PALEMBANG – Direktur Umum & SDM Semen Baturaja, Amrullah menjadi salah satu panelis pada Talkshow Perumahan dalam rangka perayaan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Tahun 2020 yang diadakan pada Jumat (28/08) di Hotel Arya Duta Palembang.

Talkshow yang mengambil tema “Wujudkan Rumah Pertama Bagi MBR & Reformasi Perumahan Nasional”membahas upaya pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk menyediakan rumah bersubsidi dengan harga yang terjangkau, berkualitas dan layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dengan menghadirkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumatera Selatan, Basyarudin Akhmad dan Direktur Pelaksana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Adang Sutara sebagai keynote speech beserta beberapa panelis antara lain Ketua Tim Fasilitasi Program Rumah BP2BT J Rianthony Nata Kusuma, Direktur PT Nusantara Bangun Rumah Hartama B.I Barus, serta perwakilan dari Bank Mandiri dan Bank BTN.

Pada acara tersebut sekaligus juga diumumkan para pemenang Lomba Desain Rumah dan Lomba Fotografi yang diadakan oleh Disperkim Sumsel.

PALEMBANG – Dewan Komisaris SMBR yang baru ditetapkan pada RUPST Tahun Buku 2019 melakukan kunjungan kerja yang perdana ke tiga lokasi pabrik SMBR.⁣ Didampingi Dewan Komisaris dan Direksi SMBR lainnya, Komisaris Utama Franky Sibarani dan Komisaris Independen Endang Tirtana berkesempatan untuk mengunjungi Pabrik Panjang, Kantor Pusat & Pabrik Palembang serta Pabrik Baturaja selama 3 (tiga) hari yaitu pada Senin (24/08) s.d Rabu (26/08).⁣

Dalam kunjungannya, kedua Dewan Komisaris juga berkenalan dengan Karyawan/ti di tiap site dan melihat operasional SMBR secara langsung baik di Kantor maupun Pabrik. Sekaligus melihat berbagai bangunan dan fasilitas pendukung yang tersedia di SMBR, seperti CCR PBR II, Gedung Research Centre, In House Clinic maupun areal penambangan.⁣

Diakhir kunjungan kerjanya, kedua Dewan Komisaris berkesempatan melakukan penanaman pohon di area Pabrik Baturaja sebagai wujud komitmen para pengurus perseroan yang baru untuk terus mendukung SMBR menjadi perusahaan penyedia bahan bangunan berbasis semen yang ramah lingkungan.⁣

LAMPUNG – Usai pergantian pengurus perseroan yang ditetapkan pada RUPST Tahun Buku 2019, Manajemen SMBR yang baru menjabat langsung melakukan tinjauan lapangan ke Distributor di wilayah Lampung.

Pada hari Senin (24/08) Dewan Komisaris dan Direksi SMBR yang baru menjabat yaitu Komisaris Utama Franky Sibarani, Komisaris Independen Endang Tirtana dan Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin didampingi Komisaris Oke Nurwan dan Direktur Produksi & Pengembangan Daconi melakukan tinjauan lapangan untuk melihat langsung kondisi pasar SMBR di area Lampung dan sekitarnya.

Tinjauan lapangan ini bersamaan dengan kunjungan kerja pengurus perseroan yang baru untuk pertama kali ke Pabrik SMBR di Panjang setelah sebelumnya dilakukan induksi kepada pengurus perseroan secara daring.


Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Strategi Tersebut Disampaikan Pada Public Expose Live 2020 yang Diselenggarakan oleh IDX Bekerjasama dengan OJK, KPEI & KSEI

Manajemen Terus Mendorong Penjualan Mortar dan Mengembangkan Fasilitas Produksi White Clay

JAKARTA – Semen Baturaja menjadi Emiten pertama pada Public Expose Live Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) pada Senin (24/08) yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Presentasi mengenai capaian perusahaan sepanjang Semester I/2020 dan rencana di Semester II/2020 disampaikan langsung oleh Direktur Utama, Jobi Triananda Hasjim didampingi Direktur Keuangan, M. Jamil dan Vice President Corporate Secretary, Basthony Santri.

Ditengah penurunan demand semen nasional sepanjang Semester I/2020, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di industri semen telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target di Semester II/2020.

