PALEMBANG – Ditengah kondisi permintaan semen nasional yang masih cenderung stagnan, permintaan semen di wilayah Sumbagsel justru mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh mencapai 9,4% apabila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja (SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. Semen Baturaja berhasil mencatatkan volume penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019, atau tumbuh 10,5% dibandingkan bulan Juli 2019.

“Pertumbuhan volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan, menunjukkan bahwa siklus permintaan semen di Triwulan III/2019 mulai membaik” ujar Jobi.

Pertumbuhan volume penjualan SMBR tertinggi berada di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12% apabila dibandingkan bulan Juli 2019, bahkan pertumbuhan volume penjualan SMBR sampai dengan Agustus 2019 mencapai 16% apabila dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu menggerek market share SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70% atau naik 5% dari bulan Juli 2019 yang mencapai 65%.

Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil menggerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019 yang tumbuh 10% menjadi Rp.209,4 Milyar dari Rp.189,9 Milyar dibandingkan bulan Juli 2019.

Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019.

“Seiring dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penghubung seperti ruas jalan tol Sumsel-Lampung dan pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, hal ini jelas akan menjadi katalisator bagi proyek-proyek lainnya” tambah Jobi.

Selain itu, Perseroan juga akan tetap fokus mengembangkan sektor retail sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan SMBR dengan promosi di tingkat retail dan consumer serta memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, Semen Baturaja (SMBR) berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530 ton menjadi 883.622 ton atau naik 2% dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%. Bahkan wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar utama perseroan juga terkoreksi sebesar 13,4% dibandingkan tahun 2018.

Perseroan juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Bahkan pangsa pasar SMBR terbesar berada di Sumatera Selatan saat ini mencapai 64% atau naik 11% dari tahun sebelumnya, sementara di Lampung telah mencapai 24% dan Jambi mencapai 15%” ujar Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama SMBR.

Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%. Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada Semester I/2019, kinerja pendapatan Perseroan berhasil tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Begitu pula laba kotor Perseroan yang tumbuh 41% menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018 karena berbagai pogram efisiensi yang dilaksanakan sepanjang Semester I/2019 sehingga Perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9%.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya  beban keuangan dan pajak penghasilan.

Pada Semester II/2019 Perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR sepanjang tahun 2019 dengan konsisten menerapkan ‘Inisiatif Tiga Gajah” yang merupakan langkah strategis manajemen untuk melakukan efisiensi biaya melalui cement making centre dan penggunaan batubara kalori rendah, peningkatan penjualan dan pangsa pasar dengan memperkuat saluran distribusi dan perluasan area pasar, serta perbaikan proses bisnis, kebijakan dan sistem untuk percepatan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja Perseroan kedepannya.

Saat ini Perseroan juga sedang mengembangkan berbagai lini bisnis baru untuk memperluas area pasar meliputi diversifikasi jenis produk semen yang ditawarkan dan mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir melalui produk turunan semen hingga bisnis non semen lainnya, baik berupa semen mortar, pembuatan bata ringan dan batching plant. {}

PALEMBANG – Sepanjang Semester I/2019, permintaan semen nasional masih menunjukkan penurunan sebesar 2,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Bahkan untuk wilayah Sumbagsel yang menjadi basis utama pasar SMBR, permintaan semen mengalami penurunan sebesar 13,4% dibandingkan 2018.

Meskipun kondisi demand mengalami koreksi negatif yang cukup besar, Perseroan berhasil meningkatkan volume penjualan pada Semester I/2019 menjadi sebesar 883.622 ton atau meningkat 2% dari 863.984 ton dari periode sebelumnya, serta market share Perseroan di wilayah Sumbagsel meningkat sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

“Saat ini market share SMBR terbesar berada di Sumsel yang saat ini mencapai 63% dan Lampung yang mencapai 24%” tambah Jobi.

Dengan peningkatan kinerja penjualan SMBR di Semester I/2019 dan melihat potensi pertumbuhan di Semester II/2019, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim optimis bahwa perseroan yang dipimpinnya mampu meningkatkan penjualan semen pada tahun 2019 dengan cukup signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2018.

“Kami optimis permintaan semen akan terus meningkat di Semester II/2019, tentunya didukung dengan dimulainya proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah sebelumnya sempat tertunda di Semester I karena hari raya lebaran dan pemilu 2019” ujar Jobi.

Begitu pula dengan kinerja keuangan SMBR, Pendapatan perseroan pada Semester I/2019 pun tumbuh 6% menjadi Rp.833,5 Milyar dari Rp.783,5 Milyar di tahun 2018. Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan Perseroan sepanjang Semester I/2019, Perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9% sehingga laba kotor Perseroan pun naik menjadi Rp.334,5 Milyar dari Rp.237,5 Milyar di tahun 2018.

