Pesan Direktur Utama

Semen Baturaja semakin optimis menghadapi persaingan industri semen di masa depan, terutama dengan hadirnya Pabrik Baturaja II berkapasitas 1,85 juta ton per tahun. Dengan begitu, total kapasitas produksi Perseroan naik menjadi 3,85 juta ton semen per tahun.

Dalam menghadapi tantangan penjualan di masa depan, Perseroan juga telah mempersiapkan tiga inisiatif, dikenal dengan nama “Inisiatif Tiga Gajah”, terdiri dari Cost Leadership, Market Expansion dan Business Process Streamlining.

Cost Leadership

Pada inisiatif Cost Leadership, Perseroan menargetkan nilai efisiensi hingga akhir tahun mencapai Rp70-100 miliar.

Efisiensi dilakukan melalui berbagai langkah seperti mengurangi faktor clinker, penghematan energi melalui penggunaan batubara dengan kalori yang lebih rendah (4.500 dan 5.500 kcal/kg), kontrak pengadaan batubara jangka panjang hingga 2020 dan penggunaan tarif listrik I4 yang lebih murah.

Efisiensi juga dilakukan pada biaya distribusi dan logistik. Terakhir, pada Senin (31 Juli 2017), Perseroan telah melakukan kerja sama angkutan kereta api dengan PT KALOG (Kereta Api Logistik) untuk rute Stasiun Tiga Gajah (Baturaja) menuju Stasiun Tegineneng (Lampung) sejauh 191 km dan Stasiun Pidada (Lampung) sejauh 227 km.

Di Stasiun Tegineneng juga akan disiapkan gudang buffer stock sebagai hub distribusi semen. Selain rute tersebut, Perseroan sebelumnya telah menjalin kerja sama angkutan untuk rute ke Palembang serta Lubuk Linggau.  

Market Expansion

Pada insiatif market expansion, Perseroan menargetkan pembukaan pasar baru seperti di Jambi dan Bengkulu. Hingga Juni 2017, angka penjualan di Jambi dan Bengkulu telah tumbuh menjadi 20.338 ton dan 15.338 ton.

Business Process Streamlining

Inisiatif terakhir yaitu Business Process Streamlining yang bertujuan untuk melakukan percepatan dalam proses pengambilan keputusan.

Hingga akhir tahun, Perseroan menargetkan volume penjualan semen mencapai 2.011.198 ton dan pendapatan sebesar Rp1,83 triliun atau masing-masing tumbuh 23 persen dan 20 persen dibanding tahun 2016 serta EBITDA sebesar Rp580 miliar, tumbuh 38% dibanding tahun 2016.

Teknologi Silvikutur

Sejalan dengan upaya agresif menjawab kebutuhan pasar, Semen Baturaja sekaligus menjadi produsen semen pertama yang berwawasan lingkungan. Bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Perseroan mengembangkan teknologi silvikutur untuk mengembalikan kesuburan tanah di sekitar wilayah pabrik.

Semoga website ini bermanfaat sebagai sumber informasi yang menambah wawasan dan inspirasi. Mari bersama membangun negeri.

Rahmad Pribadi
Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk