JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali mencatatkan kinerja solid hingga Kuartal III – 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,78 triliun, tumbuh 27% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut mendorong lonjakan laba bersih SMBR yang mencapai Rp146,3 miliar, atau naik lebih dari empat kali lipat (yoy) dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp35,6 miliar.

Capaian tersebut juga tercermin dari peningkatan EBITDA yang mencapai Rp383,5 miliar atau naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp262,1 miliar. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan Perseroan dalam memperkuat profitabilitas dan daya saing.

Pertumbuhan kinerja keuangan turut ditopang oleh peningkatan volume penjualan semen yang mencapai 1,87 juta ton, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,54 juta ton. Permintaan yang kuat di wilayah utama SMBR, yaitu Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, terus menjadi motor pertumbuhan utama Perseroan.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), permintaan semen di wilayah pemasaran SMBR hingga Kuartal III – 2025 tumbuh 9,6% (yoy), memberikan momentum positif bagi SMBR untuk memperkuat posisi di pasar domestik.

Vice President Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan hasil nyata dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan secara konsisten.

“Kinerja positif hingga Kuartal III – 2025 menjadi bukti efektivitas strategi efisiensi biaya dan penguatan distribusi di wilayah utama kami. Permintaan semen di pasar Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, didukung sinergi yang kuat bersama SIG Group dalam menjaga efisiensi rantai pasok serta memperluas jangkauan pasar,” ujar Hari.

Selain dari bisnis utama semen, pendapatan SMBR juga ditopang oleh diversifikasi produk non-semen yang mencatat pertumbuhan signifikan, khususnya dari produk white clay. Hingga Kuartal III – 2025, penjualan white clay meningkat hampir tiga kali lipat (yoy) menjadi Rp16,7 miliar, dibandingkan  pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,8 miliar.

Lebih lanjut, Hari menambahkan bahwa lini bisnis non-semen kini menjadi pilar baru yang menjanjikan bagi SMBR.

“Produk white clay menjadi bukti keberhasilan strategi diversifikasi yang dijalankan SMBR. Kontribusinya terhadap pendapatan terus meningkat dan memperkuat fundamental bisnis kami di luar sektor semen,” jelasnya.

Momentum pertumbuhan ini juga akan diperkuat dengan langkah strategis Perseroan melalui penambahan kegiatan usaha baru yang telah disetujui dalam RUPSLB pada 29 Oktober 2025 yang lalu. SMBR resmi menambah bidang usaha KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya) untuk mendukung penerapan konsep Koordinator Area Penjualan di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, dengan potensi imbal hasil berupa management fee.

Model bisnis baru ini memungkinkan SMBR untuk memperluas peran di dalam value chain SIG Group, mendorong efisiensi distribusi, serta memperkuat penetrasi multi-brand di pasar regional.

“Penambahan kegiatan usaha ini merupakan langkah strategis untuk memperluas potensi pasar sekaligus memperkuat kolaborasi dengan entitas anak SIG lainnya. Dengan pola bisnis yang lebih fleksibel dan terintegrasi, kami siap memperbesar kontribusi terhadap kinerja Grup sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham,” tutur Hari.

Ke depan, SMBR optimistis dapat mempertahankan kinerja kuat hingga akhir tahun 2025 dengan fokus pada efisiensi, peningkatan utilisasi pabrik, serta diversifikasi produk.

“Kami berkomitmen menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan fokus pada profitabilitas, efisiensi operasional, dan inovasi produk. SMBR akan terus memperkuat posisi di pasar regional serta menjaga daya tarik investasi di industri semen nasional,” pungkas Hari.

Dengan pencapaian ini, SMBR menegaskan fundamental bisnis yang kian solid dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain utama industri semen di Sumatera dan bagian dari SIG Group dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di The East Tower Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu (29/10). Agenda rapat membahas studi kelayakan serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait penambahan bidang usaha baru untuk mendukung pengembangan pola bisnis yang lebih adaptif dan kompetitif di tengah dinamika industri semen nasional.

Pada rapat tersebut, pemegang saham menerima pembahasan studi kelayakan dan menyetujui rencana penambahan bidang usaha  terkait usulan rencana perubahan bidang usaha Perseroan berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya). Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait pembahasan tersebut.