Laba usaha perseroan pun berhasil dinaikan menjadi Rp.92 Milyar dari Rp.89,7 Milyar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp.7,5 Milyar dari Rp.24,1 Milyar di tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha berupa beban keuangan dan pajak penghasilan badan.

Kedepannya perseroan akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja SMBR di Semester II/2019 dengan meningkatkan penjualan dan program efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, diantaranya melalui penurunan biaya energi dengan menggunakan nilai kalori batubara yang lebih optimal dan penurunan indeks penggunaan bahan baku utama.{}

Peningkatan didukung oleh pembangunan infrastruktur. Terutama proyek jalan tol.

Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Tahun Buku 2018. Rapat digelar di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2019.

Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, mengemukakan terdapat sembilan mata acara pada RUPS kali ini, antara lain persetujuan laporan tahunan direksi mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2018, termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2018 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2018.

Selain itu, RUPST juga mengagendakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2018.

RUPST yang digelar pada bulan suci Ramadan ini juga mengagendakan pengesahan laporan tahunan. Termasuk laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2018. Rapat juga sekaligus mengagendakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2018.

“RUPST juga menetapkan penggunaan laba bersih perseroan, termasuk pembagian dividen untuk tahun buku 2018” katanya.

Selain beberapa agenda yang telah dikemukakan di atas, masih ada penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2018 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2019, penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019. Termasuk pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor terkait dengan pelaksanaan program Manajemen Stock Option Program (Mesop).

Selain itu, Jobi mengatakan masih ada agenda penting lainnya dalam RUPST pada tahun ini yaitu Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham dan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan beserta perubahan pengurus perseroan.

RUPST dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Perseroan, Harjanto, dan dilanjutkan oleh paparan kinerja perusahaan tahun 2018 oleh Direktur Utama Perseroan, Jobi Triananda Hasjim, serta pembahasan seluruh Mata Acara RUPS oleh Direktur dan Komisaris Perseroan yang hadir.

Dalam paparannya, Jobi menyampaikan jika berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI), total pertumbuhan permintaan (demand) semen untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan pada tahun 2018 mencapai 9,4 persen.

“Pertumbuhan didominasi semen curah dengan peningkatan sebesar 10,7 persen, yang didukung oleh pembangunan infrastruktur terutama proyek jalan tol,” ujarnya.

Menurut Jobi, pertumbuhan volume penjualan SMBR selama tahun 2018 mencapai 24 persen. Di tengah kondisi oversupply dan pertumbuhan demand nasional yang masih rendah (5,2 persen), SMBR mampu menunjukkan kinerja penjualan yang positif dengan berhasil melampaui pertumbuhan demand di seluruh wilayah pemasaran perseroan.

Jobi menegaskan jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpinnya berhasil meningkatkan market share rata-rata sebesar 4 persen di seluruh wilayah pemasaran perseroan. SMBR juga tetap mendominasi di Sumatra Selatan dan Lampung. Bahkan melalui strategi perseroan yang efektif, SMBR juga berhasil meningkatkan penjualan di Jambi sebesar 47 persen. Tak berhenti di situ, perseroan juga melakukan ekspansi pasar ke Bangka Belitung sejak November 2017 yang saat ini market share sudah mencapai 5 persen.

Dengan peningkatan volume penjualan tersebut, kinerja pendapatan perseroan juga berhasil ditingkatkan sebesar 29 persen. Begitu pula dengan laba kotor sebesar Rp707 miliar atau naik 49 persen dibanding tahun lalu. Untuk Laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan tahun 2018 tergerus karena adanya biaya bunga Kredit Investasi Pabrik Baturaja II dan bunga pinjaman MTN.

SMBR berhasil meningkatkan efisiensi produksi dengan peningkatan EBITDA margin sebesar 18 persen meskipun harga bahan baku dan penolong seperti batubara dan lainnya naik.

Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 ini, SMBR menetapkan laba bersih sebesar Rp76,072 miliar dengan dividen payout ratio sebesar 25 persen dengan total nilai dividen sebesar Rp18,971 miliar. Sisa sebesar Rp57,1 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Tak kalah penting, pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 ini, juga dilakukan perubahan pengurus perseroan yang disampaikan setelah rapat berakhir dan keputusan telah diambil. Perubahan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Pada RUPST kali ini, terjadi pergantian kepengurusan. Dede Parasade, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan mendapat amanah baru sebagai Direktur Pemasaran. Sedangkan Direktur Pemasaran M. Jamil, menggantikan posisi Dede sebagai Direktur Keuangan.{}

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) masih terus menorehkan kinerja positif di awal tahun 2019. Terlihat dari kinerja pendapatan sampai dengan bulan Februari 2019 yang mencapai sebesar Rp.266,54 milyar atau tumbuh 2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.  Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan bahwa porsi terbesar peningkatan pendapatan SMBR tersebut disokong oleh segmen retail yang pada bulan Februari ini telah tumbuh sebesar 14%.

