Strategi Tersebut Disampaikan Pada Public Expose Live 2020 yang Diselenggarakan oleh IDX Bekerjasama dengan OJK, KPEI & KSEI

Manajemen Terus Mendorong Penjualan Mortar dan Mengembangkan Fasilitas Produksi White Clay

JAKARTA – Semen Baturaja menjadi Emiten pertama pada Public Expose Live Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) pada Senin (24/08) yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Presentasi mengenai capaian perusahaan sepanjang Semester I/2020 dan rencana di Semester II/2020 disampaikan langsung oleh Direktur Utama, Jobi Triananda Hasjim didampingi Direktur Keuangan, M. Jamil dan Vice President Corporate Secretary, Basthony Santri.

Ditengah penurunan demand semen nasional sepanjang Semester I/2020, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di industri semen telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target di Semester II/2020.

Melihat capaian SMBR di Semester I/2020 tidak begitu menggembirakan, Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan bahwa Perseroan akan fokus meningkatkan kinerja penjualan agar dapat mencapai target di Semester II/2020.

Salah satu langkah strategis yang telah dipersiapkan SMBR adalah dengan meningkatkan penjualan varian produk terbarunya seperti Mortar dan White Clay.

“Semester II/2020 ini Mortar dengan brand Baturaja Mortar diluncurkan dan akan dijual secara masal setelah beberapa bulan sebelumnya telah dilakukan market trial di wilayah Bandar Lampung” ujar Jobi.

Baturaja Mortar hadir dengan 5 (lima) varian yaitu Mortar Acian, Pasangan Bata Ringan, Perekat Keramik, Pasangan Bata & Plesteran dan Acian Putih. SMBR telah menyiapkan dua unit produksi dengan kapasitas 1,5 dan 6 ton per hari (tpd) yang berlokasi di Pabrik Panjang, Lampung untuk mensuplai Mortar.

Selain itu guna mendukung penjualan produk White Clay yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja SMBR, Perseroan juga telah mengembangkan fasilitas produksi White Clay agar dapat memenuhi target 50.000 ton sesuai dengan kontrak penjualan White Clay yang ditandatangani oleh SMBR dengan Pusri yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia.

Sepanjang Semester I/2020 realisasi penjualan White Clay mencapai 15.828 ton atau lebih tinggi 7% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.

“Perseroan optimis target penjualan White Clay di 2020 akan tercapai seiring dengan kesiapan fasilitas produksi” tambah Jobi.

SMBR melalui anak usaha Baturaja Multi Usaha (BMU) juga telah merambah bisnis Bata Ringan sambil mempersiapkan produk turunan lainnya seperti Fibre Cement Board (FCB) dan Beton Porous yang saat ini masih dalam tahap pengujian.

Selain mengembangkan berbagai varian produknya, SMBR juga tetap fokus meningkatkan penjualan semen terutama di pasar basis yaitu Sumbagsel. SMBR pun telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mengejar target di Semester II/2020 seperti melakukan ekspansi pasar di luar Sumbagsel. Pengiriman perdana semen ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebanyak 2.250 ton hingga Juli 2020 menjadi entry point Perseroan untuk memasuki pasar Kalimantan. Bahkan SMBR pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk segera memasuki pasar di Provinsi Riau.

Manajemen SMBR pun telah mengambil langkah efisiensi bahan baku dan energi, memperkuat arus kas dengan melakukan repackaging kredit investasi dan menunda sejumlah anggaran belanja modal agar kinerja Perseroan di 2020 dapat ditingkatkan.

Sepanjang Semester I/2020, SMBR telah mencatatkan volume penjualan semen sebesar 746.612 ton atau mencapai 84% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pencapaian volume penjualan ini sudah cukup baik apabila melihat dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya demand semen secara signifikan di hampir seluruh wilayah Perseroan.

Manajemen pun semakin optimis kinerja SMBR di Semester II/2020 dapat ditingkatkan seiring dengan diluncurkannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh Pemerintah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di sektor properti yang menjadi penyerap utama industri semen.{}

JAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp. 1,7 Triliun dengan lima perbankan pada hari Kamis (13/08) di Hotel Sari Pacific Jakarta.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim yang didampingi oleh Direktur Keuangan SMBR, M. Jamil bersama dengan pimpinan dari 5 (lima) perbankan yang terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi.

Adapun perbankan yang menjadi Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB) pada pemberian fasilitas kredit sindikasi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga bertindak sebagai Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan.

