Pos

Dukung Program Pemerintah, Semen Baturaja Bersinergi dengan Tujuh BUMN

Jakarta, 17 Mei 2018 – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bersinergi dengan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketujuh BUMN itu terdiri dari lima BUMN Karya yaitu Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Waskita Karya dan Adhi Karya. Sedangkan dua BUMN lainnya adalah Pelindo II dan Perum Jamkrindo.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Rahmad Pribadi, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 17 Mei 2018. Rahmad mengutarakan kerja sama dengan lima BUMN Karya dilakukan terkait dengan penyediaan semen dan produk turunan semen.

SMBR menurut Rahmad akan menjamin ketersediaan semen di proyek-proyek lima BUMN Karya yang terletak di wilayah pemasaran BUMN yang dipimpinnya yaitu Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung (Sumatra Bagian Selatan/Sumbagsel).  Rahmad menambahkan banyak proyek-proyek infrastruktur BUMN karya yang sedang dan akan dikerjakan di wilayah pemasaran SMBR.

“SMBR optimis mampu mencukupi berapapun permintaan semen yang dibutuhkan,” katanya. Menurut Rahmad, sinergi yang disepakati selain untuk meningkatkan keuntungan korporasi juga bertujuan mendukung program pemerintah yang tengah gencar mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air dari Sabang sampai Merauke. Di Sumbagsel, kata Rahmad, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan dan bendungan juga dilakukan secara maraton, siang dan malam. “Jadi kali ini, BUMN benar-benar hadir untuk negeri, termasuk di Sumbagsel,” ujarnya.

Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung Menteri BUMN, Rini M. Soemarno dan Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata (ELKP) Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah. Kelima Dirut BUMN Karya juga hadir untuk menandatangi kesepakatan yaitu Dirut Wijaya Karya, Tumiyana; Dirut Pembangunan Perumahan, Lukman Hidayat; Dirut Hutama Karya, Bintang Perbowo; Dirut Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra dan Dirut Adhi Karya, Budi Harto.

SMBR – Pelindo II

Selain dengan lima BUMN Karya, penandatanganan MoU Penyediaan Semen dan Produk Turunan Semen juga dilakukan Dirut SMBR, Rahmad Pribadi dengan Dirut Pelindo II, Elvyn G.Masassya pada waktu dan tempat yang sama.

Rahmad mengemukakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008, pelabuhan memiliki tiga fungsi dalam perdagangan yaitu sebagai mata rantai transportasi, entitas industri dan pintu gerbang negara. Oleh karena itu menurut Rahmad program konektivitas nasional pemerintah tentu harus didukung dengan peningkatan kualitas dan penambahan kuantitas pelabuhan.

SMBR menurut Rahmad siap bekerja sama sekaligus mendukung Pelindo II yang beroperasi di sepuluh provinsi dan mengelola 12 pelabuhan untuk meningkatkan kualitas maupun menambah kuantitas pelabuhan. “Sebuah kehormatan bagi SMBR dapat bekerja sama dengan Pelindo II,” katanya.

SMBR-Jamkrindo

Terakhir, namun tidak kalah penting dengan perjanjian-perjanjian sebelumnya, SMBR juga bersinergi dengan Perum Jamkrindo. Setelah menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dirut Jamkrindo, Randi Anto, Rahmad mengutarakan ruang lingkup PKS dengan Perum Jamkrindo meliputi Penerbitan Surety Bond secara online yang terdiri dari Jaminan Penawaran (Bid Bond); Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond); Jaminan Uang Muka (Advanced Payment Bond); Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) dan jaminan-jaminan lain.

Rahmad mengatakan perjanjian antara SMBR dengan Jamkrindo bukan hanya dilakukan pada kali ini. Sebelumnya SMBR menurut Rahmad juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Jamkrindo untuk penjaminan distribusi semen. “Telah ditandatangani  sejak 15 Juni 2017,” ujarnya.

