BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Sosial Provinsi Sumsel salurkan bantuan sembako sebanyak 500 paket guna mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrim di Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun Kabupaten yang menjadi sasaran penyaluran program ini diantaranya OKU 345 Paket, OKU Timur 45 paket dan OKU Selatan sebanyak 110 paket, per paket terdiri dari beras 10 kg dan 1 dus mie instant.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Senior Manager of Secretarial & Stakeholder Management SMBR Pramaja Gusnady kepada Penjabat (Pj) Bupati OKU M. Iqbal Alisyahbana yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal dan Asisten III Sekretariat Daerah (Sekda) Romson Fitri pada Kamis (26/9) yang bertempat di Rumah Dinas Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan. Bantuan yang telah diserahkan selanjutnya akan langsung di salurkan kepada penerima manfaat yang diwakilkan oleh Camat di masing – masing daerah setempat melalui Dinas Sosial.

Pramaja Gusnandy menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita bersinergi dengan OPD Kabupaten OKU dan pemangku kepentingan terkait, agar proses penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat guna,” ujar jelasnya.

Sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi, kemiskinan di Sumsel terus menurun meskipun angkanya masih di atas rata-rata nasional. Menurutnya Sumsel justru berhasil menurunkan tingkat kemiskinan Ekstrem secara signifikan dibawah nasional.

“Dalam jangka panjang Pemprov Sumsel juga sudah menyiapkan langkah-langkah menurunkan angka kemiskinan di Sumsel. Penurunan angka kemiskinan ekstrem disebabkan oleh faktor keberhasilan program pemerintah seperti pemberian bantuan sosial, hingga pengendalian inflasi,”jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati OKU M. Iqbal Alisyahbana mengucapkan terima kasih kepada Semen Baturaja yang ikut andil dalam program ini. “Terima kasih atas bantuan dan dukungannya, semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi warga dan lingkungan sekitar,” harap Iqbal. (*)

JAKARTA – Berkat komitmennya dalam menerapkan Good Mining Practice (GMP), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, yang ditandatangani langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

SMBR meraih dua Penghargaan Prestasi Pratama atas keberhasilannya dalam Aspek Pengelolaan Keselamatan serta Aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara. Penghargaan ini diberikan dalam ajang GMP Award 2024, yang digelar pada Rabu (25/9) di Jakarta dan diterima oleh Vice President of Mining & Waste Management SMBR Muhammad Beni.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil menerapkan praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab. Pengelolaan keselamatan pertambangan menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan GMP, yang menekankan keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelestarian lingkungan.

SMBR dinilai telah melakukan pengelolaan tambang dengan sangat baik, baik dari sisi operasional maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan. Penghargaan ini juga menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kerja di setiap lini operasi.

Direktur Operasi SMBR Muhammad Syafitri, menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima, yang semakin memotivasi SMBR untuk terus menerapkan kaidah Good Mining Practice sebagai bentuk penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari upaya SMBR dalam mengelola keselamatan kerja dan lingkungan di area tambang.

“Keselamatan kerja adalah prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional kami. Kami selalu memastikan bahwa setiap karyawan mendapatkan pelatihan keselamatan yang memadai dan dilengkapi dengan teknologi pengamanan yang terbaik. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Pada aspek keselamatan di area pertambangan, SMBR mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di setiap lini usaha dengan menerapkan standar keselamatan yang ketat untuk mencapai target Zero Fatality, Nihil Penyakit Akibat Kerja (PAK), serta Nihil Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK).

Adapun pada aspek pengelolaan lingkungan, hingga saat ini SMBR telah berhasil melakukan reklamasi dan revegetasi seluas 34,34 hektar di area bekas tambang, sedikitnya terdapat 30 jenis tanaman yang ditanam.

Vice President of Mining & Waste Management SMBR sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT  Muhammad Beni, menegaskan bahwa SMBR selalu melakukan mitigasi risiko kecelakaan kerja dan inspeksi tambang secara rutin untuk memastikan keselamatan karyawan serta meminimalisir potensi bahaya di lingkungan kerja.

Beni juga menambahkan revegetasi lahan pascatambang merupakan upaya SMBR dalam memulihkan fungsi lahan dan meningkatkan kemanfaatannya secara berkelanjutan.

