Kerjasama SMBR dengan Fakultas Kehutanan UGM (Baturaja, 12 Agustus 2017)

 

BATURAJA – Menindaklanjuti penandatanganan MoU antara vPT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada pada hari Senin (31/07).

Telah dilakukan seremonial penanaman bibit pohon pada hari Sabtu (12/08) sebagai penanda dimulainya program rekayasa silvikultur dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja.

Acara seremonial penanaman bibit pohon tersebut digelar di area Pabrik Baturaja II dan dihadiri oleh Direksi & staf SMBR, Tim Konsultan dari Fakultas Kehutanan UGM, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kab. OKU, Wakapolres OKU, Perwakilan dari Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kab. OKU dan warga ring I di lingkungan Pabrik Baturaja.

Dirut Semen Baturaja dalam sambutannya mengatakan selama ini di banyak tempat, industri ekstraktif termasuk industri semen di dalamnya tidak sejalan atau bertentangan dengan isu-isu lingkungan.

“Namun kita justru akan mengembangkan industri semen berwawasan lingkungan yang berkesinambungan (sustainable industrial development)” katanya. Jadi, Pabrik Semen Baturaja dengan kapasitas 3,8 juta per tahun, tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga akan meningkatkan kualitas lingkungan. Rekayasa Silvikultur adalah salah satu strategi utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Semen Baturaja yang dipimpinnya akan mencoba memutarbalikkan isu-isu lingkungan di industri semen. Menurut Rahmad, Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menunjukkan ke publik jika pengembangan pabrik semen tidak selamanya berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik.

“Kita akan menunjukkan bahwa pabrik semen mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar . Semen Baturaja ingin menjadi contoh sukses industri semen di tanah air,” ujarnya (Humas SMBR)