Semen Baturaja Tingkatkan Daya Saing Lewat Sinergi BUMN

Jakarta (15/3) – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menandatangani Mou Sinergi BUMN dengan Patra Jasa, Pupuk Indonesia dan Semen Indonesia yang dilaksanakan di Kementerian BUMN pada Kamis (15/03). Mou ditandatangani langsung oleh Direktur Utama SMBR, Bapak Rahmad Pribadi, Direktur Utama Patra Jasa, Bapak Muhamad Haryo Yunianto, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bapak Aas Asikin Idat dan Direktur Utama Semen Indonesia, Bapak Hendi Prio Santoso.

Ruang lingkup kerjasama yang dilakukan SMBR dan Patra Jasa meliputi kegiatan pengadaan produk semen serta produk turunan semen dan/atau jasa dalam bidang konstruksi yang disediakan oleh SMBR dan pemanfaatan/pemakaian jasa yang dimiliki Patra Jasa dan/atau anak perusahaannya.

Di bidang hulu, SMBR melakukan MoU kerjasama dengan Pupuk Indonesia dalam hal pemanfaatan Gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash sebagai bahan ketiga dalam pembuatan semen. Rahmad menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pupuk Indonesia sangat penting untuk memenuhi kebutuhan bahan ketiga pembuatan semen yang semakin meningkat, sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi semen SMBR menjadi 3,85 juta ton semen/tahun (sebelumnya 2 juta ton semen/tahun) sejak September tahun lalu.

Bersama Semen Indonesia (SMGR), SMBR menjajaki Kerjasama Manajemen Rantai Suplai (Supply Chain Management), Pengadaan Strategik (Strategic Procurement), Pemeliharaan Operasional (Operational Maintenance), Konstruksi (Construction), Sharing knowledge dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. “Sebagai sesama BUMN di bidang persemenan, kami harapkan kerjasama antara SMBR dan SMGR dapat meningkatkan daya saing dan tumbuh bersama-sama menguasai pasar semen nasional” tutup Rahmad. (Humas SMBR)

Kick-Off Meeting Implementasi ERP Berbasis SAP “Gading Project” Dengan PT Telkom Indonesia

PALEMBANG, SAP atau Systems Application and Products in Data Processing merupakan salah satu software ERP (Enterprise Structure) terkemuka dunia yang sekarang ini sedang banyak diimplementasikan oleh perusahaan kelas dunia dan telah teruji kualitasnya. Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan besar yang telah berhasil mengimplementasikan ERP berbasis SAP untuk mendukung kelancaran proses bisnisnya, tak terkecuali PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang juga ikut mengimplementasikan ERP berbasis SAP ini untuk menghadapi persaingan revolusi industri 4.0.

Implementasi ERP berbasis SAP di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk merupakan salah satu project dalam merealisasikan salah satu komponen Inisiatif Tiga Gajah, yaitu Business Process Streamlining Initiative yang tujuannya adalah untuk menyederhanakan proses bisnis di perusahaan sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan tepat dan dalam waktu yang singkat dengan ketersediaan informasi yang akurat dan terkini.

“Digitalisasi proses bisnis perusahaan dengan menerapkan sistem ERP berbasis SAP diharapkan dapat mempermudah proses komunikasi dan interaksi antar unit kerja dan mitra kerja, juga manajemen data/informasi yang lebih terintegrasi dan teratur,” ujar Dirut PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi dalam acara Kick-Off Meeting & Team Building Implementasi ERP berbasis SAP bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia, Senin (12/2) bertempat di Kantor Pusat PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Kertapati, Palembang. Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Keuangan PT Semen Baturaja Dede Parasade, Deputy EVP DES PT Telkom Indonesia P. Suhartono & General Manager MAS PT Telkom Indonesia Dwi Sulistiani beserta jajarannya.

