Bertepatan pada Kamis, 14 November 2013, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk memperingati hari jadi ke-39. Itu artinya sudah 39 tahun lamanya perusahaan semen kebanggaan warga Sumatra Selatan ini beroperasi untuk melayani masyarakat, sejak didirikan pertama kali pada1974 lalu.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk didirikan atas dasar pertimbangan agar bisa lebih optimal menyediakan pasokan semen untuk kebutuhan pembangunan proyek konstruksi dan infrastruktur di Bumi Sriwijaya dan daerah sekitarnya. Perjalanan bisnis perseroan sebagai sebuah perusaha an dalam rentang waktu itu berlangsung penuh dinamika.

Dirut PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Pamudji Rahardjo berbagi pengalaman tentang kondisi saat itu karena momentumnya persis ketika dirinya diminta masuk untuk memimpin perseroan tersebut. €œKondisi keuangan saat itu cukup sulit. Utang perusahaan sangat besar, dalam berbagai bentuk mencapai Rp400 miliar.

Contohnya utang dalam bentuk dana RDI mencapai Rp68 miliar. Utang pokok sebenarnya hanya Rp27 miliar, tapi karena nunggak maka tumpukan denda nya hampir Rp41 miliar, ujar Pamudji Rahardjo, mengenang kondisi PT Semen Baturaja pada 2007. Kinerja perseroan pada waktu itu posisi semester I/2007 hanya mampu menghasilkan laba sebesar Rp1,4 miliar dan dana kas tinggal Rp44,8 miliar. Sedangkan kewajiban keuangan yang harus dibayar perusahaan cukup tinggi.

Melalui perubahan mendasar yang dilakukan terhadap budaya dan organisasi perusahaan, jajaran manajemen yang dipimpin oleh Pamudji Rahardjo mampu membalikkan keadaan pada 2008. Laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan semen milik negara itu langsung meroket menjadi Rp136 miliar hanya dalam jangka waktu setahun.

Setahun ke mudian melonjak lagi menjadi Rp177 miliar, lalu naik kembali menjadi Rp222 miliar pada 2010, naik lagi menjadi Rp252 miliar pada 2011 dan terus tumbuh menjadi Rp299 miliar pada 2012. Yang menjadi luar biasa dari peningkatkan laba bersih yang dihasilkan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk itu adalah diraih tanpa investasi penambahan kapasitas produksi sejak 2007.

Artinya lonjakan konsisten dari perolehan laba bersih itu dicapai cuma dengan mengotimalkan kinerja produksi dan penjualan dari kapasitas pabrik terpasang yang mencapai 1.250.000 ton per tahun. Kalau pada 2007 berada dalam kondisi yang sulit karena terlilit utang yang cukup besar, maka kini kondisi berbalik menjadi perusahaan dengan kekuatan yang memiliki dana cash hingga Rp1,8 triliun dan tanpa catatan beban utang.

Kondisi ini dikuatkan dengan nilai pemering katan yang diperoleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dari PEFINDO dengan berstatus idA (Single A, Stable Outlook) yang dikeluarkan pada 11 Oktober 2013 untuk menunjukkan kinerja keuangan dan kondisi perseroan terkini.

Transformasi Semen Baturaja Melalui Pasar Modal

Ulang tahun PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada tahun ini menjadi momentum yang sangat istimewa dan penuh torehan sejarah bagi perjalanan perseroan di masa mendatang. Ada dua capaian penting yang telah digapai oleh perseroan, yaitu berhasil mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di lantai Bursa Efek Indonesia sejak Juni 2013 dan menambah kapasitas produksi untuk pertama kali sejak 2007.

Melalui listing di pasar modal dengan melepas sekitar 23,76% saham perseroan pada Juni 2013 lalu diperoleh tambahan modal sebesar Rp1,2 triliun, sehingga mampu menaikan kekuatan permodalan perseroan untuk membiayai kegiatan ekspansi dan investasi baru yang telah dirancang oleh manajemen. Investasi baru yang sudah direalisasikan perseroan adalah membangun pabrik cement mill berkapasitas 750.000 ton per tahun di kawasan pabrik di Baturaja.

