BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Pangdam II/Sriwijaya berkolaborasi dalam program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-80 Tahun 2025.

Peresmian dilakukan langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, di Desa Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada Senin (22/9).

Turut dihadiri oleh Direksi SMBR diantaranya Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Taufik, Direktur Keuangan dan SDM Rahmat Hidayat, lalu Irdam (Inspektur II/ Sriwijaya) M Fachmi Rizal Nasution, Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Bupati OKU TIMUR Lanosin, Perwakilan OKU Selatan, Dandim 0403 /OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, dan para pejabat lainnya.

Sebanyak 60 unit rumah di wilayah OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan berhasil direhabilitasi, dengan dua unit rumah diresmikan secara simbolis dan diserahkan langsung kepada penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, Semen Baturaja memberikan dukungan khusus berupa bantuan pembangunan 3 unit rumah di Dusun Martapura, Kapubaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.

“Secara resmi kita meresmikan penggunaan Rumah Tidak Layak Huni dengan sejumlah 60 unit di wilayah OKU Timur dan OKU Selatan. Alhamdulillah, atas bantuan dari para bupati, Semen Baturaja, dan Forkopimda, kita bisa memperbaiki rumah-rumah warga kita yang kurang layak menjadi layak untuk dihuni,” ujar Pangdam.

Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun TNI. “Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-80 yang akan jatuh pada tanggal 5 Oktober 2025,” tambahnya.

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan bahwa dukungan perusahaan dalam program rehabilitasi rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial SMBR terhadap masyarakat sekitar.

“Semen Baturaja selalu berkomitmen untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui produk, tetapi juga lewat program sosial yang berdampak langsung. Dukungan kami dalam pembangunan rumah layak huni ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup warga, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, TNI, dan pemerintah daerah,” tutur Suherman.

Sebelumnya, pada 3 September 2025, SMBR telah menyerahkan kunci rumah baru kepada salah satu penerima manfaat di Dusun Martapura, OKU Timur, yaitu Bapak Nurmufid (60). Ia mengungkapkan rasa syukur dan harunya saat menerima rumah baru.

“Saya sangat berterima kasih kepada TNI dan Semen Baturaja. Rumah lama saya kondisinya sudah rapuh dan sering bocor kalau hujan. Sekarang, Alhamdulillah, saya dan keluarga bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Melalui dukungan ini, Semen Baturaja berharap masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI)  dan KB Valbury Sekuritas resmi meluncurkan Galeri Investasi Digital BEI-SMBR di lingkungan Semen Baturaja. Kegiatan perdana Galeri Investasi Digital BEI-SMBR mengangkat tema  “Literasi Finansial – Lebih Dekat dengan Pasar Modal”. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara menuju Hari Ulang Tahun SMBR ke-51.

Acara peresmian berlangsung di Ganesha Arena, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Kamis (18/9), dan dihadiri oleh Direksi SMBR yaitu Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Taufik beserta karyawan SMBR, dan dihadiri juga oleh Kepala Wilayah Sumatera Selatan, Kantor Perwakilan BEI Sumatera Selatan Hari Mulyono, serta Branch Manager KB Valbury Sekuritas Palembang Suprianto.

Kehadiran Galeri Investasi Digital BEI – SMBR bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial, membuka akses edukasi pasar modal, sekaligus memberikan alternatif investasi produktif bagi karyawan maupun masyarakat sekitar. Inisiatif ini juga mendukung upaya BEI dan OJK dalam mencegah praktik investasi ilegal dengan menghadirkan pemahaman yang tepat tentang dunia pasar modal.

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian Galeri Investasi ini berangkat dari kebutuhan edukasi pasar modal, baik untuk karyawan maupun masyarakat sekitar.

“Galeri Investasi di Semen Baturaja diharapkan bisa menjadi sarana edukasi, sosialisasi, sekaligus wadah praktik langsung bagi masyarakat untuk lebih mengenal dunia pasar modal.  Dengan adanya galeri ini, kami ingin membuka alternatif opsi berinvestasi yang lebih produktif melalui pasar modal,” jelas Suherman.

