Penandatanganan MOU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dengan Kejaksaan Negeri OKU

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding) di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara di Ruang Diklat Pabrik Baturaja (23/08).

Jajaran Direksi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk diwakili oleh Bpk. Amrullah (Direktur Umum & SDM) dan Bpk. M. Mu’ammar Syah Reza (Ka. Biro Hukum & GCG) hadir pada acara tersebut. Begitu pula dengan Plh. Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bpk. Hayin Suhikto beserta jajaran yang juga turut hadir pada acara tersebut.

MoU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk    dan Kejaksaan Negeri OKU ini berupa kerjasama dalam bentuk penyelesaian masalah hukum di Bidang Perdata & Tata Usaha Negara yang ruang lingkupnya adalah pemberian bantuan hukum; pemberian pertimbangan hukum; & tindakan hukum lainnya yang diperlukan dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata & tata usaha negara yang dihadapi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Direktur Umum & SDM PT Semen Baturaja (persero) Tbk, Bpk. Amrullah menegaskan, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri OKU tersebut sangat penting untuk menjaga perseroan sebagai salah satu aset negara & objek vital nasional. Beliau berharap dengan penandatanganan kerja sama ini, rencana investasi & operasional perseroan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu Plh. Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Bpk. Hayin Suhikto, merasa senang dengan adanya kerja sama ini. “Mudah-mudahan kami bisa membantu untuk lebih memberikan solusi maupun mengatasi permasalahan-permasalahan hukum yang dihadapi PT Semen Baturaja yang kemungkinan terjadi di kemudian hari”, ungkap Suhikto.

Suhikto menyatakan, sebagai langkah awal, PT Semen Baturaja dapat menyerahkan permasalahan yang ada untuk mendapatkan pertimbangan hukum maupun tindakan hukum lainnya jika diperlukan. Terutama terkait dengan masalah mediasi terhadap permasalahan yang timbul antara PT Semen Baturaja dengan pihak lain.

“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari jaksa sebagai pengacara negara. Apabila cara non litigasi dianggap belum dapat menyelesaikan masalah, maka akan diselesaikan melalui proses peradilan,” tegas Suhikto.

Menurutnya, tahapan-tahapan demikian dapat dipandang lebih efektif yang nantinya dapat memenuhi sasaran maupun harapan dari pihak PT Semen Baturaja. (Humas SMBR)

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Meraih Social Business Inovation Award & Green CEO Award 2017

Direktur Umum & SDM Bapak Amrullah dan Direktur Utama Bapak Rahmad Pribadi Memegang Penghargaan Untuk Semen Baturaja Pada Acara Social Business Inovation Award & Green CEO Award 2017 oleh Warta Ekonomi

 

Jakarta, Berlangsung di Balai Kartini pada hari Jum’at (18/08), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk berhasil meraih penghargaan Social Business Inovation Award & Green CEO Award 2017. Warta Ekonomi menetapkan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk sebagai Penerima Penghargaan “The Best Social Business Innovation Company 2017 Category Cement” dan Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Bapak Rahmad Pribadi memperoleh penghargaan sebagai “The Best Green CEO 2017 Category Cement”.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh founder Warta Ekonomi Bapak Fadel Muhhamad kepada Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Bapak Rahmad Pribadi, Direktur Umum & SDM Bapak Amrullah yang datang bersama Direktur Pemasaran Bapak M. Jamil, Direktur Keuangan Bapak Dede Parasade dan Sekretaris Perusahaan Bapak Rum Hendarmin.

Social Business Innovation Award adalah bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang berhasil mengimplementasikan inovasi-inovasi sosial sebagai upaya‐upaya menangani masalah sosial dan lingkungan perusahaan menuju kegiatan bisnis yang berkelanjutan.

Apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil mengimplementasikan inovasi-inovasi sosial, menjadi suatu langkah untuk mendorong pertumbuhan industri serta mendukung perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu Warta Ekono mi menyelenggarakan malam penganugerahan “Social Business Innovation & Green CEO 2017”. Penghargaan ini juga diberikan kepada pemimpin-pemimpin perusahaan hijau versi Warta Ekonomi.

Dalam pemberian penghargaan ini, Warta Ekonomi telah melakukan serangkaian tahapan kegiatan dalam menentukan perusahaan yang telah berhasil mengimplementasikan inovasi -inovasi sosial dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan, dan menentukan Chief Executive Officer (CEO) hijau dengan kriteria tertentu. (Sekper & Humas SMBR)

Peresmian Angkutan Semen Baturaja melalui Kereta Api

 

Baturaja, Pada hari Jum’at (11/08) Kereta Api Logistik Mulai Angkut Semen Baturaja. Penandatanganan kontrak telah dilakukan pada akhir Juli 2017.Baturaja – Tanpa perlu menunggu lama, tepatnya sepuluh hari sejak kontrak ditandatangani, pemberangkatan perdana kereta api pengangkut Semen Baturaja mulai dilakukan.

Pemberangkatan dimulai dari Stasiun Tiga Gajah di Baturaja, Sumatera Selatan, Jumat, 11 Agustus 2017.

Sebelumnya, Penandatangan kontrak dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja (PERSERO) TBK, Rahmad Pribadi, dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Kereta Api Logistik (KALOG), Junaidi Nasution, di Kantor Pusat KALOG, Jakarta, Senin, 31 Juli 2017.

Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Semen Baturaja, Rum Hendarmin, di Stasiun Tiga Gajah, Baturaja, mengatakan pada perjalanan perdana kali ini, kereta pengangkut akan menempuh rute dari Baturaja ke Lubuk Linggau. “Sejauh 322 kilometer,” katanya.

Rum mengemukakan kerja sama angkutan semen menggunakan kereta api bertujuan untuk mempertahankan posisi strategis Semen Baturaja di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. Total volume angkutan semen melalui kereta api menurut Rum jumlahnya akan mencapai 5000 Metrik Ton (MT) per hari. “Dengan total volume sebesar 1,75 juta MT per tahun,” ujarnya.

Kereta api menurut Rum akan menjadi transportasi utama angkutan Semen Baturaja. Dia mengutarakan rute, jarak tempuh dan target operasi yang hendak dicapai dalam kerja sama dengan KALOG sebagai berikut :

  1. Baturaja-Palembang (Sumatera Selatan)
    Jarak tempuh: 170 km
    Target operasi: Agustus 2017.
  2. Baturaja-Lubuk Linggau (Sumatera Selatan)
    Jarak tempuh: 322 km
    Target Operasi: Agustus-September 2017
  3. Baturaja – Tegineneng (Lampung)
    Jarak tempuh: 191 km
    Target operasi: Agustus 2017, sebagai hub distribusi November 2017
  4. Baturaja-Panjang (Lampung)
    Jarak tempuh: 227 km
    Target operasi: Agustus 2017.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Semen Baturaja, Rahmad Pribadi menekankan perubahan moda transportasi dari truk ke kereta api dilakukan karena penggunaan kereta api sebagai angkutan semen jauh lebih ekonomis dibanding menggunakan truk. “Selisih biayanya hampir mencapai 30 persen,” katanya.

Selain lebih murah, Rahmad mengingatkan jika angkutan kereta api lebih dapat diandalkan (reliabel) dibanding menggunakan truk karena waktu keberangkatan dan kedatangan lebih mudah diperkirakan.

Namun, Rahmad mengatakan semen akan tetap diangkut menggunakan truk setelah selesai diangkut menggunakan kereta api sehingga para pengusaha angkutan truk tidak perlu khawatir.

Rahmad juga mengharapkan sinergi dengan KALOG tidak hanya berhenti pada angkutan semen saja. Lelaki yang meraih gelar Master di Harvard University, Amerika Serikat, tersebut berujar jika ke depan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinahkodainya juga akan membangun pusat distribusi (distribution center) dengan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sekaligus KALOG sebagai anak perusahaan PT KAI.

