Pos

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Dengan Universitas Jambi

Guna lebih memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan perusahaan milik negara, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Jambi di Rektorat UNJA, pada hari Rabu (06/06).

MoU di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk jangka waktu 2 (dua) tahun tersebut ditandatangani langsung oleh Pgs. Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Amrullah dengan Rektor UNJA Prof H Johni Najwan SH, MH, Ph.D. Nota Kesepahaman ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan surat perjanjian kerjasama yang akan dibahas secara lebih rinci.

Sebelumnya, Semen Baturaja juga telah menjalin kerjasama serupa dengan berbagai universitas kenamaan di Indonesia seperti ITS, UNSRI, UGM, UNILA dan UNBARA. Semen Baturaja akan terus melakukan kerjasama dalam bentuk yang lain, yang harapannya tentu dapat saling memberikan kontribusi yang baik dan bermanfaat bagi Semen Baturaja maupun bagi Universitas Jambi.

Dalam kesempatan ini, Amrullah juga memaparkan sedikit pengenalan mengenai perusahaan Semen Baturaja kepada para pimpinan UNJA. Semen Baturaja yang pusat operasinya di wilayah Sumatera Bagian Selatan ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia yang bergerak di bidang industri semen. Semen Baturaja telah memiliki dua pabrik semen terintegrasi, yang terbaru adalah Pabrik Baturaja II dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton semen per tahun dan telah komersil pada 1 September 2017 sehingga turut menambah kapasitas produksi Semen Baturaja menjadi 3,85 juta ton semen per tahun.

Potensi permintaan konsumsi semen di Sumatera Bagian Selatan saat ini yang masih sangat tinggi yaitu mencapai 6-7 juta ton semen per tahun dan Semen Baturaja terus melakukan berbagai inovasi dan ekspansi usaha untuk dapat meraih sedikitnya 60% pangsa pasar di Sumatera Bagian Selatan.

Selanjutnya Amrullah mengatakan, dengan adanya kesepakatan kerjasama ini diharapkan UNJA bisa menjadi salah satu instansi pendidikan yang berkontribusi dalam membangun BUMN yang sehat untuk negara “Apalagi dengan dilihat adanya potensi dan energi yang besar dari Semen Baturaja sendiri,” pungkasnya.

Penandatangan Perjanjian Kerjasama iB Supplier Financing (iB-SF) Antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Dengan Bank Syariah Mandiri

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk melakukan Penandatangan Perjanjian Kerjasama iB Supplier Financing (iB-SF) dengan Bank Syariah Mandiri di Jakarta pada hari Selasa (05/06).

Perjanjian kerjasama ditandatangani langsung oleh Direktur Keuangan SMBR Dede Parasade dan Direktur Financing & Strategy BSM Ade Cahyo Nugroho. Penandatanganan juga disaksikan oleh Direktur Wholesale Banking BSM Kusman Yandi dan jajaran manajemen dari Semen Baturaja yang diwakili VP Corporate Secretary Ruddy Solang dan VP Accounting & Finance Heru Rusdiansyah.

Ruang lingkup kerjasama ini berupa pemberian fasilitas supplier financing dari Bank Syariah Mandiri kepada supplier Semen Baturaja yang diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja dan menjaga cashflow serta operasional masing-masing perusahaan. Selain itu, kerjasama ini dilakukan sebagai upaya BUMN untuk mendorong peran bank syariah di Indonesia.

Sinergi antar BUMN dan anak usaha merupakan salah satu bagian penting dalam Inisiatif Tiga Gajah untuk mencapai visi dan misi Semen Baturaja.

Dukung Program Pemerintah, Semen Baturaja Bersinergi dengan Tujuh BUMN

Jakarta, 17 Mei 2018 – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bersinergi dengan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketujuh BUMN itu terdiri dari lima BUMN Karya yaitu Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Waskita Karya dan Adhi Karya. Sedangkan dua BUMN lainnya adalah Pelindo II dan Perum Jamkrindo.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Rahmad Pribadi, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 17 Mei 2018. Rahmad mengutarakan kerja sama dengan lima BUMN Karya dilakukan terkait dengan penyediaan semen dan produk turunan semen.

SMBR menurut Rahmad akan menjamin ketersediaan semen di proyek-proyek lima BUMN Karya yang terletak di wilayah pemasaran BUMN yang dipimpinnya yaitu Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung (Sumatra Bagian Selatan/Sumbagsel).  Rahmad menambahkan banyak proyek-proyek infrastruktur BUMN karya yang sedang dan akan dikerjakan di wilayah pemasaran SMBR.

