Jakarta, 24 Januari 2023 – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) yang dilaksanakan di Hotel Sari Pacific Jakarta (24/01).

Rapat yang dilaksanakan ini berlangsung secara tatap muka di Istana Ballroom Hotel Sari Pacific dan secara elektronik menggunakan fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (system eASY KSEI). Pada RUPSLB ini mengagendakan 2 (dua) mata acara utama yaitu perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan Perubahan Pengurus Perseroan.

RUPSLB yang dimulai pukul 14.35 WIB tersebut dihadiri oleh para pemegang saham mayoritas dan minoritas. Acara dibuka oleh Komisaris Utama Franky Sibarani dan dilanjutkan dengan pembahasan mata acara pertama, perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Perubahan Anggaran Dasar Perseroan didasari atas bergabungnya SMBR dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam holding subklaster semen. Akhir tahun 2022 menjadi milestone bersejarah bagi SMBR, di mana proses integrasi SMBR ke SIG berhasil diselesaikan dan telah melengkapi seluruh tahapan pembentukan holding BUMN Sub klaster semen yang ditandai dengan penandatanganan Akta Perjanjian Pengalihan Saham pada tanggal 19 Desember 2022 antara Negara Republik Indonesia dan SIG. Dimana sebanyak 7.499.999.999 (tujuh miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) Saham Seri B milik Negara RI di SMBR beralih kepemilikannya kepada SIG, sehingga status SMBR berubah menjadi Non-Persero dan menjadi salah satu anak perusahaan SIG.

Negara Republik Indonesia masih memegang 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna, SIG memiliki sebanyak 7.499.999.999 Saham Seri B dan Masyarakat memiliki sebanyak 2.432.534.336 Saham Seri B. Selain perubahan nama, RUPSLB juga memutuskan perubahan beberapa  pasal dalam anggaran dasar Perseroan, antara lain terkait modal, saham, tugas, wewenang dan kewajiban direksi, rapat direksi, rencana kerja dan anggaran tahunan, dan pasal lainnya yang mengatur anggaran dasar.

Pada mata acara kedua terdapat perubahan Susunan Pengurus Perseroan. Memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Komisaris yaitu Komisaris Independen Darusman Mawardi dan Komisaris Oke Nurwan dan mengangkat Hadi Daryanto sebagai Komisaris Perseroan.

Selain itu, RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat anggota Direksi SMBR yaitu Direktur Pemasaran, Mukhamad Saifudin dan Direktur Umum & SDM, Gatot Mardiana. Selanjutnya terdapat perubahan nomenklatur Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur (Fungsi Keuangan dan SDM), Direktur Produksi dan Pengembangan menjadi Direktur (Fungsi Operasi Perseroan), sehingga susunan kepengurusan pun berubah menjadi sebagai berikut :

Berikut susunan Dewan Komisaris SMBR terkini :

Komisaris Utama                                                        : Franciscus M.A Sibarani

Komisaris Independen                                                : Chowadja Sanova

Komisaris                                                                    : Hadi Daryanto

Berikut susunan Direksi Semen Baturaja terkini :

Direktur Utama                                                            : Daconi Khotob

Direktur (Fungsi Keuangan dan SDM Perseroan)     : Tubagus Muhammad Dharury

Direktur (Fungsi Operasi Perseroan)                         : Suherman Yahya

Sedikit menggambarkan kinerja pada tahun 2022, ditengah penurunan demand di wilayah Sumatera terutama Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang merupakan wilayah pasar basis, SMBR mampu meningkatkan volume penjualan semen sebesar 4% sehingga pangsa pasar SMBR di Sumbagsel menjadi 34% atau tumbuh 3%. Pertumbuhan kinerja tersebut tidak terlepas dari konsistensi Manajemen SMBR dalam menerapkan inisiatif strategis seperti memperkuat posisi pasar, cost leadership melalui program SMBRGO45 dan upaya peningkatan kompetensi karyawan.{}