Rahmad mengutarakan kemungkinan besar pusat distribusi akan berada berdampingan dengan stasiun kereta api. “ Jika tidak berdampingan, minimal berdekatan,” ujarnya. (Humas & Sekper SMBR)

Seremonial Penanaman Bibit Pohon di Areal Kerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

,

Kerjasama SMBR dengan Fakultas Kehutanan UGM (Baturaja, 12 Agustus 2017)

 

BATURAJA – Menindaklanjuti penandatanganan MoU antara vPT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada pada hari Senin (31/07).

Telah dilakukan seremonial penanaman bibit pohon pada hari Sabtu (12/08) sebagai penanda dimulainya program rekayasa silvikultur dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja.

Acara seremonial penanaman bibit pohon tersebut digelar di area Pabrik Baturaja II dan dihadiri oleh Direksi & staf SMBR, Tim Konsultan dari Fakultas Kehutanan UGM, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kab. OKU, Wakapolres OKU, Perwakilan dari Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kab. OKU dan warga ring I di lingkungan Pabrik Baturaja.

Dirut Semen Baturaja dalam sambutannya mengatakan selama ini di banyak tempat, industri ekstraktif termasuk industri semen di dalamnya tidak sejalan atau bertentangan dengan isu-isu lingkungan.

“Namun kita justru akan mengembangkan industri semen berwawasan lingkungan yang berkesinambungan (sustainable industrial development)” katanya. Jadi, Pabrik Semen Baturaja dengan kapasitas 3,8 juta per tahun, tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga akan meningkatkan kualitas lingkungan. Rekayasa Silvikultur adalah salah satu strategi utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Semen Baturaja yang dipimpinnya akan mencoba memutarbalikkan isu-isu lingkungan di industri semen. Menurut Rahmad, Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menunjukkan ke publik jika pengembangan pabrik semen tidak selamanya berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik.

“Kita akan menunjukkan bahwa pabrik semen mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar . Semen Baturaja ingin menjadi contoh sukses industri semen di tanah air,” ujarnya (Humas SMBR)

 

 

 

 

Pertandingan Olahraga antar Site Tahun 2017 PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

BATURAJA, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menyelenggarakan pertandingan olahraga antar site Tahun 2017. Cabang olahraga yang dipertandingkan diantaranya Badminton, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Volley & Futsal.

Pertandingan digelar pada Sabtu (12/08) di Pabrik Baturaja dan acara pembukaannya digelar di Aula Wisma Ganesha PBR yang dibuka oleh Direktur Utama Bpk. Rahmad Pribadi didampingi oleh segenap jajaran Direksi & staf .

Acara juga diramaikan oleh Karyawan/ti SMBR yang turut hadir secara langsung untuk beraprtisipasi sebagai peserta dan juga mengikuti jalannya pertandingan olahraga antar site. Pertandingan olahraga antar site ini merupakan event tahunan internal SMBR.

Ka. Baporkes SMBR, Bapak M. Mu’ammar Syah Reza menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi SMBR untuk mempererat tali silaturahmi dan menjadi wadah untuk berolahraga.

Tentunya SMBR akan senantiasa menyediakan sarana & prasarana pendukung fasilitas olahraga bagi karyawan/ti SMBR di tiga site. (Humas SMBR)

Public Expose PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Tahun 2017

Jakarta, Bertempat di gedung Bursa Efek Indonesia, telah diselenggarakan acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh BEI, KPEI dan KSEI.

Kegiatan ini dapat membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan perusahaan tercatat, termasuk untuk mendapat informasi terkini mengenai kinerja perusahaan tercatat.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Public Expose Marathon” terdapat 68 (enam puluh delapan) perusahaan yang tercatat di BEI akan menyampaikan update kinerja dan rencana terbaru mereka pada pelaksanaan di 10 (sepuluh) kota besar di Indonesia.

