Sebagai wujud kepedulian dalam meningkatkan perekonomian dan mendorong pembentukan usaha kecil, Semen Baturaja mengajak warga ring 1 di sekitar area Kantor Pusat & Pabrik Palembang untuk mengikuti Pelatihan Merangkai Bunga Papan.

Pelatihan yang diadakan pada Kamis (19/09) diisi oleh materi dari salah satu pemilik usaha florist, Hendri Radilah.


VP Corporate Services Management, Ade Chitra dalam sambutannya menyampaikan bahwa usaha bunga papan ini bisa menjadi salah satu alternatif bisnis rumah tangga yang menjanjikan.

Usaha bunga papan ini merupakan salah satu solusi bagi yang memiliki modal minim. Untuk memulai nya pun tidak terlalu rumit karena bahan baku untuk usaha ini sangat gampang didapatkan.

Pada hari Rabu (11/09) Karyawan/ti Semen Baturaja diberikan Training Safety Leadership “Train The Trainer” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Training Safety Leadership di SMBR yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2019.

Bekerjasama dengan DuPont, Train The Trainer ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan ilmu pengetahuan kepada peserta calon trainer yang terpilih agar dapat menyampaikan dan menumbuhkan kepedulian akan pentingnya keselamatan dalam bekerja kepada orang lain, baik kepada sesama Karyawan/ti maupun Keluarga.

Beberapa materi yang diberikan pada Train The Trainer diantaranya mengenai Piramida Bahaya dan hubungannya dengan Keselamantan serta mengenai Baturaja Risk Containment (BRC) yaitu cara-cara mengenali dan mengidentifikasi aktifitas yang berisiko tinggi guna mengambil tindakan korektif.

Agar dapat menghilangkan Potensi High Risk di tempat kerja, juga meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan kerja dan meningkatkan Persepsi terhadap Risiko, serta memperkuat perilaku aman maupun mencegah kecelakaan dan kerusakan aset perusahaan.

Wah bermanfaat sekali yah materi yang disampaikan pada training ini, mudah-mudahan training ini bermanfaat khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan kerja serta kewaspadaan terhadap potensi risiko kecelakaan kerja di Semen Baturaja.

PALEMBANG – Ditengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan, permintaan semen di wilayah Sumbagsel justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja (SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. Semen Baturaja berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019, atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.

“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen di Triwulan III/2019 mulai membaik” ujar Jobi.

Pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi berada di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019 mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu menggerek market share SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70% atau naik 5% dari bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.

Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil menggerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi Rp.209,4 Milyar dari Rp.189,9 Milyar dibandingkan bulan Juli 2019.

Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019.

“Seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya” tambah Jobi.

Selain itu, Perseroan juga akan tetap fokus mengembangkan sektor retail sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di tingkat retail dan consumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, Semen Baturaja (SMBR) berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530 ton menjadi 883.622 ton atau naik 2% dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%. Bahkan wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar utama perseroan juga terkoreksi sebesar 13,4% dibandingkan tahun 2018.

Perseroan juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Bahkan pangsa pasar SMBR terbesar berada di Sumatera Selatan saat ini mencapai 64% atau naik 11% dari tahun sebelumnya, sementara di Lampung telah mencapai 24% dan Jambi mencapai 15%” ujar Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama SMBR.

Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%. Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada Semester I/2019, kinerja pendapatan Perseroan berhasil tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Begitu pula laba kotor Perseroan yang tumbuh 41% menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018 karena berbagai pogram efisiensi yang dilaksanakan sepanjang Semester I/2019 sehingga Perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9%.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya  beban keuangan dan pajak penghasilan.

Pada Semester II/2019 Perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR sepanjang tahun 2019 dengan konsisten menerapkan ‘Inisiatif Tiga Gajah” yang merupakan langkah strategis manajemen untuk melakukan efisiensi biaya melalui cement making centre dan penggunaan batubara kalori rendah, peningkatan penjualan dan pangsa pasar dengan memperkuat saluran distribusi dan perluasan area pasar, serta perbaikan proses bisnis, kebijakan dan sistem untuk percepatan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja Perseroan kedepannya.

Saat ini Perseroan juga sedang mengembangkan berbagai lini bisnis baru untuk memperluas area pasar meliputi diversifikasi jenis produk semen yang ditawarkan dan mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir melalui produk turunan semen hingga bisnis non semen lainnya, baik berupa semen mortar, pembuatan bata ringan dan batching plant. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, permintaan semen nasional masih menunjukkan penurunan sebesar 2,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Bahkan untuk wilayah Sumbagsel yang menjadi basis utama pasar SMBR, permintaan semen mengalami penurunan sebesar 13,4% dibandingkan 2018.

Meskipun kondisi demand mengalami koreksi negatif yang cukup besar, Perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan pada Semester I/2019 menjadi sebesar 883.622 ton atau meningkat 2% dari 863.984 ton dari periode sebelumnya, serta market share Perseroan di wilayah Sumbagsel meningkat sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Saat ini market share SMBR terbesar berada di Sumsel yang saat ini mencapai 63% dan Lampung yang mencapai 24%” tambah Jobi.

Dengan peningkatan kinerja penjualan SMBR di Semester I/2019 dan melihat potensi pertumbuhan di Semester II/2019, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim optimis bahwa perseroan yang dipimpinnya mampu meningkatkan penjualan semen pada tahun 2019 dengan cukup signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2018.

“Kami optimis permintaan semen akan terus meningkat di Semester II/2019, tentunya didukung dengan dimulainya proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah sebelumnya sempat tertunda di Semester I karena hari raya lebaran dan pemilu 2019” ujar Jobi.

Begitu pula dengan kinerja keuangan SMBR, Pendapatan perseroan pada Semester I/2019 pun tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan Perseroan sepanjang Semester I/2019, Perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9% sehingga laba kotor Perseroan pun naik menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha berupa beban keuangan dan pajak penghasilan badan.

Kedepannya perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR di Semester II/2019 dengan meningkatkan penjualan dan program efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, diantaranya melalui penurunan biaya energi dengan menggunakan nilai kalori batubara yang lebih optimal dan penurunan indeks penggunaan bahan baku utama.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.  Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.