Palembang – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dalam pemanfaatan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) pada proses produksi semen. Penandatanganan nota kesepahaman dari pihak SMBR dilakukan langsung oleh Direktur Utama, Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro bertempat di Kantor Pusat Pusri Palembang, Rabu (08/05).

Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usaha Holding BUMN ini dilakukan di ranah pemanfaatan limbah B3 berupa Fly Ash dan Bottom Ash yang dapat menjadi pengganti bahan baku produksi semen.

“Nantinya, SMBR akan menggunakan Limbah Fly Ash dan Bottom Ash pada proses produksi semen sebagai produk sampingan dari operasional pembangkit listrik tenaga uap milik Pusri” ujar Jobi.

Selain itu, nota kesepahaman yang akan berlangsung selama periode 1 (satu) tahun ini juga memuat kerjasama penggunaan Clay (Tanah Liat) hasil produksi SMBR yang dibutuhkan sebagai salah satu bahan baku pada produksi pupuk milik Pusri.

“Kami juga akan terus menjajaki kerja sama lain yang dipandang perlu dalam rangka sinergi BUMN terutama dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing perusahaan” tambah Jobi.

Fly Ash dan Bottom Ash dikenal sebagai limbah B3 yang dihasilkan dari penggunaan batubara mampu mensubstitusi bahan baku produksi semen sebesar 4%, Namun jika diolah dengan baik Fly Ash dan Bottom Ash bahkan dapat menggantikan hampir sepertiga bagian dari material produksi semen Portland tentunya dengan peningkatan kualitas dan ketahanan.

 “Penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash ini kami harapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi semen milik SMBR” terang Jobi.

Sementara manfaatnya bagi Pusri, dapat mengurangi limbah B3 yang dihasilkan sesuai dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Terkait kerjasama penggunaan Clay (Tanah Liat) milik SMBR, Manajemen SMBR menyatakan siap mensuplai kebutuhan Clay sesuai kebutuhan Pusri, karena Clay merupakan salah satu bahan baku utama yang juga digunakan pada produksi semen dan SMBR mempunyai tambang Clay sendiri.

Saat ini, SMBR menurut Jobi semakin mengukuhkan diri untuk terus menjadi market leader di wilayah Sumatra Bagian Selatan. Pencapaian tersebut tentunya diikuti pula dengan komitmen manajemen untuk menciptakan produk semen yang ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah B3 pada produksi semen.  

“Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi Green Cement Based Building Material Company terdepan di Indonesia,” tutup Jobi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.