Selain itu, perbankan lainnya yang juga terlibat dalam pemberian fasilitas kredit sindikasi ini antara lain, BPD Jawa Barat dan Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel), BPD Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan BPD Bengkulu (Bank Bengkulu).

Jangka waktu untuk pembayaran kembali kredit sindikasi tersebut adalah selama 11 (sebelas) tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit, dengan pembayaran dilakukan secara triwulan dan akan dimulai pada bulan November 2020.

Dana yang diperoleh dari kredit sindikasi ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan kembali (repackaging) fasilitas kredit yang digunakan SMBR dalam membiayai pelaksanaan pembangunan proyek Pabrik Semen Baturaja II dengan kapasitas produksi semen sebesar 1.850.000 ton/tahun yang telah beroperasi sejak 2017 lalu.{}

Sekilas Tentang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri semen dengan pusat operasional di Sumatera Selatan (Palembang, Baturaja) dan Lampung (Panjang). Komposisi kepemilikan saham SMBR hingga akhir Juni 2020 adalah 75,51% milik Pemerintah Republik Indonesia dan 24,49% milik Masyarakat.

Produk yang dihasilkan oleh pabrik milik SMBR dengan kapasitas produksi semen sebesar 3.850.000 ton/tahun, antara lain: Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, II dan V, Portland Composite Cement (PCC) dan Mortar.

Ditengah pandemi Covid-19, SMBR di tahun 2020 tetap fokus untuk meningkatkan penjualan produk semennya di wilayah Sumbagsel yang menjadi pasar basis dan gencar melakukan ekspansi ke wilayah pasar lainnya seperti di Pontianak, Kalimantan dan Riau. {}

Manajemen Laporkan Kinerja Penjualan Relatif Stabil Ditengah Penurunan Demand Semen Nasional Sepanjang 2019

Jakarta – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) salah satu perusahaan BUMN di Sumatera Selatan yang bergerak di industri semen baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Hotel Sari Pacific Jakarta, 05 Agustus 2020 yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen Perseroan, Darusman Mawardi.

Pada RUPST tersebut, telah disepakati penggunaan laba bersih SMBR tahun buku 2019 sebesar Rp.30,072 Milyar, ditetapkan dividen payout ratio sebesar 20,48 persen dengan total nilai dividen tunai sebesar Rp.6,158 Milyar. Sisa sebesar Rp.23,913 Milyar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan susunan pengurus perseroan dilandasi oleh kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya. Perseroan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi pengurus perseroan yang diganti dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional SMBR.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan adalah sebagai berikut :

  1. Dede Parasade yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran digantikan oleh Mukhamad Saifudin
  2. Harjanto yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama digantikan oleh Franky Sibarani
  3. Dewi Yustisiana yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris independen digantikan oleh Endang Tirtana
  4. Pemberhentian Kiki Rizki Yoctavian sebagai Komisaris karena berakhirnya periode/masa jabatan

Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2019 :

Komisaris Utama                                            : Franky Sibarani

Komisaris                                                          : Oke Nurwan

Komisaris Independen                                   : Darusman Mawardi

Komisaris Independen                                   : Endang Tirtana

Direktur Utama                                               : Jobi Triananda Hasjim

Direktur Produksi & Pengembangan           : Daconi

Direktur Keuangan                                         : M. Jamil

Direktur Umum & SDM                                  : Amrullah

Direktur Pemasaran                                       : Mukhamad Saifudin

Selain menyetujui besaran pembagian dividen dan perubahan susunan pengurus perseroan, RUPST juga menyetujui laporan mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama tahun buku 2019. Pada laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan melaporkan kinerja penjualan relatif stabil ditengah penurunan permintaan semen nasional sepanjang tahun 2019. Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan sebesar 2.119.772 ton hampir sama seperti tahun 2018 di tengah kondisi industri semen yang masih oversupply dan melambatnya pertumbuhan permintaan semen di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Kinerja penjualan SMBR tersebut masih lebih baik daripada total konsumsi (demand) semen di Sumbagsel yang berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) turun hingga 9,3% disepanjang 2019 yang menjadi pasar utama SMBR” tambah Jobi.

Didukung dengan strategi pemasaran yang efektif, SMBR sepanjang 2019 juga mampu meningkatkan market share di wilayah Sumbagsel sebesar 2% menjadi 35% dari tahun sebelumnya. Dengan kontribusi market share terbesar di Sumsel mencapai 63% dan Lampung 21%, disusul Jambi 15%, Bengkulu 10% dan Bangka Belitung 4%.