Kepala Wilayah Sumatera Selatan, Kantor Perwakilan BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono, menyampaikan apresiasinya kepada SMBR atas inisiatif menghadirkan Galeri Investasi di Baturaja.

“Kami dari Bursa Efek Indonesia berterima kasih kepada PT Semen Baturaja Tbk yang telah menginisiasi kerja sama ini. Harapannya, Galeri Investasi bukan hanya bermanfaat di internal perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kabupaten OKU. BEI bersama OJK terus berkomitmen meningkatkan literasi finansial sekaligus mencegah maraknya investasi bodong dengan mengedukasi masyarakat tentang cara berinvestasi yang benar,” tutur Hari.

Sementara itu, Branch Manager KB Valbury Sekuritas Cabang Palembang, Suprianto, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi strategis ini.

“Kehadiran Galeri Investasi di Semen Baturaja merupakan langkah awal memperluas akses literasi pasar modal. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat investasi secara bijak dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.

Peluncuran Galeri Investasi Digital ini semakin menegaskan komitmen SMBR tidak hanya sebagai produsen semen yang menopang pembangunan, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif mendorong literasi finansial di daerah operasionalnya. (*)

PALEMBANG – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar Gathering Distributor Area Pemasaran (AP) 2 yang bertajuk “WINNING MINDSET: Malam Kemenangan dan Harmoni Distributor AP 2”. Acara yang berlangsung di Hotel Arya Duta Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (11/9), ini dihadiri para distributor dari wilayah Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi SIG, di antaranya Direktur Utama Indrieffouny Indra serta Direktur Sales & Marketing Dicky Saelan beserta Staff. Dari Semen Baturaja, hadir seluruh Direksi yaitu Direktur Utama Suherman Yahya, Direktur Operasi Taufik, dan Direktur Keuangan & SDM Rahmat Hidayat, serta turut hadir Komisaris Independen SMBR Feryzal Adham.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh distributor yang hadir. Ia menilai capaian kinerja penjualan di Area Pemasaran 2 hingga September 2025 menunjukkan peningkatan yang cukup baik berkat kerja sama yang solid antara perusahaan dan para distributor.

“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu distributor pada acara ini. Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh distributor di area Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Berkat kerja sama yang sangat baik, capaian kinerja Area 2 hingga September tahun ini menunjukkan peningkatan yang patut diapresiasi,” ungkap Indrieffouny.

Ia menambahkan, distributor merupakan mitra strategis bagi SIG maupun Semen Baturaja dalam memperluas pemasaran produk.

“Bagi kami, distributor adalah mitra yang sangat strategis. Di tengah kondisi pasar semen yang masih menghadapi tantangan oversupply, saya yakin dengan pengalaman dan kerja sama yang terjalin, kita akan mampu memenangkan persaingan,” tambahnya.

Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan, juga menyoroti kondisi industri semen nasional yang semakin kompetitif. Menurutnya, bisnis semen saat ini tidak lagi sama seperti dulu, di mana demand jauh lebih tinggi dari supply. “Kalau dulu, bisnis semen itu sangat diperebutkan karena demand masih tinggi, semua orang berebut membeli semen untuk pembangunan. Namun sejak 2014, situasi berubah. Saat ini kapasitas produksi semen nasional mencapai sekitar 120 juta ton, sementara kebutuhan hanya sekitar 60 juta ton. Artinya, separuh dari supply belum terserap pasar,” jelas Dicky.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut mengharuskan semua pihak untuk beradaptasi. “Dengan pertarungan yang semakin berat, kita tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kami sangat mengharapkan kerja sama erat dengan para distributor. Melalui dialog dan kolaborasi, kita bisa melakukan perubahan dan bersama-sama memenangkan pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, berharap melalui acara ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menjadi momentum untuk mengejar target-target yang lebih besar di masa mendatang.