Jobi menambahkan, pada Februari 2019 permintaan di wilayah pemasaran SMBR turun hingga 14,3%. Namun SMBR masih mampu meningkatkan market share nya sebesar 2% di wilayah pemasaran SMBR. “Tentunya dengan porsi tertinggi yaitu 61% untuk wilayah Sumsel sebagai pasar utama” sambung Jobi.

Jobi juga mengungkapkan bahwa SMBR akan terus berupaya mengembangkan pasar dan kinerja perseroan di awal tahun ini. “Salah satunya dengan menggenjot sektor retail yang diproyeksikan akan tumbuh signifikan sebagai efek domino dengan telah selesainya berbagai proyek-proyek infrastruktur.” Tutup Jobi.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Panitia Pengadaan Barang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan penjelasan sebagai berikut:

Untuk mengikuti lelang ini, klik tautan eproc berikut.

Palembang – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) kembali menjadi sponsor Sriwijaya FC (SFC) di musim kompetisi 2019-2020. Pada tahun ini, Sriwijaya FC akan mengikuti kompetisi PSSI di Liga 2.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), SMBR melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama sebagai sponsor SFC di Kantor Pusat SMBR, Senin 26 Agustus 2019.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, dengan Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen SFC, Asfan Fikri Sanaf. Penandatanganan disaksikan jajaran manajemen kedua perusahaan dan perwakilan para pemain.

SMBR yang mengusung tagline “Kokoh & Tahan Lamo” pada produknya, sepakat kembali mengusung tagline “Semen Baturaja, Semennyo Laskar Wong Kito”. Tagline yang diusung agar produk Semen Baturaja semakin dicintai warga Sumsel, seperti kecintaan terhadap Sriwijaya FC.

Dirut SMBR, Jobi Triananda Hasjim mengemukakan kerja sama dengan SFC ini dapat semakin memperkuat brand image SMBR sehingga masyarakat semakin mengenal dan familiar dengan produk SMBR sebagai produk semen lokal milik masyarakat Sumsel.

“Kami berharap warga Sumsel nantinya ketika ingat SFC sebagai Laskar Wong Kito, spontan ingat juga dengan Semen Baturaja,” katanya.

Jobi menambahkan langkah kerjasama dengan SFC tidak lepas dari tekad perusahaan untuk turut berkontribusi meningkatkan prestasi sepakbola di Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, kerjasama juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMN yang dipimpinnya secara signifikan.

Seperti diketahui sepanjang Semester I/2019, SMBR berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 863.984 ton menjadi 883.622 ton atau naik 2% dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%.

SMBR juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%. Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.

 “Kinerja kami di Semester II/2019 harus jauh lebih baik dari Semester I ini,” ujarnya.

PT SOM selaku manajemen SFC menyambut baik lahirnya kesepakatan sponsorship mengingat SMBR adalah BUMN yang beroperasi di Sumsel. Jika banyak BUMN dan BUMD yang membantu Sriwijaya FC, Menurut Asfan, klub asal Sumsel yang dipimpinnya akan kembali berprestasi. {}

BATURAJA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding) di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara di Ruang Diklat Pabrik Baturaja (21/08).

Manajemen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk diwakili oleh Bpk. Amrullah (Direktur Umum & SDM) hadir pada acara tersebut. Begitu pula dengan Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bpk. Bayu Pramesti beserta jajaran yang juga turut hadir pada acara tersebut.

MoU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Kejaksaan Negeri OKU ini berupa kerjasama dalam bentuk penyelesaian masalah hukum di Bidang Perdata & Tata Usaha Negara yang ruang lingkupnya adalah pemberian bantuan hukum; pemberian pertimbangan hukum; & tindakan hukum lainnya yang diperlukan dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata & tata usaha negara yang dihadapi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Amrullah menegaskan bahwa MoU dengan Kejaksaan Negeri OKU yang ditandatangani tersebut merupakan perpanjangan dari nota kesepakatan kerjasama sebelumnya yang telah berakhir, menjadi sangat penting untuk menjaga Perseroan sebagai salah satu aset negara dan objek vital nasional. Amrullah berharap dengan penandatanganan kerjasama ini, rencana investasi dan operasional Perseroan kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

Diprakarsai oleh Semen Baturaja, PTPN VI dan Jiwasraya

Jambi – Ribuan orang yang terdiri dari keluarga besar perusahaan BUMN dan warga Kota Jambi mengikuti kegiatan jalan sehat BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 yang dilaksanakan di kawasan Telanaipura Kota Jambi, Minggu. 

