YOGYAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menggandeng Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja.

Kerja sama kedua institusi ditandai penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi dengan Dekan FH UGM Dr Budiadi, di Ruang Sidang Fakultas Kehutanan UGM, Senin (31/7/2017).

Turut mewakili manajemen SMBR Direktur Umum & SDM Amrullah, Ka. Biro Hukum & GCG M. Mu’ammar Syahreza, Ka. Biro Umum Zulman dan Ka. Biro KBL Meriadi.

Budiadi mengatakan dalam sambutannya bahwa peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja dilakukan dengan menggunakan rekayasa silvikultur, FH UGM memiliki kompetensi untuk melakukan program tersebut dan berpengalaman dalam kegiatan restorasi, reklamasi dan rehabilitasi berbagai kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

Ia menambahkan pada prinsipnya rekayasa dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan vegetasi atau pohon secara spesifik sesuai kondisi setempat, yaitu di lokasi lahan tambang bahan baku pabrik semen.

Dalam menghadapi kondisi yang spesifik tentu dibutuh kan pendekatan spesifik, terutama terkait dengan kajian kesesuaian jenis dan perlakukan-perlakuan yang diberikan. “Fokus kami adalah pada tata kelola lingkungan pabrik dan lokasi sekitar tambang bahan bakunya,” ujar Budiadi.

Dirut Semen Baturaja, Rahmad Pribadi mengatakan selama ini di banyak tempat, industri ekstraktif termasuk industri semen di dalamnya tidak sejalan atau bertentangan dengan isu-isu lingkungan.

“Namun kita justru akan mengembangkan industri semen berwawasan lingkungan yang berkesinambungan (sustainable industrial development)” katanya. Jadi, Pabrik Semen Baturaja dengan kapasitas 3,8 juta per tahun, tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga akan meningkatkan kualitas lingkungan.

Rekayasa Silvikultur adalah salah satu strategi utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Rahmad menegaskan Semen Baturaja yang dipimpinnya akan mencoba memutarbalikkan isu-isu lingkungan di industri semen.

Menurut Rahmad, Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menunjukkan ke publik jika pengembangan pabrik semen tidak selamanya berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik.

“Kita akan menunjukkan bahwa pabrik semen mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Semen Baturaja ingin menjadi contoh sukses industri semen di tanah air,” ujarnya (Humas PTSB)