“Mudah-mudahan acara ini menjadi ajang kebersamaan kita untuk mengejar target-target yang lebih besar lagi. Kami terbuka untuk masukan dan saran demi kebaikan kita bersama,” ujar Suherman.

Ia juga menekankan optimisme Semen Baturaja bersama para distributor untuk memperkuat posisi di pasar. “Semoga kita bisa menjadi tuan rumah di wilayah kita sendiri,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada distributor, SMBR memberikan penghargaan kepada para distributor terbaik yang dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan berdasarkan kinerja tahun 2024, yang terbagi dalam empat kategori, yaitu kategori Best Volume 2024 (PT OKU Maju Perkasa, PT Tunas Surya Bumindo, PT Samudra Panca Jaya Pratama), Best Performance 2024 (PT Putra Balkom Jaya, PT Jaya Abadi Kontrindo, PT Samudra Panca Jaya Pratama),), Best Business Growth 2024 (PT OKU Maju Perkasa, PT Serasan Sekundang Mandiri, PT Makhota Anugrah Satria), dan Best PILOK (Pasar, Infrastruktur, Legal, Organisasi, dan Keuangan)2024 (PT Samudra Panca Jaya Pratama, PT Sumatera Baja Indonesia Indah, PT Sumber Niaga Gemilang).

Salah satu distributor, PT Samudra Panca Jaya Pratama yang dipimpin oleh Ginanjar, berhasil meraih triple winner (Best Volume, Best Perfomance, Best PILOK)  pada acara tersebut. Ginanjar mengungkapkan rasa bangganya telah menjadi bagian dari keluarga besar Semen Baturaja selama lebih dari satu dekade.

“Saya sudah menjadi distributor semen baturaja selama 12 tahun dan saya ucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada semen baturaja, alhamdullilah kami telah diberikan apresiasi atas kinerja kami ditahun 2024, semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Melalui acara ini, SIG dan SMBR menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh distributor, membangun optimisme, dan menjaga daya saing di tengah tantangan industri semen nasional.

Overview kinerja semester I – 2025, SMBR berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun, naik 30,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi laba bersih, SMBR berhasil menorehkan pertumbuhan signifikan hampir 10 kali lipat (989,19% YoY), dari Rp7,31 miliar pada Semester I 2024 menjadi Rp79,62 miliar pada Semester I 2025. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang bergengsi TOP Governance, Risk, and Compliance (GRC) Awards 2025. Tahun ini, Semen Baturaja berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu The Most Committed GRC Leader 2025 yang dianugerahkan kepada Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, serta TOP GRC Awards 2025 #4Stars untuk kategori perusahaan. Capaian ini sekaligus melanjutkan prestasi tahun 2024, ketika SMBR juga meraih penghargaan pada ajang yang sama.

Ajang penghargaan yang diikuti sebanyak 134 perusahaan ini mengusung tema “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC” ini diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan asosiasi GRC Indonesia, seperti IRMAPA, ICoPI, PaGI, serta didukung akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.

Penghargaan diterima oleh Rena Nur Kumalasari, Manager of General Affair SMBR Perwakilan Jakarta, mewakili manajemen dalam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/9).

Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip GRC, ESG, dan SDGs sebagai bagian integral dari strategi bisnis untuk mencapai keberlanjutan usaha.

“Pengakuan ini menjadi bukti komitmen kami dalam menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan kepatuhan secara terintegrasi. Perusahaan telah memiliki strategi keberlanjutan untuk memberikan manfaat positif bagi Negeri, terutama pada bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial. Strategi tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainability Development Goals (SDGs). Prestasi ini juga melanjutkan capaian tahun sebelumnya, di mana Semen Baturaja berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suherman menambahkan bahwa SMBR menempatkan continuous improvement GRC sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan kinerja. “Hasilnya tercermin dalam capaian bisnis dan keuangan perusahaan, yang menunjukkan bahwa praktik GRC yang terintegrasi mampu mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tambahnya.