PT . Semen Baturaja (Persero) Tbk kembali menjadi salah satu partisipan dalam penyelenggaran Public Expose ini.

Berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia nomor I-E, disebutkan bahwa setiap Perusahaan Tercatat wajib melakukan public expose tahunan sekurang- kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.

Dalam acara ini PT Semen Baturaja (persero) Tbk melakukan presentasi perkembangan perusahaan beserta tanya jawab kepada peserta yang hadir dan diakhir dengan kegiatan konferensi pers yang dihadiri oleh Direktur Utama, Bapak Rahmad Pribadi, Direktur Keuangan, Bapak Dede Parasade dan Direktur Produksi, Bapak Daconi.

Adapun materi yang dipresentasikan adalah perkembangan kondisi terkini perusahaan (antara lain kinerja keuangan dan operasional). Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyiapkan inisiatif dalam rangka tantangan penjualan di masa depan yang dinamakan “inisiatif Tiga Gajah,” yang terdiri dari Cost Leadership, Market Expansion dan Business Process Streaming.

Pada inisitatif Cost Leadership, perseroan menargetkan nilai efisiensi hingga akhir tahun mencapai Rp70-100 miliar melalu berbagai langkah-langkah, seperti mengurangi faktor clinker, penghematan energi melalui penggunaan batubara dengan kalori rendah, kontrak pengadaan batubara jangka panjang hingga tahun 2020 dan penggunaan tarif listrik yang lebih murah.

Efisiensi juga dilakukan pada biaya distribusi dan logistik, dimana perseroan melakukan kerja sama dengan PT KALOG untuk rute stasiun Tiga Gajah Baturaha menuju Tegineneng di Lampung.

Pada inisitatif market expansion, perseroan menargetkan pembukaan pasar baru, seperti di Jambi dan Bengkulu.

Hingga Juni 2017 penjualan di Jambi dan Bengkulu tumbuh 54% dan 29%. Inisiatif Business Process Streamlining bertujuan untuk percepatan dalam pengambilan keputusan.

Pada akhir tahun 2017 nanti, perseroan menargetkan volume penjualan semen mencapai 2,011 juta ton dan pendapatan Rp1,83 triliun atau masingmasing tumbuh 23% dan 20% serta EBITDA Rp580 miliar tumbuh 38% YoY . (Humas & Sekper SMBR)

 

Rapat Koordinasi Pemasaran PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Semester II Tahun 2017

Batam, Bertempat di Hotel Radisson pada hari Kamis (20/07) s/d Sabtu (22/07) telah berlangsung rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pemasaran (Rakormas) Semester II tahun 2017 PT Semen Baturaja(Persero) Tbk.

Rakormas Semester II diikuti oleh Distributor, Batching Plant & Ekspeditur dari tiga site, baik Palembang, Baturaja maupun Panjang. Manajemen SMBR ikut serta pada Rakormas tersebut mulai dari Direktur Utama Bpk. Rahmad Pribadi didampingi Jajaran Direksi SMBR lainnya beserta Staf Karyawan/ti SMBR.

Rangkaian kegiatan Rakormas dibuka dengan Sosialisasi Distributor Financing dari BRI dan BNI pada hari Kamis (20/07) di Grand Hall Golden Prawn Batam. Selanjutnya pada hari Jum’at (21/07) Rakormas Semester II digelar di Ballroom Hotel Radisson.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama SMBR yang tak henti-hentinya mengajak para Distributor, Batching Plant dan Ekspeditur yang ada di tiga site untuk terus bekerjasama guna mencapai target penjualan sesuai RKAP tahun 2017. Pada akhir pidatonya, beliau membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pemasaran Semester II Tahun 2017.

Acara dilanjutkan dengan Sesi Motivation Intuition Power oleh Mahadibya Nurcahyo Cakrasana dan paparan dari Direktur Pemasaran.

