan inovasi dan teknologi baru serta untuk meningkatkan efisiensi operasi dan cost leadership Klaster yang akan membantu perseroan dalam mencapai target perusahaan.

Kinerja SMBR Triwulan III (Juli – September) telah menunjukan hasil yang positif dengan pencapaian laba bersih Rp. 25 miliar. Diharapkan dengan mulai positifnya pasar dan dengan dilaksanakannya program efisiensi diharapkan kinerja tahun 2020 juga akan membukukan hasil yang positif. Dengan adanya sinergi yang dilakukan dengan SIG diharapkan akan dapat memacu kinerja perusahaan kedepan.

‘’Semoga kedepannya, ICRI ini menjadi pusat riset semen dan building material terbaik di Indonesia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari semua pihak agar tujuan sinergi ini tercapai.’’ pungkasnya.

Melalui ICRI pada hari ini, SIG dan Semen Baturaja akan berjalan beriringan dalam kegiatan riset strategis untuk menciptakan produk yang inovatif, berteknologi tinggi dan ramah lingkungan. Semoga sinergi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Nasional.{}

PALEMBANG – Keluarga besar PT Semen Baturaja (Persero) Tbk memperingati HUT ke-46 dengan cara virtual pada Senin (16/11). Perayaan ini dilakukan dengan doa bersama melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh Internal Semen Baturaja.

Seperti yang kita tahu, perayaan HUT menjadi momen yang ditunggu sebagai media silaturahmi antar karyawan/ti, stakeholder, pejabat daerah, hingga para distributor dan konsumen. Namun dengan kondisi saat ini, Semen Baturaja membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang dan hanya melangsungkan tasyakuran secara virtual.

“Saat ini kita harus prihatin dengan kondisi sekitar. Lebih baik perayaan HUT tahun ini kita perbanyak doa supaya Indonesia makin membaik.” Ujar Direktur Utama Jobi Triananda Hasjim

Tahun ini HUT Semen Baturaja ke-46 mengangkat tema ‘’New Normal New Spirit’’ yang bermakna dalam era new normal ini Semen Baturaja harus tetap memiliki semangat baru di usianya saat ini.

‘’New Normal New Spirit ini digaungkan kepada karyawan/ti agar mereka tetap semangat melewati masa-masa sulit selama pandemic ini. Karena kita harus berjuang bersama-sama untuk mencapai target perusahaan demi kepentingan bersama’’ tambahnya

Meski tidak ada perayaan yang meriah, akan tetapi Semen Baturaja tetap melangsungkan rangkaan acara seperti Upacara Penghargaan Tanda Jasa dan Setia Karya kepada karyawan/ti. Ada juga ajang kreatifitas untuk karyawan/ti seperti Lomba Logo dan Tema HUT SMBR ke-46 , Lomba Short Movie dan mengadakan Instagram Live Quiz untuk membakar semangat menuju HUT ke-46 tahun.

Instagram Live Quiz ini menjadi salah satu cara untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial Semen Baturaja. Sedikit berbagi kebahagiaan menjelang HUT Semen Baturaja yang dapat diikuti oleh seluruh followers Instagram Semen Baturaja.

‘’Karena jamannya sudah modern, semua orang memakai media sosial untuk saling berinterkasi. Apalagi adanya pembatasan aktivitas, dan physical distancing ini, kita berharap dapat meraih masyarakat melalui media sosial yang Semen Baturaja miliki.’’ Imbuhnya.

HUT Semen Baturaja ke-46 tahun ini juga mendapatkan doa dan harapan oleh para stakeholder, para pemangku kepentingan seperti Gubernur Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Kapolres OKU, dan para pejabat daerah lainnya.

‘’Semoga Semen Baturaja semakin sukses dan senantiasa menjadi BUMN kebanggaan Sumatera Selatan. Serta dapat terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia terutama di wilayah Sumatera Bagian Selatan.’’ pesan dari Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan saat ditemui di Kantor Pemprov Sumsel.