Penambahan kegiatan usaha ini bertujuan untuk mengakomodir rencana bisnis Perseroan dalam menjalankan konsep Koordinator Area Penjualan di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung dengan imbal hasil berupa management fee.

Penerapan pola bisnis baru ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Perseroan melalui keberagaman strategi dan penetrasi multi-brand, sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan. Model bisnis ini memperkuat posisi Perseroan bersama entitas anak SIG lainnya di industri semen dengan pendekatan pasar yang lebih dekat (micro market strategy), efisiensi distribusi, serta kemampuan merespons dinamika pasar regional secara cepat dan tepat.

Vice President of Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu menyampaikan bahwa penerapan pola bisnis baru ini merupakan langkah strategis dalam memperluas potensi pasar sekaligus memperkuat sinergi antar entitas di dalam grup SIG.

“Penerapan pola bisnis baru ini menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat daya saing melalui kolaborasi yang lebih erat dengan entitas anak SIG lainnya. Dengan konsep Koordinator Area Penjualan, kami dapat menjangkau pasar dengan lebih efektif, memperluas sebaran produk, serta menciptakan efisiensi distribusi di berbagai wilayah,” ujar Hari.

Lebih lanjut, Hari menegaskan bahwa arah kebijakan baru ini menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat perannya sebagai bagian dari value chain SIG Group.

“Kami berkomitmen menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan dengan prinsip efisiensi, inovasi, dan kolaborasi. Dengan pola bisnis yang lebih fleksibel dan terintegrasi, Semen Baturaja akan mampu berkontribusi lebih besar terhadap kinerja SIG sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang Perseroan,” tutupnya. (*)

LAMPUNG – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar kegiatan Temu Jago Bangunan di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung pada Jumat (17/10) bersama 50 tukang bangunan lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMBR dalam memperkuat hubungan dengan para pelaku pembangunan sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di wilayah pemasaran utama.

Acara tersebut dihadiri oleh Yantasman, Senior Manager of Sales Southern Sumatera 2 SMBR, yang memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta untuk terus meningkatkan keterampilan dan profesionalisme dalam bekerja.

“Melalui kegiatan Temu Jago Bangunan, kami ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar penggunaan produk Semen Baturaja yang benar serta teknik pencampuran material yang ideal di lapangan. Harapannya, para tukang dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih efisien, kuat, dan berkualitas,” ujar Yantasman.

Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti sesi product knowledge dan demo produk yang dipandu oleh Tim SMBR, di mana mereka belajar langsung tentang cara mencampur semen dan pasir dengan komposisi yang tepat untuk menghasilkan bangunan yang Kokoh dan Tahan Lamo.

Salah satu tukang, Hari Kurniawan (37), tukang bangunan asal Bandar Lampung, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Pelatihannya sangat bermanfaat, apalagi ada penjelasan langsung tentang cara mencampur semen yang benar. Jadi kami bisa tahu takaran yang pas biar hasilnya kuat dan nggak cepat retak,” ungkap Hari.

Untuk menambah semangat para peserta, SMBR juga menggelar sesi quiz interaktif dengan pertanyaan seputar produk dan teknik bangunan. Para tukang yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah berupa alat tukang dan suvenir dari SMBR sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar terus belajar dan berinovasi dalam bekerja.

“Kami percaya bahwa tukang adalah ujung tombak kualitas sebuah bangunan. Karena itu, Semen Baturaja akan terus mendukung peningkatan keterampilan mereka melalui pelatihan dan kegiatan seperti ini agar hasil pembangunan di lapangan semakin optimal,” tambah Yantasman.

Program Temu Jago Bangunan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan pembangunan infrastruktur.

Melalui kegiatan ini, Semen Baturaja terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi serta memperkuat sinergi dengan para tukang sebagai mitra penting dalam membangun negeri. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyampaikan capaian kinerja Semester I 2025 dalam Paparan Publik (Pubex) Live 2025 yang digelar secara daring pada Senin (29/9). Dalam kesempatan tersebut, manajemen SMBR membeberkan faktor-faktor kunci yang mendasari kinerja cemerlang perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.

