Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Lakukan Digitalisasi Proses Bisnis Bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia.

Baturaja – Pada hari kedua di tahun baru 2019, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mulai mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terdepan berbasis System Application and Product In Data Processing (SAP).

Hal itu dikemukakan Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang akrab disapa Jobi di Baturaja, Rabu, 2 Januari 2019. Jobi mengemukakan sistem yang digunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya juga banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia.

“Jadi tidak berlebihan jika saya mengatakan SMBR siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan menuju perusahaan kelas dunia,” katanya.

Jobi mengemukakan proyek implementasi ERP berbasis SAP di SMBR bernama GADING Project, yang merupakan singkatan dari Great Achievement, Absolute Team Work & Respect, Do your Best, Integration All, Never Give Up, Go Success. ERP Berbasis SAP ini diterapkan agar manajemen data/informasi menjadi lebih terintegrasi dan teratur.

Karena itulah, Jobi menambahkan SMBR menjalin kerja sama dengan PT Telkom Indonesia sebagai salah satu bentuk Sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengimplementasikan sistem ERP berbasis SAP di SMBR.

“Kick off project ini sendiri telah dilaksanakan pada 12 Februari 2018 yang lalu, dan project ini menjadi salah satu project yg on schedule karena berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) bulan saja” katanya

Menurut Jobi, sebelumnya SMBR juga telah menerapkan sistem ERP yang juga cukup banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Namun, Jobi mengutarakan jika setelah dilakukan riset yang lebih mendalam, BUMN yang dipimpinnya memerlukan sebuah sistem ERP yang mampu mengintegrasikan proses bisnis perusahaan yang semakin kompleks.

“Sehingga perlu ditangani dengan bantuan teknologi informasi (TI) yang lebih memadai, terintegrasi dan mutakhir,” katanya.

Karena itu, manajemen SMBR menurut Jobi akhirnya memutuskan mencari solusi baru yang bisa mengintegrasikan proses bisnis dari hulu ke hilir. Jobi menegaskan jika manajemen berkeinginan memiliki sistem informasi yang bisa dipakai untuk menunjang aspek operasional, taktis bahkan strategis.

Jobi menambahkan jika sistem juga harus mampu menciptakan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan bagi mata rantai bisnis di lingkungan perusahaan. Baik bagi pemasok, pelanggan, unit-unit kerja di lingkungan SMBR, serta stakeholder lainnya.

“Untuk itulah dipilih ERP berbasis SAP yang dinilai mampu mengakomodir kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Jobi menilai ERP berbasis SAP merupakan sistem aplikasi kelas dunia yang telah memiliki standar proses bisnis “best practice” yang dapat diadopsi agar SMBR ke depannya menjadi perusahaan yang mampu bersaing di bisnis global. Selain itu, ERP berbasis SAP menurut Jobi juga memilik tata kelola yang baik.

“Sekaligus memenuhi standar kepatuhan perusahaan,” katanya

Saat ini beberapa modul SAP yang telah diterapkan meliputi Finance, Controlling, Fund Management, Budget Planning & Consolidation (Planning), Sales & Distribution, Material Management, Production Planning & Quality Management, Plant Maintenance, Human Capital Management (Payroll).{}.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada bulan Januari 2019 mencatatkan pendapatan sebesar Rp.150,2 Milyar atau tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.141,8 Milyar. meskipun volume penjualan semen perseroan sedikit terkoreksi 1% dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa terkoreksinya volume penjualan semen tersebut disebabkan karena melambatnya permintaan semen di awal tahun 2019. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) pada bulan Januari 2019, demand semen nasional turun sebesar 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Begitu pula dengan demand semen di Sumatera yang juga turun sebesar 2,7% dari tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan banyaknya proyek pembangunan infrastruktur yang belum mulai pada awal tahun.

Sementara itu terkait rencana investasi SMBR, pada pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang digelar Senin (25/02) Bupati Sarolangun, Jambi, H Cek Endra telah menerbitkan izin lokasi pembangunan Pabrik Semen Baturaja yang diserahkan secara langsung kepada Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim sebagai dukungan Pemerintah Daerah untuk percepatan proyek produsen semen pelat merah tersebut.

Jobi menambahkan bahwa dengan telah diterbitkan nya izin lokasi pembangunan pabrik tersebut sangat membantu progres percepatan pembangunan pabrik di Kabupaten Sarolangun yang menjadi salah satu proyek strategis di Provinsi Jambi.

Pembangunan pabrik SMBR di Sarolangun ini akan berdampak luas pada peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan pendapatan daerah dan ditambah dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja serta menunjang kebutuhan semen bagi proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

Pada tahun 2019, SMBR akan terus berusaha menjaga pertumbuhan volume penjualan diatas 20% yang pada tahun ini ditargetkan mencapai 2,75 juta ton atau tumbuh 26% dibanding tahun 2018 sebesar 2,18 juta ton.

Seiring dengan berjalannya Pemilu di tahun 2019, SMBR optimis dapat menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan besarnya kue market share di wilayah Perseroan. “Demand untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung pada tahun 2018 mencapai 6,9 juta ton (tumbuh 9% dibanding tahun 2017) sehingga kami optimis target 2,75 juta ton dapat tercapai” kata Jobi, Direktur Utama SMBR.