Keunggulan ini tidak lepas dari implementasi Tata Kelola Terintegrasi GRC melalui empat pilar utama, yaitu Good Corporate Governance, Risk Management, Compliance, dan Internal Control. Berlandaskan prinsip tersebut, SMBR terus berupaya menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2025, M. Lutfi Handayani, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan kegiatan penilaian, pemberian apresiasi, sekaligus edukasi GRC terbesar di Indonesia.

“Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang berkinerja baik dan telah menerapkan GRC secara efektif serta berkualitas. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi GRC terintegrasi,” ungkapnya.

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar rapat persiapan pemanfaatan sampah menjadi energi melalui pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF). Pertemuan ini berlangsung di Ganesha Arena, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Kamis (4/9), dengan melibatkan 12 perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.

Hadir dalam rapat ini Direktur Operasi SMBR, Taufik, beserta staf. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dihadiri oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Edward Nixon Pakpahan secara daring beserta staff yakni Dede Romdani, Ivana Liony, dan Fakhri Ibrahim hadir langsung di lokasi.

Rapat ini juga diikuti perwakilan dari 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, yaitu Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pertemuan ini digelar untuk mencari solusi atas permasalahan pengelolaan sampah di Sumatera Selatan. RDF dipandang sebagai salah satu terobosan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi, yang ke depannya akan dikelola di Pabrik Semen Baturaja.

Dalam sambutannya, Direktur Operasi SMBR Taufik menegaskan bahwa salah satu biaya terbesar dalam industri semen adalah biaya bahan bakar yang mencapai sekitar 30–40% dari harga pokok produksi.

“Harga batubara yang semakin tinggi dan ketersediaannya yang makin terbatas membuat industri semen, termasuk Semen Baturaja, harus mencari dan memperluas penggunaan bahan bakar alternatif,” ujarnya.

Solusi dari ketergantungan pada batubara adalah pemanfaatan Alternative Fuel and Raw Material (AFR). Di Pabrik Semen Baturaja Plant II (PBR II) telah tersedia fasilitas Alternative Fuel berkapasitas 5 TPH yang saat ini dimanfaatkan untuk mengolah limbah industri.

“Kami sudah menggunakan peralatan Alternative Fuel ini dengan bahan dari limbah industri yang menghasilkan limbah B3, seperti Spent bleaching earth  dan sludge oil. Tahun ini, kami juga mulai memanfaatkan biomassa seperti serbuk gergaji (saw dust) dan wood chip,” jelas Taufik.

Sepanjang semester I-2025, SMBR berhasil menggunakan 77,3 ribu ton bahan bakar alternatif, meningkat sekitar 33,5% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu dari sisi pemerintah, Edward Nixon Pakpahan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH yang diwakili oleh Dede Romdani selaku Analisis Lingkungan Hidup menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah mengidentifikasi 12 kota/kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi besar untuk pengelolaan sampah menjadi RDF.

“Pemerintah pusat mendorong agar pabrik semen, termasuk Semen Baturaja, dapat memanfaatkan RDF dari sampah yang dihasilkan di daerah-daerah ini. Potensi terdekat dengan Semen Baturaja berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur, dengan kapasitas RDF sekitar 48 ton per hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dede menambahkan bahwa program ini masih berada pada tahap rencana. “Harapannya setiap kota/kabupaten dapat mengimplementasikan pengelolaan RDF ini ke depannya, karena saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu kesiapan masing-masing daerah,” ungkapnya.

Program pemanfaatan RDF ini diyakini mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung agenda transisi energi. Selain mengurangi ketergantungan pada batubara, inisiatif ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan dan pengolahan sampah.

Direktur Operasi SMBR Taufik menambahkan keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh sinergi yang kuat di antara seluruh pihak.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif demi kelancaran dan keberhasilan implementasi RDF di Pabrik Semen Baturaja,” tutup Taufik.

Rapat ini menandai langkah awal kolaborasi strategis antara SMBR, KLH, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, serta mendukung terciptanya ekonomi sirkular di Sumatera Selatan. (*)