SMBR berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dengan volume penjualan naik 21% dan laba bersih melesat 952% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sebesar 8%, meskipun secara nasional industri semen masih mengalami kontraksi permintaan sekitar 2% akibat kondisi oversupply yang diproyeksikan bertahan hingga 2030.

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan bahwa wilayah Sumbagsel merupakan basis utama pasar SMBR, dengan pertumbuhan yang ditopang oleh program pemerintah di sektor infrastruktur dan perumahan, proyek swasta yang terus berjalan, serta kontribusi signifikan dari sektor retail

“Walaupun secara nasional demand turun 2%, pasar SMBR di Sumatera Bagian Selatan justru tumbuh. Ini momentum bagi kami untuk terus meningkatkan pertumbuhan dengan memanfaatkan potensi pasar Sumbagsel yang merupakan pusat pertumbuhan,” ujar Suherman.

Sementara itu, Direktur Keuangan & SDM SMBR, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa capaian gemilang tersebut merupakan kombinasi dari strategi efisiensi internal dan sinergi bersama SIG sebagai holding BUMN semen.

“Dari sisi internal, SMBR menekan biaya produksi agar harga pokok lebih efisien, mengoptimalkan jalur distribusi ke pasar utama, dan memperkuat konsolidasi pasar. Dari sisi sinergi dengan SIG, SMBR mendapatkan skala ekonomis yang lebih besar serta dukungan rantai pasok yang luas, sehingga akses pasar semakin kuat. Kedua hal inilah yang menjadi faktor dominan meningkatnya volume penjualan dan laba bersih SMBR di Semester I 2025,” jelas Rahmat.

Sementara itu, Direktur Operasi SMBR Taufik menekankan bahwa efisiensi juga ditopang oleh penerapan strategi cost leadership melalui teknologi dan inovasi proses produksi.

“Saat ini Semen Baturaja menerapkan strategi cost leadership dengan menekan biaya produksi melalui efisiensi energi, seperti penurunan faktor klinker dan penggunaan bahan baku alternatif yang lebih ekonomis. Kami juga mengadopsi teknologi plant automation dengan sistem Intelligence Process Control System (IPCS), yaitu sistem berbasis model prediktif yang mengoptimalkan operasi produksi secara real time. Sistem ini mampu menghitung otomatis kebutuhan bahan bakar, temperatur, hingga kadar oksigen sehingga proses produksi lebih stabil, hemat energi, ramah lingkungan, serta menjaga kualitas produk tetap terjamin,” terang Taufik.

Dengan capaian positif ini, SMBR optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid sekaligus memperkuat kontribusi perseroan terhadap SIG dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Pangdam II/Sriwijaya berkolaborasi dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-80 Tahun 2025.

Peresmian dilakukan langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, di Desa Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada Senin (22/9).

Turut dihadiri oleh Direksi SMBR diantaranya Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Taufik, Direktur Keuangan dan SDM Rahmat Hidayat, lalu Irdam (Inspektur II/ Sriwijaya) M Fachmi Rizal Nasution, Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Bupati OKU TIMUR Lanosin, Perwakilan OKU Selatan, Dandim 0403 /OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, dan para pejabat lainnya.

Sebanyak 60 unit rumah di wilayah OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan berhasil direhabilitasi, dengan dua unit rumah diresmikan secara simbolis dan diserahkan langsung kepada penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, Semen Baturaja memberikan dukungan khusus berupa bantuan pembangunan 3 unit rumah di Dusun Martapura, Kapubaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.

“Secara resmi kita meresmikan penggunaan Rumah Tidak Layak Huni dengan sejumlah 60 unit di wilayah OKU Timur dan OKU Selatan. Alhamdulillah, atas bantuan dari para bupati, Semen Baturaja, dan Forkopimda, kita bisa memperbaiki rumah-rumah warga kita yang kurang layak menjadi layak untuk dihuni,” ujar Pangdam.

Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun TNI. “Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-80 yang akan jatuh pada tanggal 5 Oktober 2025,” tambahnya.

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan bahwa dukungan perusahaan dalam program rehabilitasi rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial SMBR terhadap masyarakat sekitar.

“Semen Baturaja selalu berkomitmen untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui produk, tetapi juga lewat program sosial yang berdampak langsung. Dukungan kami dalam pembangunan rumah layak huni ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup warga, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, TNI, dan pemerintah daerah,” tutur Suherman.