Melihat capaian SMBR di Semester I/2020 tidak begitu menggembirakan, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan bahwa Perseroan akan fokus meningkatkan kinerja penjualan agar dapat mencapai target di Semester II/2020.

Salah satu langkah strategis yang telah dipersiapkan SMBR adalah dengan meningkatkan penjualan varian produk terbarunya seperti Mortar dan White Clay.

“Semester II/2020 ini Mortar dengan brand Baturaja Mortar diluncurkan dan akan dijual secara masal setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan market trial di wilayah Bandar Lampung” ujar Jobi.

Baturaja Mortar hadir dengan 5 (lima) varian yaitu Mortar Acian, Pasangan Bata Ringan, Perekat Keramik, Pasangan Bata & Plesteran dan Acian Putih. SMBR telah menyiapkan dua unit produksi dengan kapasitas 1,5 dan 6 ton per hari (tpd) yang berlokasi di Pabrik Panjang, Lampung untuk mensuplai Mortar.

Selain itu guna mendukung penjualan produk White Clay yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja SMBR, Perseroan juga telah mengembangkan fasilitas produksi White Clay agar dapat memenuhi target 50.000 ton sesuai dengan kontrak penjualan White Clay yang ditandatangani oleh SMBR dengan Pusri yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia.

Sepanjang Semester I/2020 realisasi penjualan White Clay mencapai 15.828 ton atau lebih tinggi 7% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.

“Perseroan optimis target penjualan White Clay di 2020 akan tercapai seiring dengan kesiapan fasilitas produksi” tambah Jobi.

SMBR melalui anak usaha Baturaja Multi Usaha (BMU) juga telah merambah bisnis Bata Ringan sambil mempersiapkan produk turunan lainnya seperti Fibre Cement Board (FCB) dan Beton Porous yang saat ini masih dalam tahap pengujian.

Selain mengembangkan berbagai varian produknya, SMBR juga tetap fokus meningkatkan penjualan semen terutama di pasar basis yaitu Sumbagsel. SMBR pun telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mengejar target di Semester II/2020 seperti melakukan ekspansi pasar di luar Sumbagsel. Pengiriman perdana semen ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak 2.250 ton hingga Juli 2020 menjadi entry point Perseroan untuk memasuki pasar Kalimantan. Bahkan SMBR pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk segera memasuki pasar di Provinsi Riau.

Manajemen SMBR pun telah mengambil langkah efisiensi bahan baku dan energi, memperkuat arus kas dengan melakukan repackaging kredit investasi dan menunda sejumlah anggaran belanja modal agar kinerja Perseroan di 2020 dapat ditingkatkan.

Sepanjang Semester I/2020, SMBR telah mencatatkan volume penjualan semen sebesar 746.612 ton atau mencapai 84% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pencapaian volume penjualan ini sudah cukup baik apabila melihat dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya demand semen secara signifikan di hampir seluruh wilayah Perseroan.

Manajemen pun semakin optimis kinerja SMBR di Semester II/2020 dapat ditingkatkan seiring dengan diluncurkannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Pemerintah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di sektor properti yang menjadi penyerap utama industri semen.{}

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp. 1,7 Triliun dengan lima perbankan pada hari Kamis (13/08) di Hotel Sari Pacific Jakarta.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang didampingi oleh Direktur Keuangan SMBR, M. Jamil bersama dengan pimpinan dari 5 (lima) perbankan yang terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi.

Adapun perbankan yang menjadi Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB) pada pemberian fasilitas kredit sindikasi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga bertindak sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan.

Selain itu, perbankan lainnya yang juga terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi ini antara lain, BPD Jawa Barat dan Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel), BPD Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan BPD Bengkulu (Bank Bengkulu).

Jangka waktu untuk pembayaran kembali kredit sindikasi tersebut adalah selama 11 (sebelas) tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan pembayaran dilakukan secara triwulan dan akan dimulai pada bulan November 2020.

Dana yang diperoleh dari kredit sindikasi ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan kembali (repackaging) fasilitas kredit yang digunakan SMBR dalam membiayai pelaksanaan pembangunan proyek Pabrik Semen Baturaja II dengan kapasitas produksi semen sebesar 1.850.000 ton/tahun yang telah beroperasi sejak 2017 lalu.{}

Sekilas Tentang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri semen dengan pusat operasional di Sumatera Selatan (Palembang, Baturaja) dan Lampung (Panjang). Komposisi kepemilikan saham SMBR hingga akhir Juni 2020 adalah 75,51% milik Pemerintah Republik Indonesia dan 24,49% milik Masyarakat.