SMBR juga berhasil mencatatkan pendapatan sepanjang tahun 2019 sebesar Rp. 2,0 Triliyun atau tumbuh 1% dibandingkan dengan pendapatan di tahun 2018 sebesar Rp. 1,996 Triliyun.

Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan, SMBR selama tahun 2019 berhasil menurunkan COGS sebesar 12% sehingga laba kotor SMBR pun naik 24% menjadi Rp.875 Milyar dari Rp.707 Milyar di tahun 2019. SMBR juga berhasil mempertahankan laba usaha sebesar Rp. 234 Milyar di tahun 2019.

Namun laba bersih SMBR di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi Rp. 30 Milyar karena peningkatan beban keuangan karena adanya beban biaya bunga atas kredit investasi Pabrik Baturaja II sebesar Rp.100 Milyar dan bunga pinjaman MTN sebesar Rp.25 Milyar. Current ratio dan Debt to Equity Ratio (DER) SMBR pun masih berada di level yang aman yaitu 229% dan 60%.

RUPST ini juga menyetujui beberapa usulan lainnya pada agenda rapat meliputi: Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2019 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2019. Serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Pengesahan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2019, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2019;

Penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2019 dan penghasilan direksi serta dewan komisaris untuk tahun buku 2020;

Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.{}

Bantu Permodalan, Promosi Hingga Libatkan Mitra Binaan Dalam Supplai Bantuan Masker

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) Baturaja menggerakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ditengah masa pandemi Covid-19 untuk dapat membantu membangkitkan aktivitas pengusaha kecil menengah.

UMKM memiliki peran penting dalam perputaran perekonomian di Indonesia. Di masa pandemi seperti ini, banyak pelaku usaha terkena dampak yang signifikan sehingga menurunkan pendapatan mereka.

“Semen Baturaja berusaha menggairahkan aktivitas UMKM dan memupuk kembali semangat mereka untuk menggeliatkan perekonomian” ujar Vice President Corporate Secretary SMBR, Basthony Santri.

Sejak tahun 1991, SMBR telah berkomitmen untuk menyalurkan dana kemitraan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh para pelaku usaha. Hingga saat ini, telah terdaftar lebih dari 2000 UMKM yang telah menjadi mitra binaan Perseroan.

Tak hanya membantu dalam permodalan usaha saja, Semen Baturaja juga secara rutin mengadakan berbagai program pelatihan manajemen, keterampilan, dan promosi serta aktif mensosialisasikan agar UMKM lebih mampu menyesuaikan diri dan responsif dalam melihat peluang bisnis selama pandemi Covid-19.

“Melalui RKB Baturaja kita bantu para pelaku usaha belajar membuat masker, karena produk inilah yang dibutuhkan masyarakat saat ini” Katanya

SMBR pun turut melibatkan UMKM yang menjadi mitra binaannya untuk memproduksi masker kain (non medis) yang merupakan salah satu bantuan dari Perseroan kepada sejumlah Satgas di masing-masing daerah seperti Kota Palembang, Kota Baturaja, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya yang diberikan kepada para UMKM adalah dengan menggelar berbagai pelatihan melalui video conference sesuai protokol kesehatan Covid-19. Materi pelatihan yang diberikan pun sangat sesuai dengan situasi saat ini, seperti Branding Selama Masa Pandemik, Strategi Konten Marketing dan Copy Writing dan Pencatatan Keuangan Digital.

SMBR melalui RKB Baturaja juga bekerjasama dengan Tim Gapura Digital Google Indonesia membuka kelas Focus Group Discussion (FGD) bagi UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja. Agar para pelaku UMKM secara aktif dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di tengah Pandemi Covid-19 serta memberikan pendapat dan saran atas kendala yang dihadapi pelaku UMKM lainnya dengan dibantu fasilitator yang akan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi

Di tahun 2020 ini pun, SMBR melalui RKB Baturaja menggandeng OKU GO Indonesia sebagai salah satu mitra dalam pemasaran produk UMKM binaannya.

OKU GO Indonesia merupakan aplikasi karya putra-putri asli Sumatera Selatan yang memiliki fitur jasa ojek online, pemasanan makanan dan minuman yang siap diantarkan ke tujuan. Ditengah Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga Physical Distancing, produk UMKM yang menjadi mitra binaan RKB Baturaja semakin mudah dipasarkan dan mampu menjangkau wilayah yang lebih luas.

