BATURAJA – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyalurkan sebanyak 1.117 bantuan paket sembako kepada Masyarakat yang berada disekitar wilayah operasional SMBR di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Penyerahan bantuan paket sembako ini dilakukan secara simbolis di Kantor Camat Baturaja Barat pada Rabu (27/2) oleh Manager of Public, Government & Media Relation SMBR Aprizal Fajri mewaliki manajemen kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal, memberian bantuan sembako ini juga disaksikan oleh perwakilan dari warga setempat dan turut dihadiri oleh   Kepala Bidang Linjamsos di Dinas Sosial Kabupaten OKU Dedy Munandar beserta Camat Baturaja Barat Yan Kurniawan. Selanjutnya, paket sembako disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten OKU kepada warga yang membutuhkan di berbagai desa dan kelurahan secara tepat sasaran.

Setiap paket sembako yang diberikan berisi Beras 5 kg, satu paket Mie Goreng isi 10, serta Minyak Goreng 1 Liter. Adapun distribusi sembako mencakup warga di dua desa di Baturaja Barat, yaitu Laya sebanyak 51 paket dan Pusar sebanyak 131 paket. Selain itu, lima kelurahan di Baturaja Barat turut menerima dukungan ini, yakni Air Gading dengan 146 paket, Batu Kuning 277 paket, Saung Naga 199 paket, Talang Jawa 223 paket, dan Tanjung Agung 46 paket. Sementara itu, satu kelurahan di Baturaja Timur, yaitu Sukajadi, menerima sebanyak 44 paket sembako.

Aprizal Fajri menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian SMBR terhadap masyarakat sekitar. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga mendukung tujuan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di daerah. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berada disekitar wilayah operasional perusahaan. SMBR terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan program ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo. “Program ini juga sejalan dengan Asta Cita yang tercantum di poin 6, yaitu Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal mengapresiasi inisiatif SMBR dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dukungan dari SMBR sangat berarti bagi warga, dan kami akan memastikan bantuan ini tersalurkan secara merata kepada yang berhak menerimanya. Kami juga mengapresiasi gerak cepat SMBR dalam mendukung program pemerintah ini,” ungkapnya.

Selain itu, SMBR juga menjalankan program kewirausahaan untuk mendukung melalui Rumah BUMN Baturaja, yang telah berdiri sejak 14 November 2017, untuk mendukung perekonomian masyarakat. Saat ini, program ini telah membina 597 pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti kuliner, kriya, dan lainnya. Di Rumah BUMN Baturaja, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya mendapat bantuan pendanaan, tetapi juga dukungan dalam proses perizinan, sertifikasi halal, berbagai pelatihan, hingga pengemasan dan pemasaran produk

Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL), SMBR terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali meraih Penghargaan peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia atas komitmennya dalam praktik ramah lingkungan yang melampaui kepatuhan (beyond compliance).

Penghargaan ini diterima Direktur Operasi SMBR, Muhammad Syafitri, pada Senin (24/2) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Capaian ini menandai keberhasilan dua tahun berturut bagi SMBR setelah penghargaan serupa diraih pada 2023, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan SMBR dan dukungan para pemangku kepentingan. Keberlanjutan bukan sekadar kewajiban, tetapi tanggung jawab kami untuk menjaga lingkungan,” ujar Syafitri.

Ia juga menyampaikan harapannya agar SMBR dapat mencapai hasil yang lebih baik di tahun ini. “Kami berharap dapat mempertahankan PROPER Hijau tahun ini setelah dua tahun berturut-turut meraihnya. Semoga upaya kami membuahkan hasil terbaik,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, SMBR telah menerapkan berbagai inisiatif, seperti penggunaan bahan bakar alternatif, pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Diantaranya keberhasilan SMBR dalam pengelolaan lingkungan adalah pemanfaatan bahan bakar alternatif (Alternative Fuel & Raw Material/AFR) seperti Sludge oil, Spent Bleaching Earth (SBE), Diapers Expired, kantong rusak, bungkus oli bekas, dan limbah lainnya. Sepanjang 2023, total AFR yang dimanfaatkan mencapai 6.661 ton. Inisiatif ini berhasil meningkatkan nilai Thermal Substitution Rate (TSR) hingga 3,01%, melampaui target perusahaan sebesar 2,40%.

Selain itu, SMBR telah mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) berupa Expert Optimizer (EO), sebuah sistem Intelligent Process Control System (IPCS) yang diimplementasikan pada peralatan pabrik di area Raw Mill, Kiln, dan Cement Mill sejak tahun 2023.

Teknologi ini berfungsi untuk memantau, menganalisis, dan mengontrol proses produksi secara real-time, sehingga membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan energi. Hasilnya, konsumsi energi panas dan listrik dapat turun sebesar 2–5% tanpa mengurangi kualitas produk.