Produk yang dihasilkan oleh pabrik milik SMBR dengan kapasitas produksi semen sebesar 3.850.000 ton/tahun, antara lain: Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II dan V, Portland Composite Cement (PCC) dan Mortar.

Ditengah pandemi Covid-19, SMBR di tahun 2020 tetap fokus untuk meningkatkan penjualan produk semennya di wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar basis dan gencar melakukan ekspansi ke wilayah pasar lainnya seperti di Pontianak, Kalimantan dan Riau. {}

Manajemen Laporkan Kinerja Penjualan Relatif Stabil Ditengah Penurunan Demand Semen Nasional Sepanjang 2019

Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN di Sumatera Selatan yang bergerak di industri semen baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Hotel Sari Pacific Jakarta, 05 Agustus 2020 yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen Perseroan, Darusman Mawardi.

Pada RUPST tersebut, telah disepakati penggunaan laba bersih SMBR tahun buku 2019 sebesar Rp.30,072 Milyar, ditetapkan dividen payout ratio sebesar 20,48 persen dengan total nilai dividen tunai sebesar Rp.6,158 Milyar. Sisa sebesar Rp.23,913 Milyar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan susunan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :

  1. Dede Parasade yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran digantikan oleh Mukhamad Saifudin
  2. Harjanto yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama digantikan oleh Franky Sibarani
  3. Dewi Yustisiana yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris independen digantikan oleh Endang Tirtana
  4. Pemberhentian Kiki Rizki Yoctavian sebagai Komisaris karena berakhirnya periode/masa jabatan

Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2019 :

Komisaris Utama                                            : Franky Sibarani

Komisaris                                                          : Oke Nurwan

Komisaris Independen                                   : Darusman Mawardi

Komisaris Independen                                   : Endang Tirtana

Direktur Utama                                               : Jobi Triananda Hasjim

Direktur Produksi & Pengembangan           : Daconi

Direktur Keuangan                                         : M. Jamil

Direktur Umum & SDM                                  : Amrullah

Direktur Pemasaran                                       : Mukhamad Saifudin

Selain menyetujui besaran pembagian dividen dan perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST juga menyetujui laporan mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2019. Pada laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan melaporkan kinerja penjualan relatif stabil ditengah penurunan permintaan semen nasional sepanjang tahun 2019. Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan sebesar 2.119.772 ton hampir sama seperti tahun 2018 di tengah kondisi industri semen yang masih oversupply dan melambatnya pertumbuhan permintaan semen di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Kinerja penjualan SMBR tersebut masih lebih baik daripada total konsumsi (demand) semen di Sumbagsel yang berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) turun hingga 9,3% disepanjang 2019 yang menjadi pasar utama SMBR” tambah Jobi.

Didukung dengan strategi pemasaran yang efektif, SMBR sepanjang 2019 juga mampu meningkatkan market share di wilayah Sumbagsel sebesar 2% menjadi 35% dari tahun sebelumnya. Dengan kontribusi market share terbesar di Sumsel mencapai 63% dan Lampung 21%, disusul Jambi 15%, Bengkulu 10% dan Bangka Belitung 4%.

SMBR juga berhasil mencatatkan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp. 2,0 Triliyun atau tumbuh 1% dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp. 1,996 Triliyun.

Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan, SMBR selama tahun 2019 berhasil menurunkan COGS sebesar 12% sehingga laba kotor SMBR pun naik 24% menjadi Rp.875 Milyar dari Rp.707 Milyar di tahun 2019. SMBR juga berhasil mempertahankan laba usaha sebesar Rp. 234 Milyar di tahun 2019.

Namun laba bersih SMBR di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi Rp. 30 Milyar karena peningkatan beban keuangan karena adanya beban biaya bunga atas kredit investasi Pabrik Baturaja II sebesar Rp.100 Milyar dan bunga pinjaman MTN sebesar Rp.25 Milyar. Current ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) SMBR pun masih berada di level yang aman yaitu 229% dan 60%.

RUPST ini juga menyetujui beberapa usulan lainnya pada agenda rapat meliputi: Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2019. Serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2019, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2019 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2020;

Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.{}

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.