Pembentukan Holding (holdingisasi) BUMN sektoral merupakan bagian perencanaan strategis pemerintah dalam mengoptimalkan peran BUMN sebagai agent of development atau garda terdepan dalam inisiatif-inisiatif pemerintah. Holdingisasi sektoral dilakukan melalui restrukturisasi BUMN dengan cara pemetaan secara lebih tajam dan regrouping/konsolidasi untuk mencapai jumlah dan skala usaha BUMN yang lebih ideal. Restrukturisasi pengelolaan BUMN termasuk anak perusahaannya dilakukan agar fokus pada core business sehingga kinerja lebih optimal dan terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif pada sektor swasta.

Akhir tahun 2022 mencatatkan momen bersejarah yang melengkapi seluruh tahapan pembentukan holding BUMN Sub klaster semen, integrasi Semen Baturaja (SMBR) dalam holding SIG. BUMN Sub klaster semen tercatat sebagai holding BUMN yang pertama kali dibentuk sejak tahun 1995 melalui konsolidasi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa. Holdingisasi BUMN klaster semen dilanjutkan dengan pembentukan strategic holding company Semen Indonesia (SIG) pada tanggal 7 Januari 2013. Integrasi SMBR merupakan salah satu milestone penting dari keseluruhan rencana transformasi BUMN untuk streamlining dan clustering Sub Klaster semen.

Semen Baturaja didirikan pada tanggal 14 November 1974 dengan kepemilikan saham oleh Semen Gresik dan Semen Padang. SMBR terus mengalami perkembangan dan menjadi Perseroan terbuka pada tanggal 14 Maret 2013. Selama hampir setengah abad, SMBR telah menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan. Produk SMBR telah digunakan dalam proyek-proyek strategis nasional, salah satunya adalah mahakarya Light Rail Transit (LRT) Palembang, jalan tol Palembang-Indralaya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8, dan banyak lainnya

Direktur SIG Donny Arsal menegaskan bahwa SMBR adalah kekuatan di Sumatra Bagian Selatan. Integrasi Semen Baturaja ke SIG memiliki potensi sinergi yang sangat besar untuk mendukung posisi dan melengkapi footprint BUMN Sub Klaster Semen, khususnya di wilayah Sumatra yang merupakan pasar domestik terbesar kedua, memenangkan persaingan ketat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan Negara, serta memantapkan langkah SIG untuk menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional.

Semen Baturaja telah bergabung dalam holding dengan menjadi anak perusahaan SIG melalui penambahan modal negara berupa inbreng pada SIG berdasarkan PP 72/2016 dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Menurut Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam Penandatanganan Akta Inbreng saham SMBR ke dalam saham SIG pada tanggal 19 Desember 2022 lalu, BUMN Sub Klaster Semen akan mendorong pemulihan industri semen dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan melalui inovasi, optimalisasi dan efisiensi untuk mengatasi beban biaya, menjaga struktur biaya dan konsistensi EBITDA.

Mekanisme HMETD ini juga memberikan tambahan modal dari masyarakat/publik yang ikut serta dalam pembeliaan HMETD melalui right issue. Seluruh proses right issue telah sukses dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2022 dengan total pemesanan mencapai 96,9% dari keseluruhan transaksi. Penyerapan rights issue ini menunjukkan tingginya minat dan partisipasi pemegang saham publik dan tingkat kepercayaan terhadap BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa aksi korporasi dalam bentuk rights Issue dimaksudkan untuk menjaga permodalan BUMN agar tidak bergantung terlalu besar pada hutang. Strategi ini penting untuk mendorong potensi perluasan bisnis BUMN ke depan. Penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.

Di tengah pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, momentum integrasi ini diharapkan dapat membantu mewujudkan agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas melalui pertumbuhan ekspor non-migas dan memperkuat infrasatruktur pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dengan memastikan kelancaran penyediaan dan distribusi pasokan semen yang memadai untuk pembangunan bangsa yang lebih baik dan berkelanjutan.