“SMBR berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan operasional pertambangan yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip teknik pertambangan yang baik secara konsisten, di mana keselamatan dan kesehatan pekerja serta pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama, guna menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan,” tegas Beni. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja di area pertambangan. Pada Jumat (20/9), SMBR mengadakan inspeksi bersama manajemen di area tambang sebagai bagian dari implementasi Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Nomor: 12.E/MB.07/DBT.KP/2024 yang diterbitkan pada 9 September 2024.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, Direktur Operasi, Muhammad Syafitri, serta Kepala Teknik Tambang (KTT) sekaligus Vice President Of Mining & Waste Management, Muhammad Beni. Hadir pula para Penanggung Jawab Operasional (PJO) tambang yang terlibat langsung dalam kegiatan pertambangan.

Sebelumnya, pada Kamis (19/9), SMBR juga mengadakan inspeksi dan apel pagi yang dipimpin oleh Muhammad Beni. Kegiatan ini menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM Nomor: 10.E/MB.07/DBT.KP/2024 tentang “Pembelajaran Kasus Keselamatan Pertambangan Bulan Juli 2024 dan Perintah Apel Pagi serta Inspeksi Bersama.” Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pekerja tambang dan bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah kecelakaan di area tambang.

Inspeksi ini bertujuan memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan tambang serta mengapresiasi kinerja tim Department of Mining & Waste Management yang telah menjaga pasokan bahan baku produksi semen secara optimal. SMBR juga menegaskan pencapaiannya dalam mempertahankan standar keselamatan kerja yang tinggi dengan Zero Fatality, yaitu tanpa adanya kecelakaan fatal dalam operasional tambang.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menyampaikan pentingnya terus menerapkan budaya keselamatan di setiap lini kerja. “Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk selalu memitigasi risiko dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja,” ujar Suherman.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Operasi SMBR, Muhammad Syafitri, ia menambahkan bahwa mitigasi risiko adalah elemen kunci dalam mencegah kecelakaan kerja. “Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan dalam proses keselamatan kerja. Keselamatan karyawan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) Muhammad Beni menyampaikan, “Kegiatan inspeksi seperti ini menjadi pengingat bagi seluruh karyawan untuk selalu waspada dan mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Keberhasilan mempertahankan Zero Fatality adalah hasil kerja keras seluruh tim, dan kami harus terus mempertahankannya dengan kedisiplinan yang tinggi.”

Inspeksi ini diharapkan dapat mempertahankan Zero Fatality dan meningkatkan keselamatan secara berkelanjutan. Pekerja, pengawas, dan Penanggung Jawab Operasional (PJO) diharapkan lebih patuh terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan, dengan fokus pada sosialisasi dan implementasi aturan yang lebih ketat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat budaya keselamatan di semua tingkatan operasional, mendorong setiap pihak untuk aktif meminimalkan risiko kecelakaan. (*)

LAMPUNG – Jajaran Direksi PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj.) Gubernur Lampung Samsudin di ruang kerjanya pada Kamis, 12 September 2024.

Dalam pertemuan tersebut Pj. Gubernur Samsudin mengajak PT Semen Baturaja Tbk untuk berperan aktif dalam pembangunan di Provinsi Lampung, terutama dalam mewujudkan program-program kesejahteraan masyarakat.

Samsudin mengutarakan pentingnya kontribusi dari perusahaan khususnya PT Semen Baturaja Tbk., dalam geliat pembangunan perekonomian daerah.

“Pembangunan tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi bagaimana kita dapat menciptakan dampak sosial yang berarti. Saya berharap PT Semen Baturaja dapat terus berkontribusi dalam program pembangunan di Lampung,” ujar Samsudin

Pj. Gubernur juga menekankan beberapa mandat dari Presiden Joko Widodo yang menjadi fokus kerjanya, seperti pengentasan stunting, pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrem, serta ketahanan pangan. Dia berharap PT Semen Baturaja bisa berperan sebagai mitra pemerintah dalam menangani isu-isu tersebut.

Samsudin menambahkan, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dan membutuhkan dukungan dari sektor swasta. “Keberadaan para mitra ini sangat penting agar kita bisa bahu membahu membangun Lampung. Saya ingin adanya lompatan besar di Lampung ini, dan Lampung menjadi provinsi terbaik di Sumatera,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Suherman Yahya, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah. “Kami memiliki visi yang sama dengan pemerintah untuk bisa berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Suherman.

Suherman juga menyampaikan Provinsi Lampung merupakan wilayah strategis yang penting bagi market SMBR. Mengingat sejarah pendirian perusahaan, wilayah kerja SMBR meliputi tiga lokasi yakni Baturaja, Palembang, dan Lampung.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran direksi PT Semen Baturaja Tbk dan para pejabat pimpinan tinggi pratama dari Pemerintah Provinsi Lampung, yang siap bekerja sama untuk mendorong pembangunan di wilayah tersebut. (*)