Suasana di sayap kiri kompleks Perkantoran Gubernur Jambi tersebut pada Minggu pagi didominasi warna merah dan putih seragam yang dikenakan oleh peserta. Kegiatan diawali dengan melakukan senam pagi bersama yang dipandu instruktur senam aerobik di kota itu.

Kegiatan jalan sehat dibuka dan dilepas oleh Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan diikuti oleh Direksi dan pimpinan PT Semen Baturaja, PT Jiswasraya, PTPN6 selaku PIC dan Co-PIC kegiatan BHUN 2019 di  Provinsi Jambi  serta para pimpinan BUMN yang berkantor perwakilan dan cabang di Provinsi Jambi.

Para peserta menyusuri jalanan di depan Kantor Gubernur Jambi yang merupakan kawasan ‘car free day”, melintasi Taman Anggrek Sri Soedewi serta perkantoran di kawasan itu.  Suasana kian meriah dengan pemasangan umbul-umbul dan banner kegiatan jalan sehat BUMN Hadir Untuk Negeri itu.

“Kami sangat berterima kasih kepada perusahaan BUMN,  yang telah memprakarsai dan berperan dalam mengolahragakan masyarakat Jambi. Sumbangsih BUMN selama ini sudah terasa oleh masyarakat dan diharapkan terus lebih meningkat lagi,” kata Gubernur Fachrori Umar.

Kegiatan jalan sehat itu juga diikuti oleh 26 orang pelajar Siswa Mengenal Nusantara dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbaur dengan keluarga besar BUMN dan warga di Kota Jambi pada kegiatan jalan sehat itu. Mereka cukup antusias menyisir beberapa lokasi yang dilintasi, dan tak henti-hentinya melakukan dokumentasi dengan ponsel cerdas masing-masing.

Suasana kegiatan itu semakin khas dengan hadirnya sejumlah kuliner khas dan unik, seperti sate padang, pisang hijau, apem bandung, stup makaroni serta lainnya. Selain itu juga makananan tradisional lainnya sesuai dengan tema mengangkat pangan lokal atau setempat. 

Selain itu peserta juga disajikan pameran produk UMKM binaan BUMN di Jambi,  antara lain UMKM batik binaan PTPN6, penganan produk UMKM binaan Buloh dan PNM, produk kerajinan binaan Jiwasraya serta promosi produk layanan emas batangan dari Pegadaian.

“Kegiatan jalan sehat ini merupakan bagian dari BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) 2019 ini, yang dipadukan dengan pasar murah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam hal ini diwakili oleh UMKM binaan BUMN,” kata Direktur Umum dan SDM PT Semen Baturaja Amrullah.

Menurut Amrullah, kegiatan itu mengangkat pangan dan makanan tradisional derah dalam hal ini makanan khas di Provinsi Jambi, serta beberapa bahan  makanan pokok seperti ubi, kacang tanah, serta penganan ‘berkerarifan lokal’.

Kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri, kata Amrullah tak hanya jalan sehat, namun juga berbagai kegaiatan lainnya dalam bentuk pemberian bantuan seperti bantuan sarana ibadah, bedah rumah, elektrifikasi, pembangunan MCK, bea siswa serta yang lainnya.

“Program BHUN sudah bergulir sejak Juni lalu, mulai dari safari ramadhan dan pembagian 1.000 Alquran. Ini sebuah rangkaian program kegiatan yang rutin digelar BUMN setiap tahun di setiap provinsi. Kebetulan tahun ini PT Semen Baturaja, Jiwasraya dan PTPN6 menjadi PIC dan Co-PIC di wilayah Jambi,” kata Amrullah. 

Kegiatan itu juga, kata Amrullah merupakan bentuk sinergitas dan kekompakkan BUMN di daerah untuk saling mendukung dan mensukseskan kegiatan BHUN untuk negeri.  Selain itu sebagai ajang silaturahim BUMN , dalam hal ini di Provinsi Jambi.

Sementara itu Jerry, salah seorang peserta SMN dari Nusa Tenggara Timur mengaku senang bisa ikut ambil bagian dan berbaur dalam jalan sehat di Provinsi Jambi. Ia juga mengaku senang karena bisa bertemu langsung dengan Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan berswafoto di ajang jalan sehat BUMN Hadir Untuk Negeri itu.

“Senang bisa berbaur disini, kami serasa bukan tamu atau pendatang karena penyambutan mereka luar biasa dan hangat. Serasa saya ada di kota saya di NTT,” kata Jerry yang merupakan pemandu yel SMN NTT itu. 

Sementara itu babak terakhir yang ditunggu adalah pengundian hadiah atau doorprize dengan hadiah utama sebuah sepeda motor matik yang diundi melui kupon peserta yang diberikan secara cuma-cuma kepada para peserta jalan sehat.