Sebelumnya, pada 3 September 2025, SMBR telah menyerahkan kunci rumah baru kepada salah satu penerima manfaat di Dusun Martapura, OKU Timur, yaitu Bapak Nurmufid (60). Ia mengungkapkan rasa syukur dan harunya saat menerima rumah baru.

“Saya sangat berterima kasih kepada TNI dan Semen Baturaja. Rumah lama saya kondisinya sudah rapuh dan sering bocor kalau hujan. Sekarang, Alhamdulillah, saya dan keluarga bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Melalui dukungan ini, Semen Baturaja berharap masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. (*)

PALEMBANG – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar Gathering Distributor Area Pemasaran (AP) 2 yang bertajuk “WINNING MINDSET: Malam Kemenangan dan Harmoni Distributor AP 2”. Acara yang berlangsung di Hotel Arya Duta Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (11/9), ini dihadiri para distributor dari wilayah Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi SIG, di antaranya Direktur Utama Indrieffouny Indra serta Direktur Sales & Marketing Dicky Saelan beserta Staff. Dari Semen Baturaja, hadir seluruh Direksi yaitu Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Taufik, dan Direktur Keuangan & SDM Rahmat Hidayat, serta turut hadir Komisaris Independen SMBR Feryzal Adham.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh distributor yang hadir. Ia menilai capaian kinerja penjualan di Area Pemasaran 2 hingga September 2025 menunjukkan peningkatan yang cukup baik berkat kerja sama yang solid antara perusahaan dan para distributor.

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu distributor pada acara ini. Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh distributor di area Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Berkat kerja sama yang sangat baik, capaian kinerja Area 2 hingga September tahun ini menunjukkan peningkatan yang patut diapresiasi,” ungkap Indrieffouny.

Ia menambahkan, distributor merupakan mitra strategis bagi SIG maupun Semen Baturaja dalam memperluas pemasaran produk.

“Bagi kami, distributor adalah mitra yang sangat strategis. Di tengah kondisi pasar semen yang masih menghadapi tantangan oversupply, saya yakin dengan pengalaman dan kerja sama yang terjalin, kita akan mampu memenangkan persaingan,” tambahnya.

Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, juga menyoroti kondisi industri semen nasional yang semakin kompetitif. Menurutnya, bisnis semen saat ini tidak lagi sama seperti dulu, di mana demand jauh lebih tinggi dari supply. “Kalau dulu, bisnis semen itu sangat diperebutkan karena demand masih tinggi, semua orang berebut membeli semen untuk pembangunan. Namun sejak 2014, situasi berubah. Saat ini kapasitas produksi semen nasional mencapai sekitar 120 juta ton, sementara kebutuhan hanya sekitar 60 juta ton. Artinya, separuh dari supply belum terserap pasar,” jelas Dicky.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut mengharuskan semua pihak untuk beradaptasi. “Dengan pertarungan yang semakin berat, kita tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kami sangat mengharapkan kerja sama erat dengan para distributor. Melalui dialog dan kolaborasi, kita bisa melakukan perubahan dan bersama-sama memenangkan pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, berharap melalui acara ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk mengejar target-target yang lebih besar di masa mendatang.

“Mudah-mudahan acara ini menjadi ajang kebersamaan kita untuk mengejar target-target yang lebih besar lagi. Kami terbuka untuk masukan dan saran demi kebaikan kita bersama,” ujar Suherman.

Ia juga menekankan optimisme Semen Baturaja bersama para distributor untuk memperkuat posisi di pasar. “Semoga kita bisa menjadi tuan rumah di wilayah kita sendiri,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada distributor, SMBR memberikan penghargaan kepada para distributor terbaik yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan berdasarkan kinerja tahun 2024, yang terbagi dalam empat kategori, yaitu kategori Best Volume 2024 (PT OKU Maju Perkasa, PT Tunas Surya Bumindo, PT Samudra Panca Jaya Pratama), Best Performance 2024 (PT Putra Balkom Jaya, PT Jaya Abadi Kontrindo, PT Samudra Panca Jaya Pratama),), Best Business Growth 2024 (PT OKU Maju Perkasa, PT Serasan Sekundang Mandiri, PT Makhota Anugrah Satria), dan Best PILOK (Pasar, Infrastruktur, Legal, Organisasi, dan Keuangan)2024 (PT Samudra Panca Jaya Pratama, PT Sumatera Baja Indonesia Indah, PT Sumber Niaga Gemilang).