Pabrik cement mill baru ini sudah beroperasi sejak Juli 2013 lalu sehingga mampu mendongkrak kapasitas produksi dari 1.250.000 ton menjadi 2.000.000 ton per tahun. Bahkan proyek pabrik semen baru berkapasitas 1.850.000 ton per tahun sedang digarap di Baturaja yang diproyeksikan sudah bisa beroperasi mulai 2016.

Begitu pabrik baru ini beroperasi maka kapasitas produksi bakal melesat menjadi 3.850.000 ton per tahun. Investasi untuk membangun pabrik baru itu menjadi mudah bagi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. setelah melaksanakan IPO (penjualan saham perdana) di lantai bursa.

Perolehan dana dari hasil penawaran saham perdana menjadi sumber dana murah untuk membiayai pembangunan pabrik baru. Peningkatan kapasitas produksi pabrik melalui pembangunan pabrik baru itu menjadi kebutuhan dalam memperbesar kesempatan untuk meningkatkan laba perseroan. Di sisi lain, penambahan kapasitas produksi itu juga akan membantu pemenuhan pasokan semen bagi kebutuhan proyek konstruksi dan infrastruktur di wilayah Sumatra Bagian Selatan yang ada dalam jangkauan pelayanan perseroan.

Pertumbuhan permintaan semen makin tinggi di wilayah Sumbagsel disebabkan oleh kegiatan pembangunan yang dilakukan swasta dan pemerintah tumbuh dengan pesat. Dengan begitu, investasi pabrik baru sudah sejalan dengan perkembangan pertumbuhan pasar semen di wilayah Sumbagsel. Dengan kapasitas produksi yang terpasang saat ini, perseroan baru mampu memenuhi 26% dari total permintaan semen di wilayah Sumbagsel.

Untuk itu, pembangunan pabrik baru sudah ditunggu oleh pasar yang masih kekurangan pasokan semen di wilayah tersebut. Begitu seretnya pasokan semen sehingga pembelian semen oleh pembeli dilakukan dengan cara pembelian tunai. Sejak tiga tahun lalu, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. telah menjual semen dengan pola transaksi kontan yang dampak positifnya bagi arus kas perseroan adalah mendapatkan dana tunai dari kegiatan penjualan.

Dalam momentum memperingati hari ulang tahun yang ke 39, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah menapakkan langkah bisnis secara terukur dan realistis untuk mengantarkan perseroan menjadi perusahaan semen yang konsisten memberikan keuntungan kepada pemegang saham. Secara bertahap perseroan akan tumbuh menjadi besar melalui strategi­strategi pengembangan yang efektif dan optimal dalam meningkatkan tingkat keuntungan usaha.(Adv) Ulang Tahun ke-39 Direktur Utama PT Semen Baturaja (persero) Tbk Pamudji Rahardjo (kanan), Deputi Bidang Restrukturisasi& Perencanaan Strategis BUMN Wahyu Hidayat (tengah), dan Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI menghadiri pembukaan perdana penjualan saham SMBR di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Juni 2013.

Direktur Utama PT Semen Baturaja (persero) Tbk Pamudji Rahardjo (duduk) bersama dengan jajaran direksi a.l. Direktur Umum & SDM Romlan Kurniawan, Direktur Keuangan Ageng Purboyo Angrenggono, Direktur Produksi & PengembanganAgus Wahyudin, dan Direktur Pemasaran Rusniwati Pabrik Cement Mill baru yang dibangun di Baturaja berkapasitas produksi 750.000 ton per tahun resmi beroperasi sejak Juli 2013 dan menaikan kapasitas produksi dari 1.250.000 ton menjadi 2.000.000 ton per tahun.