Berbagai upaya untuk mendorong para pelaku UMKM agar terus produktif telah dilakukan SMBR secara komprehensif baik dari sisi permodalan, produksi bahkan pemasaran produknya guna menyukseskan program

“Dengan harapan seluruh kegiatan UMKM dapat berjalan dan perekonomian Indonesia pulih kembali’’ Pungkasnya.{}

Semen Baturaja berhasil mempertahankan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI untuk produk-produk antara lain Ordinary Portland Cement (OPC) Type I, Type II, Type V dan Portland Cement Composite (PCC).

Pemberian Sertifikat Produk dilaksanakan pada Kegiatan Audit Survailen pada tanggal 17-24 Februari 2020 di tiga Site oleh Lembaga Sertifikasi Produk Baristand Industri Palembang (LSPro BIPA) yang merupakan lembaga sertifikasi produk yang independen dan kompeten yang beroperasi secara profesional di bawah pengawasan berbagai pihak di antaranya Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, Komite Akreditasi Nasional, Asosiasi Industri, Perguruan Tinggi dan Pemerintah.

Hal ini sebagai perwujudan dari Misi SMBR untuk menyediakan produk yang berkualitas, ramah lingkungan dan pasokan yang berkesinambungan sehingga membuktikan bahwa SMBR selalu berkomitmen untuk selalu memberikan produk-produk terbaik untuk konsumennya.

Ayo selalu gunakan Semen Baturaja, semen kebanggaan wong kito yang telah terbukti berkualitas dan terjamin mutunya!

PALEMBANG – Bersiap memasuki Fase The New Normal, Semen Baturaja mengadakan Rapid Test Covid-19 untuk seluruh karyawan/ti. Rapid Test untuk Site Palembang, Kantor Perwakilan Jakarta, dan Jambi diadakan pada 9-10 Juni 2020 lalu, Kemudian dilanjutkan Site Baturaja pada 16-17 Juni 2020 dan Site Lampung pada 19 Juni 2020.

Pada pelaksanaan Rapid Test ini, Semen Baturaja bekerja sama dengan RS Pertamina Medika atau Rumah Sakit BUMN di masing-masing daerah.

Pelaksanaan Rapid Test bertujuan untuk mengantisipasi risiko dan potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan SMBR, mengingat dalam waktu dekat, Pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN telah menghimbau agar setiap Perusahaan BUMN menyiapkan sejumlah skenario memasuki Fase The New Normal agar operasional perusahaan dapat berjalan kembali seperti biasanya.

Oleh karena itu, Semen Baturaja telah memperketat Protokol Kesehatan pada setiap aktivitas perusahaan guna memberikan perlindungan bagi karyawan/ti, pelanggan, pemasok, mitra bisnis & stakeholder dalam memasuki Fase The New Normal ini.

Optimis rebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) baru saja melakukan pengiriman perdana produk semennya ke Pontianak. Produk semen SMBR diangkut dari Pelabuhan Boom Baru, Palembang menuju Pontianak pada Rabu, 10 Juni 2020.

Direktur Pemasaran SMBR, Dede Parasade, mengemukakan pengiriman produk semennya ke Pontianak kali ini merupakan tindak lanjut dari market trial yang telah dilakukan Perseroan sejak 2019 lalu. Pada pengiriman perdana ini telah diangkut sebanyak 750 ton semen.

Dede menjelaskan bahwa di bulan Juni ini akan dilakukan 2 kali pengiriman dengan kapasitas total sebanyak 2.750 ton.

“Apabila pengiriman perdana ini berhasil dengan baik, SMBR telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan distributor lokal” katanya.

Pengiriman perdana produk semen SMBR ini bekerjasama dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo II (Persero) yang berperan sebagai perusahaan bongkar muat yang ditunjuk SMBR untuk jasa handling.

Dede mengemukakan bahwa SMBR melakukan ekspansi ke pasar semen di Pontianak sebagai salah satu langkah strategis Perseroan untuk meningkatkan utilisasi pabrik yang ada. Selain itu, kata Dede, Perseroan menilai pasar semen di Kalimantan khususnya di Pontianak masih sangat prospektif untuk dikembangkan walaupun industri semen nasional oversupply.

“Kami optimis mampu merebut 5% pangsa pasar semen di Pontianak sepanjang 2020” ujarnya.

Dede menjelaskan bahwa selain fokus pada penjualan semen di pasar Sumbagsel, SMBR kedepannya akan terus gencar menggarap wilayah pasar baru walaupun kondisi industri semen nasional saat ini masih oversupply dan pertumbuhannya cenderung negatif karena terdampak pandemi Covid-19.