Salah satu distributor, PT Samudra Panca Jaya Pratama yang dipimpin oleh Ginanjar, berhasil meraih triple winner (Best Volume, Best Perfomance, Best PILOK)  pada acara tersebut. Ginanjar mengungkapkan rasa bangganya telah menjadi bagian dari keluarga besar Semen Baturaja selama lebih dari satu dekade.

“Saya sudah menjadi distributor semen baturaja selama 12 tahun dan saya ucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada semen baturaja, alhamdullilah kami telah diberikan apresiasi atas kinerja kami ditahun 2024, semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Melalui acara ini, SIG dan SMBR menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh distributor, membangun optimisme, dan menjaga daya saing di tengah tantangan industri semen nasional.

Overview kinerja semester I – 2025, SMBR berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun, naik 30,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi laba bersih, SMBR berhasil menorehkan pertumbuhan signifikan hampir 10 kali lipat (989,19% YoY), dari Rp7,31 miliar pada Semester I 2024 menjadi Rp79,62 miliar pada Semester I 2025. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang bergengsi TOP Governance, Risk, and Compliance (GRC) Awards 2025. Tahun ini, Semen Baturaja berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu The Most Committed GRC Leader 2025 yang dianugerahkan kepada Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, serta TOP GRC Awards 2025 #4Stars untuk kategori perusahaan. Capaian ini sekaligus melanjutkan prestasi tahun 2024, ketika SMBR juga meraih penghargaan pada ajang yang sama.

Ajang penghargaan yang diikuti sebanyak 134 perusahaan ini mengusung tema “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC” ini diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan asosiasi GRC Indonesia, seperti IRMAPA, ICoPI, PaGI, serta didukung akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.

Penghargaan diterima oleh Rena Nur Kumalasari, Manager of General Affair SMBR Perwakilan Jakarta, mewakili manajemen dalam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/9).

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip GRC, ESG, dan SDGs sebagai bagian integral dari strategi bisnis untuk mencapai keberlanjutan usaha.

“Pengakuan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan kepatuhan secara terintegrasi. Perusahaan telah memiliki strategi keberlanjutan untuk memberikan manfaat positif bagi Negeri, terutama pada bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial. Strategi tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainability Development Goals (SDGs). Prestasi ini juga melanjutkan capaian tahun sebelumnya, di mana Semen Baturaja berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suherman menambahkan bahwa SMBR menempatkan continuous improvement GRC sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan kinerja. “Hasilnya tercermin dalam capaian bisnis dan keuangan perusahaan, yang menunjukkan bahwa praktik GRC yang terintegrasi mampu mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tambahnya.

Keunggulan ini tidak lepas dari implementasi Tata Kelola Terintegrasi GRC melalui empat pilar utama, yaitu Good Corporate Governance, Risk Management, Compliance, dan Internal Control. Berlandaskan prinsip tersebut, SMBR terus berupaya menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2025, M. Lutfi Handayani, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan kegiatan penilaian, pemberian apresiasi, sekaligus edukasi GRC terbesar di Indonesia.

“Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang berkinerja baik dan telah menerapkan GRC secara efektif serta berkualitas. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi GRC terintegrasi,” ungkapnya.

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar rapat persiapan pemanfaatan sampah menjadi energi melalui pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF). Pertemuan ini berlangsung di Ganesha Arena, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Kamis (4/9), dengan melibatkan 12 perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.

Hadir dalam rapat ini Direktur Operasi SMBR, Taufik, beserta staf. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dihadiri oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Edward Nixon Pakpahan secara daring beserta staff yakni Dede Romdani, Ivana Liony, dan Fakhri Ibrahim hadir langsung di lokasi.

Rapat ini juga diikuti perwakilan dari 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, yaitu Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pertemuan ini digelar untuk mencari solusi atas permasalahan pengelolaan sampah di Sumatera Selatan. RDF dipandang sebagai salah satu terobosan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi, yang ke depannya akan dikelola di Pabrik Semen Baturaja.