Dengan harapan dan doa dari seluruh elemen masyarakat, Semen Baturaja akan terus membangun sinergi dengan semangat baru menghasilkan produk-produk berkualitas dan terus memberikan kinerja terbaik untuk Indonesia.

Strategi Tersebut Disampaikan Pada Public Expose Live 2020 yang Diselenggarakan oleh IDX Bekerjasama dengan OJK, KPEI & KSEI

Manajemen Terus Mendorong Penjualan Mortar dan Mengembangkan Fasilitas Produksi White Clay

JAKARTA – Semen Baturaja menjadi Emiten pertama pada Public Expose Live Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) pada Senin (24/08) yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Presentasi mengenai capaian perusahaan sepanjang Semester I/2020 dan rencana di Semester II/2020 disampaikan langsung oleh Direktur Utama, Jobi Triananda Hasjim didampingi Direktur Keuangan, M. Jamil dan Vice President Corporate Secretary, Basthony Santri.

Ditengah penurunan demand semen nasional sepanjang Semester I/2020, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di industri semen telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target di Semester II/2020.

Melihat capaian SMBR di Semester I/2020 tidak begitu menggembirakan, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan bahwa Perseroan akan fokus meningkatkan kinerja penjualan agar dapat mencapai target di Semester II/2020.

Salah satu langkah strategis yang telah dipersiapkan SMBR adalah dengan meningkatkan penjualan varian produk terbarunya seperti Mortar dan White Clay.

“Semester II/2020 ini Mortar dengan brand Baturaja Mortar diluncurkan dan akan dijual secara masal setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan market trial di wilayah Bandar Lampung” ujar Jobi.

Baturaja Mortar hadir dengan 5 (lima) varian yaitu Mortar Acian, Pasangan Bata Ringan, Perekat Keramik, Pasangan Bata & Plesteran dan Acian Putih. SMBR telah menyiapkan dua unit produksi dengan kapasitas 1,5 dan 6 ton per hari (tpd) yang berlokasi di Pabrik Panjang, Lampung untuk mensuplai Mortar.

Selain itu guna mendukung penjualan produk White Clay yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja SMBR, Perseroan juga telah mengembangkan fasilitas produksi White Clay agar dapat memenuhi target 50.000 ton sesuai dengan kontrak penjualan White Clay yang ditandatangani oleh SMBR dengan Pusri yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia.

Sepanjang Semester I/2020 realisasi penjualan White Clay mencapai 15.828 ton atau lebih tinggi 7% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.

“Perseroan optimis target penjualan White Clay di 2020 akan tercapai seiring dengan kesiapan fasilitas produksi” tambah Jobi.

SMBR melalui anak usaha Baturaja Multi Usaha (BMU) juga telah merambah bisnis Bata Ringan sambil mempersiapkan produk turunan lainnya seperti Fibre Cement Board (FCB) dan Beton Porous yang saat ini masih dalam tahap pengujian.

Selain mengembangkan berbagai varian produknya, SMBR juga tetap fokus meningkatkan penjualan semen terutama di pasar basis yaitu Sumbagsel. SMBR pun telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mengejar target di Semester II/2020 seperti melakukan ekspansi pasar di luar Sumbagsel. Pengiriman perdana semen ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak 2.250 ton hingga Juli 2020 menjadi entry point Perseroan untuk memasuki pasar Kalimantan. Bahkan SMBR pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk segera memasuki pasar di Provinsi Riau.

Manajemen SMBR pun telah mengambil langkah efisiensi bahan baku dan energi, memperkuat arus kas dengan melakukan repackaging kredit investasi dan menunda sejumlah anggaran belanja modal agar kinerja Perseroan di 2020 dapat ditingkatkan.

Sepanjang Semester I/2020, SMBR telah mencatatkan volume penjualan semen sebesar 746.612 ton atau mencapai 84% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pencapaian volume penjualan ini sudah cukup baik apabila melihat dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya demand semen secara signifikan di hampir seluruh wilayah Perseroan.

Manajemen pun semakin optimis kinerja SMBR di Semester II/2020 dapat ditingkatkan seiring dengan diluncurkannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Pemerintah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di sektor properti yang menjadi penyerap utama industri semen.{}