“Dengan masuknya produk semen SMBR di Pontianak, kami ingin membuktikan bahwa SMBR juga mampu merambah pasar baru di luar Sumatera” tambahnya.

Selain Pontianak, SMBR pun sudah menyiapkan sejumlah wilayah pasar baru di luar Sumatera yang siap digarap untuk pemasaran produk semennya guna mencapai target Perseroan di 2020.

“Bahkan saat ini, kami sudah mulai melirik peluang di pasar ekspor semen dan klinker” tutup Dede.{}

BATURAJA – Dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 , Semen Baturaja melalui Program CSR (Corporate Social Responbility) melakukan penyemprotan disinfektan untuk Kelurahan dan Desa yang berada di area ring 1 Pabrik Baturaja.

Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian Semen Baturaja dalam mendukung upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran wabah Covid-19 khususnya di Kabupaten OKU.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di 8 titik yang terdiri dari 2 Desa dan 6 Kelurahan yaitu Desa Laya, Desa Pusar, Kelurahan Sukajadi, Batu Kuning, Saung Naga, Tanjung Agung, Air Gading dan Talang Jawa.

Penyemprotan disinfektan ini telah dilakukan sejak 28 Mei hingga 3 Juni 2020. Penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai fasilitas umum seperti Kantor Lurah, Polsek, Camat, Tempat Ibadah dan Sekolah.

PALEMBANG – Semen Baturaja menggelar Halal Bi Halal dan Town Hall Meeting di tengah pandemi Covid – 19. Acara Perusahaan yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya digelar berbeda dari tahun – tahun sebelumnya karena diselenggarakan secara Virtual atau Video Conference pada hari Selasa kemarin (04/06) yang dihadiri oleh Jajaran Direksi dan Karyawan/ti SMBR.

Tema Acara pada tahun ini adalah “Tetap Jalin Silaturahmi di tengah Pandemi”. Tema ini diambil sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, dimana kita tetap bisa bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat menggunakan sarana komunikasi yang saat ini sudah banyak tersedia seperti chat maupun video call.

Acara dibuka dengan sambutan dari seluruh Direksi dan dilanjutkan Testimoni dari perwakilan Karyawan/ti yang berbagi pengalamannya merayakan Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19.

Acara ini juga diisi dengan Town Hall Meeting mengenai persiapan menghadapi penerapan The New Normal. Dalam menghadapi The New Normal, Semen Baturaja telah mempersiapkan sejumlah Protokol kesehatan sesuai standar Covid-19 dengan membentuk Tim Task Force SMBR. Selain itu, Semen Baturaja juga telah mempersiapkan Covid Ranger SMBR yang akan menjadi agent untuk mensosialisasikan Protokol Kesehatan di lingkungan keluarga besar Semen Baturaja. Dr. Tuhfa Mahdiah dari Siloam In House Clinic juga berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang Covid-19 dan Penerapan The New Normal dari perspektif seorang tenaga medis.

Walaupun acara ini dilakukan secara virtual, namun tujuan dari Acara Halal Bi Halal dan Townhall Meeting ini tetap tersampaikan untuk menjadi ajang silaturahmi dengan saling memaafkan dan memupuk tali persaudaraan.

PALEMBANG – Semen Baturaja (SMBR) kembali menyalurkan sejumlah bantuan alat kesehatan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang, pada Rabu (13/05) sebagai salah satu bentuk kesiagaan perusahaan atas dikeluarkannya Surat Keputusan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Kementerian Kesehatan RI.

Disusul oleh adanya laporan peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Selatan per tanggal 14 Mei 2020 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan yang telah mencapai 441 orang.

“Dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19, garda terdepan tersebut harus memiliki pertahanan yang kuat.” Ujar Fuad Azizi selaku Senior Manager Corporate Social Responsibility yang mewakili Manajemen SMBR ketika menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Bantuan alat kesehatan yang disalurkan berupa Masker Medis sebanyak 1.250 pcs, Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 Pcs, Handscoon sebanyak 5000 pcs, Kacamata Googles sebanyak 50 Pcs, Hand Sanitizer 50 Liter, dan Masker Kain 2.000 pcs. Selain itu pada kesempatan yang sama, SMBR juga memberikan sebanyak 438 Paket Sembako.

“Kami juga berbagi paket sembako gratis kepada personil yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang. Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat” tambah Fuad.Sebelumnya, SMBR yang juga ditunjuk sebagai koordinator Satgas Bencana BUMN wilayah OKU telah menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Satgas Penanggulangan Bencana Covid-19 Wilayah Ogan Komering Ulu (OKU).