Dalam sambutannya, Direktur Operasi SMBR Taufik menegaskan bahwa salah satu biaya terbesar dalam industri semen adalah biaya bahan bakar yang mencapai sekitar 30–40% dari harga pokok produksi.

“Harga batubara yang semakin tinggi dan ketersediaannya yang makin terbatas membuat industri semen, termasuk Semen Baturaja, harus mencari dan memperluas penggunaan bahan bakar alternatif,” ujarnya.

Solusi dari ketergantungan pada batubara adalah pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material (AFR). Di Pabrik Semen Baturaja Plant II (PBR II) telah tersedia fasilitas Alternative Fuel berkapasitas 5 TPH yang saat ini dimanfaatkan untuk mengolah limbah industri.

“Kami sudah menggunakan peralatan Alternative Fuel ini dengan bahan dari limbah industri yang menghasilkan limbah B3, seperti Spent bleaching earth  dan sludge oil. Tahun ini, kami juga mulai memanfaatkan biomassa seperti serbuk gergaji (saw dust) dan wood chip,” jelas Taufik.

Sepanjang semester I-2025, SMBR berhasil menggunakan 77,3 ribu ton bahan bakar alternatif, meningkat sekitar 33,5% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu dari sisi pemerintah, Edward Nixon Pakpahan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH yang diwakili oleh Dede Romdani selaku Analisis Lingkungan Hidup menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah mengidentifikasi 12 kota/kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi besar untuk pengelolaan sampah menjadi RDF.

“Pemerintah pusat mendorong agar pabrik semen, termasuk Semen Baturaja, dapat memanfaatkan RDF dari sampah yang dihasilkan di daerah-daerah ini. Potensi terdekat dengan Semen Baturaja berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur, dengan kapasitas RDF sekitar 48 ton per hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dede menambahkan bahwa program ini masih berada pada tahap rencana. “Harapannya setiap kota/kabupaten dapat mengimplementasikan pengelolaan RDF ini ke depannya, karena saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu kesiapan masing-masing daerah,” ungkapnya.

Program pemanfaatan RDF ini diyakini mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung agenda transisi energi. Selain mengurangi ketergantungan pada batubara, inisiatif ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan dan pengolahan sampah.

Direktur Operasi SMBR Taufik menambahkan keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat di antara seluruh pihak.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif demi kelancaran dan keberhasilan implementasi RDF di Pabrik Semen Baturaja,” tutup Taufik.

Rapat ini menandai langkah awal kolaborasi strategis antara SMBR, KLH, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, serta mendukung terciptanya ekonomi sirkular di Sumatera Selatan. (*)

BATURAJA – Sebagai upaya pencegahan terhadap kebakaran, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui Unit of Health, Safety & Environment (HSE) SMBR bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)  dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar Pelatihan dan Simulasi Memadamkan Api (Fire Drill) serta Kedaruratan Kebencanaan bagi warga Ring 1 di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung di Ganesha Arena, Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatra Selatan pada Rabu (13/8) ini, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran maupun situasi darurat lainnya.

Pelatihan yang diikuti oleh warga Ring 1 ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah setempat, antara lain Camat Baturaja Barat Yan Kurniawan, Camat Baturaja Timur Khairuddin Albar, serta para kepala desa dan lurah dari wilayah Ring 1.

Acara dibuka secara resmi oleh Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

“Acara ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Latihan seperti ini sangat penting untuk keselamatan kita semua. Kita tidak pernah tahu kapan keadaan darurat terjadi, sehingga latihan ini mengajarkan kita bergerak cepat, tetap tenang, dan saling membantu,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten OKU, yakni Taslim Winardi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yakni Gunawansyah. Taslim membawakan materi Perilaku Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran yang meliputi penyebab, langkah pencegahan, hingga teknik pemadaman awal.

“Kebakaran biasanya terjadi karena kelalaian kecil yang tidak kita sadari. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, seperti penggunaan APAR dan kain basah, api bisa dipadamkan sebelum membesar,” ungkapnya.

Sementara itu, Gunawansyah memaparkan Sosialisasi Penanggulangan Bencana, mulai dari prosedur evakuasi, koordinasi antarwarga, hingga peran masyarakat dalam mitigasi risiko.

“Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan bisa dilatih. Dengan memahami prosedur evakuasi, jalur aman, dan koordinasi antarwarga, kita bisa meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian,” tegasnya.

Tak hanya mendapatkan edukasi lewat materi, warga juga mengikuti simulasi langsung, mulai dari penanganan kebakaran akibat kebocoran gas LPG, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga teknik evakuasi yang tepat saat terjadi bencana. Latihan ini bertujuan melatih refleks, keberanian, dan keterampilan warga dalam menghadapi kondisi darurat.

Lurah Sukajadi, Yessy Oktariani, mengapresiasi langkah SMBR yang melibatkan warga secara aktif.

“Kami berterima kasih kepada PT Semen Baturaja yang telah melaksanakan simulasi fire drill dan penanggulangan bencana. Semoga ilmu yang kami dapatkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Sukajadi dan wilayah Ring 1. Harapan kami, sinergi ini terus terjalin dengan pemerintah,” ujarnya.

Salah satu peserta, Yon Efrison dari RT 21 Komplek Tiga Gajah, mengaku mendapatkan pengalaman berharga.

“Terima kasih kepada PT Semen Baturaja atas digelarnya pelatihan ini. Sekarang, jika terjadi kebakaran, Kami sudah tahu cara menanggulanginya,” tuturnya.

Dengan pelatihan ini, SMBR berharap tercipta lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mencatatkan lonjakan kinerja signifikan sepanjang Semester I Tahun 2025. Laba bersih perusahaan melesat menjadi Rp79,62 miliar, naik hingga 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,32 miliar. Peningkatan ini menandai keberhasilan SMBR keluar dari level single digit dan mencatatkan pertumbuhan laba bersih double digit pada semester pertama tahun ini.

Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh peningkatan kinerja operasional secara menyeluruh. Volume penjualan semen mencapai 1,13 juta ton, naik sekitar 21% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 928.646 ton. Kenaikan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan perusahaan tumbuh menjadi Rp1,09 triliun, atau naik 31% dari sebelumnya Rp835,18 miliar.

Peningkatan kinerja ini juga tercermin dari laba usaha yang naik signifikan menjadi Rp133,79 miliar, atau meningkat 168% dibandingkan Rp49,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu. EBITDA Perseroan turut naik 60% menjadi Rp236,67 miliar dari Rp147,91 miliar. Kinerja ini turut mendorong peningkatan EBITDA Margin menjadi 22% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 18%, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin optimal.

Vice President of Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu, menyampaikan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan hasil dari kombinasi strategi yang tepat dan sinergi bersama induk usaha.

“Capaian ini adalah hasil strategi yang tepat dan sinergi solid dengan SIG, yang memberikan banyak nilai tambah bagi efisiensi dan kinerja kami,” ujar Hari.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan tidak lepas dari strategi efisiensi berkelanjutan dan peningkatan penetrasi pasar di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), yang merupakan pangsa pasar utama perusahaan.

“Kami melihat pertumbuhan yang kuat terutama di wilayah Sumbagsel. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), demand semen di wilayah ini tumbuh sebesar 14,2% (yoy) pada Triwulan II-2025, jauh melampaui pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 2,7% (yoy). Hal ini membuka peluang besar bagi SMBR untuk terus memperkuat posisi di pasar regional,” ujar Hari.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya disebabkan oleh kenaikan permintaan, tetapi juga berkat keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi operasional yang terukur dan sinergi dengan SIG selaku induk usaha.

“Kami fokus pada efisiensi biaya di seluruh lini, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengelolaan energi. Penggunaan bahan bakar alternatif, optimalisasi rute pengiriman, serta integrasi sistem logistik menjadi bagian dari langkah kami dalam menekan biaya dan meningkatkan margin. Selain itu, kami terus menjaga kualitas layanan dan optimalisasi jaringan penjualan,” jelasnya.

SMBR optimis tren positif ini akan terus berlanjut di Semester II-2025. Perusahaan juga terus memperkuat strategi operasional melalui diversifikasi produk, transformasi digital dalam proses bisnis, serta penerapan prinsip keberlanjutan guna menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang sehat. (*)