Rahmad Pribadi mengatakan Implementasi ERP berbasis SAP di PT Semen Baturaja ini diberi nama GADING Project, dengan tagline “Go Great Grow!”. Dengan berdirinya pabrik baru serta wilayah operasional dan jaringan distribusi PT Semen Baturaja yang berada di berbagai kota dan provinsi, sehingga dibutuhkan suatu sistem informasi yang terintegrasi dan tersentralisasi. “PT Telkom Indonesia selaku konsultan ERP berbasis SAP PT Semen Baturaja kami nilai memiliki track record yang baik dan terpercaya sebagai perusahaan penyedia jasa Teknologi informasi dan Komunikasi (ICT) sehingga kami yakin Implementasi ERP berbasis SAP ini akan terjamin kualitasnya,” ungkap Rahmad.

“Keuntungan dari sistem ERP berbasis SAP ini akan diperoleh database yang tersentralisasi, nantinya akan memberikan banyak keuntungan bagi PT Semen Baturaja seperti adanya peningkatan efisiensi, kecepatan pengolahan data, dan efektivitas alur kerja. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan seperti PT Semen Baturaja untuk memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga yang sebelumnya banyak dihabiskan untuk proses administrasi, untuk pengembangan seperti analisis, pelatihan, maupun RnD” ujar Roy Agung Purwantoro selaku Project Manager PT Telkom. Ditemui pada saat acara, Zulkarnain selaku Project Manager PT Semen Baturaja menambahkan bahwa “Implementasi ERP berbasis SAP di PT Semen Baturaja saat ini telah berjalan dan dijadwalkan untuk Go Live pada bulan Agustus 2018 yang akan datang.” (Humas SMBR)

Semen Baturaja Tandatangani MOU Dengan PT PLN Pembangkitan Sumbagsel

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding) Pengelolaan Limbah Fly Ash & Bottom Ash PLTU Tarahan, PLTU Sebalang, dan PLTU Bukit Asam di Hotel Arista pada hari Rabu (24/01).

Jajaran Direksi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk diwakili oleh Bapak Daconi (Direktur Produksi & Pengembangan) didampingi Bapak Suherman Yahya (Kepala Departemen Litbang) dan Bapak Bastony Santri (Kepala Departemen Logistik) hadir pada acara tersebut. Begitu pula dengan Plt. General Manager PT PLN KITSBS Bpk. R. Bambang Anggono beserta jajaran yang juga turut hadir pada acara tersebut.

MOU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel ini merupakan kerjasama dengan ruang lingkup penerimaan dan pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash yang berasal dari PLTU Tarahan, PLTU Sebalang dan PLTU Bukit Asam. Dalam hal ini, Semen Baturaja akan menerima limbah dari PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan sesuai dengan kemampuan operasional peralatan yang dimiliki Semen Baturaja. Selanjutnya, rencana pemanfaatan dan pengiriman limbah ini akan dibahas dan disepakati kedua belah pihak. Dan para pihak akan menggunakan transportir limbah yang memiliki persyaratan perizinan yang masih berlaku terkait pengumpulan dan pengangkutan limbah sesuai dengan ketentuan perundang–undangan yang berlaku dan terdaftar sebagai mitra terseleksi di perusahaan masing-masing.

Direktur Produksi dan Pengembangan Semen Baturaja, Bapak Daconi dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari diadakannya penandatangan Nota Kesepahaman ini adalah sebagai bentuk sinergi antar perusahaan milik negara (BUMN) dalam semangat kepedulian atas pentingnya pengelolaan lingkungan hidup untuk menjaga kelestarian alam yang dilandasi kerjasama saling menguntungkan.

Kerjasama dengan PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel dilakukan dengan harapan limbah Fly Ash dan Bottom Ash tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam semen, karena selain dapat menurunkan HPP Semen, pengelolaan dan pemanfaatan limbah B3 sendiri termasuk dalam salah satu indikator penilaian PROPER. Limbah Fly Ash dan Bottom Ash yang merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik (PLTU) selama ini dikategorikan sebagai limbah B3. (Humas SMBR)