Jakarta, Bertempat di gedung Bursa Efek Indonesia, telah diselenggarakan acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh BEI, KPEI dan KSEI.

Kegiatan ini dapat membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan perusahaan tercatat, termasuk untuk mendapat informasi terkini mengenai kinerja perusahaan tercatat.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Public Expose Marathon” terdapat 68 (enam puluh delapan) perusahaan yang tercatat di BEI akan menyampaikan update kinerja dan rencana terbaru mereka pada pelaksanaan di 10 (sepuluh) kota besar di Indonesia.

PT . Semen Baturaja (Persero) Tbk kembali menjadi salah satu partisipan dalam penyelenggaran Public Expose ini.

Berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia nomor I-E, disebutkan bahwa setiap Perusahaan Tercatat wajib melakukan public expose tahunan sekurang- kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.

Dalam acara ini PT Semen Baturaja (persero) Tbk melakukan presentasi perkembangan perusahaan beserta tanya jawab kepada peserta yang hadir dan diakhir dengan kegiatan konferensi pers yang dihadiri oleh Direktur Utama, Bapak Rahmad Pribadi, Direktur Keuangan, Bapak Dede Parasade dan Direktur Produksi, Bapak Daconi.

Adapun materi yang dipresentasikan adalah perkembangan kondisi terkini perusahaan (antara lain kinerja keuangan dan operasional). Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyiapkan inisiatif dalam rangka tantangan penjualan di masa depan yang dinamakan “inisiatif Tiga Gajah,” yang terdiri dari Cost Leadership, Market Expansion dan Business Process Streaming.

Pada inisitatif Cost Leadership, perseroan menargetkan nilai efisiensi hingga akhir tahun mencapai Rp70-100 miliar melalu berbagai langkah-langkah, seperti mengurangi faktor clinker, penghematan energi melalui penggunaan batubara dengan kalori rendah, kontrak pengadaan batubara jangka panjang hingga tahun 2020 dan penggunaan tarif listrik yang lebih murah.

Efisiensi juga dilakukan pada biaya distribusi dan logistik, dimana perseroan melakukan kerja sama dengan PT KALOG untuk rute stasiun Tiga Gajah Baturaha menuju Tegineneng di Lampung.

Pada inisitatif market expansion, perseroan menargetkan pembukaan pasar baru, seperti di Jambi dan Bengkulu.

Hingga Juni 2017 penjualan di Jambi dan Bengkulu tumbuh 54% dan 29%. Inisiatif Business Process Streamlining bertujuan untuk percepatan dalam pengambilan keputusan.

Pada akhir tahun 2017 nanti, perseroan menargetkan volume penjualan semen mencapai 2,011 juta ton dan pendapatan Rp1,83 triliun atau masingmasing tumbuh 23% dan 20% serta EBITDA Rp580 miliar tumbuh 38% YoY . (Humas & Sekper SMBR)