Implementasi EO ini berhasil menurunkan emisi sebesar 5.414,05 ton CO₂-eq, yang berkontribusi langsung terhadap pengurangan konsumsi energi dalam proses produksi pada tahun 2023. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat SMBR dalam menghadirkan operasional yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung target keberlanjutan nasional. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat keterkaitan dunia akademik dengan industri guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang lebih kompetitif dan inovatif. MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama SMBR Suherman Yahya, dan Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha di Ganesha Arena SMBR, Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan pada Rabu (12/2).

Turut hadir dalam acara ini Direktur Operasi SMBR Muhammad Syafitri beserta jajaran staf, serta dari ITERA dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Eng Khairurrijal, M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Ir. Arif Rohman, S.T, M.T. beserta jajaran staf.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam mempersiapkan generasi yang kompetitif dan inovatif di era globalisasi, terutama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri. Kami berharap alumni ITERA tidak hanya memiliki pemahaman teori yang kuat, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan perkembangan industri,” ucap Suherman

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemitraan ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah Prabowo-Gibran yang saat ini sedang digiatkan. “Asta Cita tersebut tercantum dalam poin keempat yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), Sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, penyandang distabilitas,” tegasnya.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, seperti pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan program pendidikan, riset dan inovasi teknologi material konstruksi, pengabdian masyarakat berbasis penelitian, serta pengelolaan dan konservasi sumber daya alam. Selain itu, SMBR dan ITERA juga berkomitmen untuk memanfaatkan fasilitas dan keahlian masing-masing dalam mendukung pengembangan produk turunan semen dan material bangunan, serta pertukaran informasi dan pengalaman di bidang teknologi.

Suherman juga menyampaikan bahwa sudah banyak mahasiswa ITERA yang menjalani kerja praktik di Semen Baturaja. “Selain itu, banyak anak karyawan SMBR yang juga berkuliah di ITERA,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini. “Kolaborasi antara ITERA dan SMBR merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan SDM yang unggul, khususnya di bidang teknologi dan industri,” ujarnya.

Prof. Nyoman juga menegaskan bahwa ITERA berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan berbagai sektor industri guna menghasilkan inovasi dan riset yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap dukungan dalam berbagai aspek moral, fisik, maupun finansial terutama melalui kolaborasi dengan mitra industri yang memiliki sinergi kuat sebagai mitra ITERA ke depan. SDM yang kami siapkan tidak hanya berpotensi mengisi posisi strategis dalam perkembangan industri semen, tetapi juga memiliki kompetensi di berbagai bidang ilmu yang terkait dengan keteknikan dan rekayasa. Selain itu, disiplin ilmu sains di ITERA juga berperan penting dalam mendukung industri persemenan, sehingga ITERA dan SMBR bisa menjadi mitra strategis untuk membangun negeri ini lebih baik ke depannya,” tutup Prof. Nyoman. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional 2025. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SMBR dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh karyawan serta mitra kerja.

Seminar yang diselenggarakan pada Rabu (5/2) di Ganesha Arena SMBR, Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatra Selatan ini mendapat sambutan antusias dari 265 peserta, yang terdiri dari karyawan, mitra kerja, dan mahasiswa program magang.

SMBR menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, Brigjen Pol. Dr. Drs. Guruh Achmad Fadiyanto, M.H., serta Inspektur Tambang Ahli Madya, Yoan Desianda, S.T keduanya berbagi wawasan mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta strategi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di lingkungan kerja.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu dalam sambutannya mewakili Direksi menekankan bahwa standar K3 bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan bagian dari budaya perusahaan. “Kami percaya bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat akan mendukung produktivitas serta keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen Pol. Guruh Achmad Fadiyanto menyoroti pentingnya peran perusahaan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di tempat kerja. “Narkoba tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan kerja dan produktivitas perusahaan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan penggunaan narkotika diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,. “Dimana Pasal 7 menyatakan bahwa Narkotika hanya dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memahami batasan hukum terkait penggunaan narkotika guna menjaga lingkungan kerja yang aman dan produktif,” jelasnya.

Senada dengan itu, Yoan Desianda menekankan bahwa penerapan prosedur K3 yang ketat adalah investasi bagi keberlanjutan bisnis. Dalam seminar ini, ia memaparkan materi berjudul ‘Langkah-langkah Penanggulangan Kecelakaan, Kejadian Berbahaya, Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK), dan Penyakit Akibat Kerja (PAK)’ yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap upaya mitigasi risiko di tempat kerja. “Kepatuhan terhadap regulasi dan inovasi dalam keselamatan kerja dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi operasional,” terang Yoan.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, dilakukan pembagian hadiah kepada pemenang lomba Bulan K3 Nasional yang diikuti oleh karyawan dan mitra kerja.

Melalui seminar ini, SMBR berharap dapat terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja serta mendukung upaya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. (*).