SMBR optimis prospek permintaan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan akan terus meningkat seiring dengan beroperasinya jalan tol trans Sumatera dari Bakauheni sampai Palembang yang dijadwalkan akan beroperasi April 2019.

“kita mengharapkan multiplier effect dari pembangunan infrastruktur pemerintah yang diharapkan akan memunculkan sentra ekonomi baru di sepanjang jalan tol tersebut yang nantinya akan mendongkrak konsumsi semen. Kita juga masih menantikan proyek jalan tol berikutnya seperti Palembang-Bengkulu dan Palembang-Jambi” kata Jobi.

Dari sisi operasional, SMBR saat ini memiliki dua pabrik di Baturaja dengan kapasitas produksi 3,85 juta ton/tahun. Pemenuhan kebutuhan armada angkutan semen juga sudah terpenuhi pada November tahun lalu yang menambah optimisme manajemen untuk mencapai target tahun ini.

Dari sisi kinerja keuangan, SMBR menargetkan pertumbuhan laba bersih setelah sebelumnya laba bersih mengalami konsolidasi pada tiga tahun terakhir. “untuk bottom line, tahun ini merupakan momentum bagi SMBR untuk rebound setelah tahun-tahun sebelumnya laba bersih tertekan sehubungan dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II” tutup Jobi.

Selama tahun 2018, SMBR telah membukukan volume penjualan sebesar 2.178.188 ton atau tumbuh sebesar 24% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1.762.137 ton. Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengatakan bahwa pertumbuhan volume penjualan SMBR jauh diatas industri yang hanya tumbuh sekitar 5% tahun ini. “pertumbuhan volume penjualan SMBR tahun ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri” Kata Jobi, (Senin 7/1).

Pada bulan Desember 2018, volume penjualan semen SMBR tercatat sebesar 220.737 ton, naik 22% dibandingkan bulan Desember tahun lalu, hingga sampai dengan 12 bulan terakhir volume penjualan SMBR mampu tumbuh double digit.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), sampai dengan November 2018, market share SMBR mengalami peningkatan di seluruh wilayah pemasaran Perseroan dan masih menjadi pemimpin pangsa pasar di Sumsel dan Lampung dengan persentase masing-masing 54% dan 26%. Untuk di daerah pemasaran lainnya juga mengalami peningkatan market share seperti di Jambi yang sudah mencapai 14%, Bengkulu sebesar 8% dan Bangka Belitung sebesar 5%. “Pertumbuhan volume penjualan tersebut berhasil melampaui pertumbuhan demand di seluruh wilayah pemasaran Perseroan”, terangnya

Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR), Jobi Triananda Hasjim baru saja bertemu dengan Bupati Sarolangun, H Cek Endra, pada hari Senin, (25/02) di Rumah Dinas Bupati Sarolangun. Bersama dengan Direktur Produksi & Pengembangan, Daconi dan Direktur Umum & SDM, Amrullah beserta jajaran staf.

“Semua izinnya sudah diurus. Semoga rencana ini secepatnya bisa terealisasi. Karena banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan kehadiran pabrik ini di Sarolangun,” ungkap H Cek Endra. Senada dengan yang disampaikan Jobi, Pemerintah Kabupaten Sarolangun pun memberikan dukungan penuh terhadap percepatan rencana investasi SMBR tersebut. Dalam pertemuan itu, Bupati Sarolangun, H Cek Endra menyampaikan bahkan dalam upaya percepatan pembangunan Pabrik Sarolangun tersebut, pemerintah daerah siap membantu segala bentuk perizinan yang diperlukan.”Ini kan investasinya besar, pasti multiplier effect-nya pun besar, bukan hanya Kabupaten Sarolangun saja tetapi Provinsi Jambi,” terang Jobi. Selain peningkatan perekonomian masyarakat, keberadaan Pabrik SMBR tersebut nantinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dengan kontribusi pajak dan retribusi. Ditambah dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja dan tentunya menunjang kebutuhan semen bagi proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

Jobi pun mengucapkan terima kasih terutama kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sarolangun, khususnya Bupati Sarolangun yang selalu siap membantu dan mendukung penuh proyek strategis tersebut, yang nantinya pasti akan berdampak luas pada masyarakat.”Ini menjadi kabar baik bagi kami, Semen Baturaja, karena dengan telah diterbitkan nya izin lokasi pembangunan Pabrik ini sangat membantu progres percepatan pembangunan pabrik di Sarolangun, ” tambah Jobi. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas mengenai perkembangan rencana pembangunan Pabrik SMBR di Kabupaten Sarolangun yang saat ini progresnya terus dikebut. Ditambah dengan telah diterbitkannya izin lokasi pembangunan Pabrik SMBR yang pada momen pertemuan ini juga diserahkan secara langsung oleh Bupati Sarolangun, H Cek Endra. Agenda pertemuan jajaran Manajemen SMBR dengan Bupati Sarolangun ini, selain sebagai silaturahmi juga penyerahan izin lokasi pembangunan pabrik SMBR dan membicarakan perkembangan rencana investasi SMBR di Sarolangun tersebut. Ini merupakan kali pertama Jobi bertatap muka secara langsung dengan Bupati Sarolangun, usai dirinya didaulat menjadi Direktur Utama SMBR pada akhir bulan Oktober tahun lalu. “Sekaligus ingin memperkenalkan diri dan silaturahmi dengan pak Bupati” ujar Jobi. (Corsec SMBR)

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.