Evaluasi dan penentuan target Semester II pun digelar dengan konsep discussion class dan dilanjutkan dengan penyampaian target keseluruhan yang dipimpin langsung oleh Ka. Departemen Pemasaran.

Pada rapat tersebut, Distributor dan Batching Plant diminta untuk memaparkan rencana kerja mereka dan menyampaikan kendala-kendala yang ditemui dalam pemasaran semen.

Rapat pun diakhiri dengan penandatanganan target Semester II Tahun 2017 diikuti penandatanganan komitmen pencapaian target dan loyalitas penjualan produk Semen Baturaja oelh para distributor, batching plan dan manajemen SMBR.

Rangkaian kegiatan Rakormas juga di isi dengan pemberian Award kepada The Best Distributor pada acara gala dinner dan ditutup dengan city tour ke beberapa lokasi wisata yang ada di Batam. (Humas PTSB)

 

Penandatanganan MOU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dengan Fakultas Kehutanan UGM

YOGYAKARTA – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menggandeng Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja.

Kerja sama kedua institusi ditandai penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi dengan Dekan FH UGM Dr Budiadi, di Ruang Sidang Fakultas Kehutanan UGM, Senin (31/7/2017).

Turut mewakili manajemen SMBR Direktur Umum & SDM Amrullah, Ka. Biro Hukum & GCG M. Mu’ammar Syahreza, Ka. Biro Umum Zulman dan Ka. Biro KBL Meriadi.

Budiadi mengatakan dalam sambutannya bahwa peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di areal kerja Semen Baturaja dilakukan dengan menggunakan rekayasa silvikultur, FH UGM memiliki kompetensi untuk melakukan program tersebut dan berpengalaman dalam kegiatan restorasi, reklamasi dan rehabilitasi berbagai kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

Ia menambahkan pada prinsipnya rekayasa dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan vegetasi atau pohon secara spesifik sesuai kondisi setempat, yaitu di lokasi lahan tambang bahan baku pabrik semen.

Dalam menghadapi kondisi yang spesifik tentu dibutuh kan pendekatan spesifik, terutama terkait dengan kajian kesesuaian jenis dan perlakukan-perlakuan yang diberikan. “Fokus kami adalah pada tata kelola lingkungan pabrik dan lokasi sekitar tambang bahan bakunya,” ujar Budiadi.

Dirut Semen Baturaja, Rahmad Pribadi mengatakan selama ini di banyak tempat, industri ekstraktif termasuk industri semen di dalamnya tidak sejalan atau bertentangan dengan isu-isu lingkungan.

“Namun kita justru akan mengembangkan industri semen berwawasan lingkungan yang berkesinambungan (sustainable industrial development)” katanya. Jadi, Pabrik Semen Baturaja dengan kapasitas 3,8 juta per tahun, tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga akan meningkatkan kualitas lingkungan.

Rekayasa Silvikultur adalah salah satu strategi utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Rahmad menegaskan Semen Baturaja yang dipimpinnya akan mencoba memutarbalikkan isu-isu lingkungan di industri semen.

Menurut Rahmad, Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menunjukkan ke publik jika pengembangan pabrik semen tidak selamanya berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik.

“Kita akan menunjukkan bahwa pabrik semen mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Semen Baturaja ingin menjadi contoh sukses industri semen di tanah air,” ujarnya (Humas PTSB)

 

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PTSB dengan BNI, BRI, Mandiri & Jamkrindo

Jakarta, Pada hari Kamis (15/06) pukul 13.00 WIB di Kantor Kementerian BUMN, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dibidang Pendanaan Supplier & Distributor antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan dibidang Penjaminan Distribusi Semen dengan Perusahaam Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PTSB Rahmad Pribadi, Direktur Bisnis Menengah BNI Putrama Wahju Setyawan, Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Mikro, Kecil & Menengah BRI Donsuwan Simatupang, Direktur Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto dan Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Bakti Prasetyo didampingi jajaran Direksi & staf.