“SMBR optimis mampu mencukupi berapapun permintaan semen yang dibutuhkan,” katanya. Menurut Rahmad, sinergi yang disepakati selain untuk meningkatkan keuntungan korporasi juga bertujuan mendukung program pemerintah yang tengah gencar mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air dari Sabang sampai Merauke. Di Sumbagsel, kata Rahmad, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan dan bendungan juga dilakukan secara maraton, siang dan malam. “Jadi kali ini, BUMN benar-benar hadir untuk negeri, termasuk di Sumbagsel,” ujarnya.

Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung Menteri BUMN, Rini M. Soemarno dan Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata (ELKP) Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah. Kelima Dirut BUMN Karya juga hadir untuk menandatangi kesepakatan yaitu Dirut Wijaya Karya, Tumiyana; Dirut Pembangunan Perumahan, Lukman Hidayat; Dirut Hutama Karya, Bintang Perbowo; Dirut Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra dan Dirut Adhi Karya, Budi Harto.

SMBR – Pelindo II

Selain dengan lima BUMN Karya, penandatanganan MoU Penyediaan Semen dan Produk Turunan Semen juga dilakukan Dirut SMBR, Rahmad Pribadi dengan Dirut Pelindo II, Elvyn G.Masassya pada waktu dan tempat yang sama.

Rahmad mengemukakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008, pelabuhan memiliki tiga fungsi dalam perdagangan yaitu sebagai mata rantai transportasi, entitas industri dan pintu gerbang negara. Oleh karena itu menurut Rahmad program konektivitas nasional pemerintah tentu harus didukung dengan peningkatan kualitas dan penambahan kuantitas pelabuhan.

SMBR menurut Rahmad siap bekerja sama sekaligus mendukung Pelindo II yang beroperasi di sepuluh provinsi dan mengelola 12 pelabuhan untuk meningkatkan kualitas maupun menambah kuantitas pelabuhan. “Sebuah kehormatan bagi SMBR dapat bekerja sama dengan Pelindo II,” katanya.

SMBR-Jamkrindo

Terakhir, namun tidak kalah penting dengan perjanjian-perjanjian sebelumnya, SMBR juga bersinergi dengan Perum Jamkrindo. Setelah menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dirut Jamkrindo, Randi Anto, Rahmad mengutarakan ruang lingkup PKS dengan Perum Jamkrindo meliputi Penerbitan Surety Bond secara online yang terdiri dari Jaminan Penawaran (Bid Bond); Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond); Jaminan Uang Muka (Advanced Payment Bond); Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) dan jaminan-jaminan lain.

Rahmad mengatakan perjanjian antara SMBR dengan Jamkrindo bukan hanya dilakukan pada kali ini. Sebelumnya SMBR menurut Rahmad juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Jamkrindo untuk penjaminan distribusi semen. “Telah ditandatangani  sejak 15 Juni 2017,” ujarnya.

Semen Baturaja Jalin Kerjasama Bidang Keteknikan Dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Logistik dan Produk Lubrikasi

Bandung – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menjalin kerjasama dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) di Bidang Keteknikan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh VP Operation I SMBR, Taufik dan Kepala B4T, Budi Susanto di Kantor Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung Selasa, 15 Mei 2018. Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara dengan Lembaga milik pemerintah. Kerja sama juga dijalin untuk mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing BUMN ditengah iklim industri yang semakin kompetitif.

Ruang lingkup kerjasama antara SMBR dengan B4T meliputi Pertukaran informasi teknik dan pengalaman yang meliputi bidang keteknikan, Peningkatan kemampuan teknis melalui pertukaran pengalaman berdasarkan azas manfaat bersama, Kolaborasi dalam program penelitian dan pengembangan bersama dibidang Bahan dan Barang Teknik khususnya dengan memanfaatkan material lokal untuk pengujian dan/atau untuk pembuatan semen maupun produk turunannya, Kerjasama pengujian sampel material bahan baku maupun produk dan jaminan mutu hasil pengujian, Pelatihan dan sertifikasi, Kerjasama kalibrasi, Inspeksi Teknik, Uji Profisiensi, Konsultansi, serta Kerjasama kegiatan lainnya yang diperlukan kedua belah pihak.

VP Operation I SMBR, Taufik mengemukakan bahwa B4T sebagai lembaga pemerintah yang memiliki kemampuan dalam bidang pengawasan atas kualitas bahan atau barang, “Sehingga kami yakin, hasil pengujian sampel bahan baku dan produk yang nantinya dilakukan oleh B4T dapat menjadi tolak ukur dan jaminan kualitas dari Semen Baturaja yang selama ini dikenal sangat baik” ujarnya. Selain itu, kerjasama ini juga dilakukan sebagai upaya untuk mendorong pengembangan industri semen kedepannya, salah satunya dengan mengembangkan produk turunan dari semen seperti pembuatan beton precast, paving block, dsb. (Corsec SMBR)