Best State Owned Enterprises & Top 50 Mid Capitalization of Public Listed Company (Mid Cap PLCs)” dengan Praktek Tata Kelola yang baik

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) berhasil mewujudkan komitmen Good Corporate Governance (GCG) dengan meraih penghargaan “Best State Owned Enterprise” sekaligus memperoleh “Top 50 Mid Capitalization of Public Listed Company (Mid Cap PLCs)” dengan Praktek Tata Kelola yang baik di Ajang 13th Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Award 2022 yang diselenggarakan di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta pada Jumat (27/05).

Penghargaan diserahkan oleh Vice Chairman Research IICD Lukas Setia Atmaja dan diterima langsung oleh Direktur Utama SMBR Daconi. SMBR dinilai sebagai salah satu perusahaan publik terbaik dalam komitmennya menjalankan tata Kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG).

Dalam ajang tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2009 – 2014 Boediono, Menteri Komunikasi dan Informatika Periode 2014-2019 Rudiantara, dan Chairman IICD Sigit Pramono.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran SMBR dalam membangun dan menerapkan prinsip – prinsip GCG diseluruh unit kerja. Kami akan terus menjaga dan meningkatkan tata kelola yang baik sehingga kami mampu memelihara kepercayaan stakeholder dan selalu menjadi perusahaan publik terdepan dalam penerapan GCG” ujar Daconi.

Ajang IICD kembali memberikan penghargaan kepada emiten yang telah mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG) pada tahun sebelumnya dan tidak terkait kasus serius yang bertentangan dengan prinsip-prinsip GCG pada acara The 13th IICD Corporate Governance Awards.

Penilaian dilakukan kepada 200 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar dan menengah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dimana dalam melakukan penilaian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 100 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar (big cap) dan 100 emiten dengan kapitalisasi pasar menengah (mid cap), yang didukung oleh 10 asesor.

SMBR masuk dalam kelompok kapitalisasi pasar menengah (Mid Cap PLCs) dan telah mendapatkan skor penilaian berdasarkan Asean CG Scorecard. Hasil penilaian terhadap 200 emiten ini dipaparkan oleh James Simanjuntak setelah pembukaan acara.

Praktek GCG di Perseroan telah mendapatkan penghargaan dari tahun ke tahun. Tahun 2021 SMBR meraih Best Overall & Top 50 Mid Capitalization The 12th IICD Corporate Governance Award 2021 dan Top 50 Mid Capitalization Public Listed Company The 11th IICD Corporate Governance Award 2019.

“Terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak, sehingga SMBR mampu menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik dengan harapan, SMBR selalu menjadi perusahaan dengan praktek GCG terbaik setiap tahunnya.” pungkasnya.{}

BATURAJA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) telah melakukan kegiatan reklamasi dan revegetasi dengan menggunakan sistem silvikultur sebagai dampak dari penambangan bahan baku pembuatan semen. Dengan melakukan pemanfaatan area bekas tambang, Beeyond Team SMBR melakukan inovasi ramah lingkungan yaitu pengelolaan ekosistem pada Area Lahan Bekas Tambang Quarry dengan Sistem Silvikultur Menjadi Habitat Budidaya Koloni Lebah Trigona.

Area hijau yang dihasilkan dari progam reklamasi menumbuhkan banyak jenis tanaman. Tanah seluas 30,14 Ha di lahan bekas tambang tersebut diisi dengan berbagai tanaman buah-buahan, tanaman hias berbunga, dan tanaman dengan pohon sedang hingga yang tinggi.

Jenis tanaman hias yang banyak mengandung nectar dan pollen inilah yang sangat disukai oleh koloni lebah, sehingga muncullah ide untuk pemanfaatan tanaman tersebut sebagai habitat budidaya koloni lebah Trigona.

Inovasi ini sangat mendukung visi dan misi SMBR untuk menjadi Green Cement Based Building Material Company Terdepan di Indonesia. Kegiatan seperti ini membantu SMBR untuk menciptakan Pabrik Semen yang ramah lingkungan serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

Lingkungan bekas tambang SMBR sangat mendukung untuk dilakukan kegiatan ternak lebah. Perseroan melihat adanya potensi dari inovasi ini untuk membantu proses reklamasi dan pasca tambang Mining SMBR secara umum dan secara khusus akan membantu proses reproduksi vegetative dari tumbuhan yang ditanam pada area reklamasi.