Hadir pula dari Dewan Komisaris PTSB dan Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis & Media Fajar Harry Sampurno.

Pembiayaan distributor yang dikemas dengan program Distributor Financing merupakan fasilitas yang diberikan oleh Bank yang akan memberikan kemudahan bagi distributor Semen Baturaja dalam melakukan penebusan semen dengan tenor dan tingkat bunga yang kompetitif.

Penjaminan piutang dilakukan oleh Jamkrindo jika terjadi gagal bayar oleh distributor pada saat faktur jatuh tempo. Jangka waktu penjaminan yang berlaku adalah 30-90 hari dengan premi asuransi 1,65%. Coverage Ratio yang berlaku adalah 90% dari total tagihan.

Dalam hal pembiayaan supplier atau Supply Chain Financing, Semen Baturaja bekerja sama dengan BNI, Bank Mandiri dan BRI. Program pembiayaan supplier ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran arus kas sehingga permodalan supplier Semen Baturaja menjadi lebih kuat.

Kedepan, Semen Baturaja menargetkan peningkatan volume penjualan semen seiring dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II yang memiliki kapasitas produksi sebesar 1,85 juta ton semen per tahun.

Kapasitas produksi semen Perseroan saat ini telah mencapai 3,85 juta ton semen per tahun sehingga diharapkan dengan sinergi BUMN melalui program kerjasama pembiayaan ini dapat mendukung ekspansi pasar yang dilakukan Perseroan. (Humas PTSB)

 

Penandatanganan MOU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dengan Kejaksaan Negeri Lampung

PALEMBANG – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Kejaksaan Negeri Lampung menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding) di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara di Ruang Rapat Lantai 3 Pabrik Panjang (13/06).

Jajaran Direksi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Bpk. M.Jamil (Direktur Pemasaran), Bpk. Amrullah (Direktur Umum & SDM) dan Bpk. Dede Parasade (Direktur Keuangan) hadir pada acara tersebut. Begitu pula dengan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Bpk. Hentoro Cahyono beserta jajaran yang juga turut hadir pada acara tersebut.

MoU antara PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Kejaksaan Negeri Lampung ini berupa kerjasama dalam bentuk penyelesaian masalah hukum di Bidang Perdata & Tata Usaha Negara yang ruang lingkupnya adalah pemberian bantuan hukum; pemberian pertimbangan hukum; & tindakan hukum lainnya yang diperlukan dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata & tata usaha negara yang dihadapi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Direktur Pemasaran PT Semen Baturaja (persero) Tbk, Bpk. M. Jamil menegaskan, Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Lampung tersebut sangat penting untuk menjaga perseroan sebagai salah satu aset negara & objek vital nasional. Beliau berharap dengan penandatanganan kerja sama ini, rencana investasi & operasional perseroan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Lampung, Bpk. Hentoro Cahyono, merasa senang dengan adanya kerja sama ini. “Mudah-mudahan kami bisa membantu untuk lebih memberikan solusi maupun mengatasi permasalahanpermasalahan hukum yang dihadapi PT Semen Baturaja yang kemungkinan terjadi di kemudian hari”, ungkap Hentoro.

Hentoro menyatakan, sebagai langkah awal, PT Semen Baturaja dapat menyerahkan permasalahan yang ada untuk mendapatkan pertimbangan hukum maupun tindakan hukum lainnya jika diperlukan. Terutama terkait dengan masalah mediasi terhadap permasalahan yang timbul antara PT Semen Baturaja dengan pihak lain.

“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari jaksa sebagai pengacara negara. Apabila cara non litigasi dianggap belum dapat menyelesaikan masalah, maka akan diselesaikan melalui proses peradilan,” tegas Hentoro.

Menurutnya, tahapan-tahapan demikian dapat dipandang lebih efektif yang nantinya dapat memenuhi sasaran maupun harapan dari pihak PT Semen Baturaja. (Humas PTSB)