“Kami melakukan kegiatan pembenihan, penyapihan, pembibitan di lokasi Nursery Green House Division Mining. Setelah bibit siap untuk ditanam terlebih dahulu area yang akan ditanami tanaman untuk tempat berkembang biak lebah trigona dilakukan penebaran LCC (Legume Cover Crop) agar tanah lebih subur kembali.” ujar Hendri Irawan Manuhutu Vice Presiden Mining.

Selain itu, SMBR berencana akan memberdayakan peternak lebah lokal berpengalaman di wilayah Baturaja untuk mengembangkan inovasi ini. Sehingga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat lain untuk ikut melakukan budidaya lebah secara mandiri, dan dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Lebah Trigona atau sering kita sebut sebagai lebah kelulut, klancing, klenceng, lonceng, dll merupakan salah satu genus lebah tanpa sengat terbesar. Trigona menjadi jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan se-Indonesia.

Pada bulan September 2021 telah dilakukan panen pertama yang dihadiri oleh Direktur Produksi & Pengembangan dan Direktur Umum & SDM. Vice President Mining SMBR Hendry Irawan Manuhutu mengatakan jika hasil yang didapatkan pada panen pertama sangat memuaskan.

“Madu dipanen secara langsung dengan menggunakan mesin penyedot madu yang dibuat dengan memodifikasi pompa vakum aquarium sehingga bisa digunakan sebagai penyedot madu lebah trigona panen juga telah disiapkan untuk dibawa pulang para Direksi dan karyawan/ti yang hadir dengan packaging yang menarik.” ujarnya.

Saat ini luas area yang sudah dilakukan kegiatan reklamasi sekitar 30 Ha. Berdasarkan referensi sebuah hasil penelitian, untuk satu hektar lokasi hijau dapat ditempatkan sebanyak 15 kotak koloni lebah. Sehingga jika semua lahan reklamasi tersebut dapat dioptimalkan untuk produksi madu trigona, maka produksi madu bisa berpotensi mencapai 45 – 90 liter madu per bulan dengan parameter asumsi 0,1 – 0,2 liter per kotak per bulan. Namun untuk saat ini, belum semua area reklamasi bisa dioptimalkan dikarenakan masih dalam tahap penelitian dan pengamatan, total kotak yang dimiliki SMBR saat ini adalah 40 kotak koloni lebah dan Alhamdulillah saat ini produksi madu trigona telah mencapai 3 – 5 liter per 1,5 bulan.

“Budidaya Lebah Trigona ini menjadi Role Mode Ekonomi Hijau (Green Economy) yang diterapkan pada area bekas tambang yang tidak ekonomis lagi menjadi penghasil madu dengan nilai ekonomi tinggi. Semoga dengan berjalannya program ini mampu memberdayakan ekonomi pasca tambang dan memberikan manfaat kesehatan dengan mengonsumsi madu trigona.” imbuhnya. {}

PALEMBANG – Walaupun sudah sepekan berlalu, suasana Idul Fitri masih terasa di lingkungan kerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR). Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H Keluarga Besar SMBR kembali menggelar Halal Bihalal yang rutin diadakan setiap tahunnya di tiga site yaitu Baturaja, Palembang, dan Lampung.

Acara digelar di tiap site pada Selasa (17/05) yang dilaksanakan secara hybrid (Offline dan Online) dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

Tema dari Halal Bihalal kali ini adalah “Satukan Hati Perkokoh Silaturahmi”. Acara ini dihadiri oleh Seluruh Dewan Komisaris, Jajaran Direksi serta seluruh Karyawan/ti SMBR.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama SMBR Daconi. Dalam sambutannya beliau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Beliau juga memberikan dukungan sekaligus apresiasi terhadap hasil kinerja yang baik sejauh ini dan meminta seluruh jajaran manajemen dan karyawan/ti untuk bisa meningkatkan performa demi tercapainya kinerja perusahaan agar lebih maksimal.

Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Komisaris Utama SMBR Franky Sibarani yang senada dengan Direktur Utama SMBR menyampaikan apresiasinya pada seluruh karyawan yang terus menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.

Halal Bihalal ditutup dengan saling bersalam-salaman antara manajemen SMBR dengan tamu undangan yang hadir dan santap siang bersama. Semoga Halal Bihalal dapat merekatkan tali silaturahmi di antara Keluarga Besar Semen Baturaja.{}